Chapter 2: Rasa

1.6K 155 137
                                        




Moshi moshi^^

Jangan lupa vote&komen yaa:v

Kalo ada typo maklum ya:'

Semoga kalian suka sama ceritanya:>

Happy reading><









" Tunggu!, Mungkin sekarang kau tidak akan bercerita dan bersikap seolah baik-baik saja, tapi suatu hari kau akan menceritakan nya kepadaku" teriak (Y/N).

Sang Kopral mendadak berhenti dan melirik kepada (Y/N). "Cih" ia melanjutkan langkahnya untuk pergi dari tempat itu.

"Apa sepertinya aku terlalu menggoda pria itu?" Gumam (Y/N). " Ah sudah lah, mungkin memang dia tak akan pernah suka padaku, tapi sepertinya aku harus terus berusaha untuk mendapatkan perhatian pria pendek itu."

Kopral Levi pergi ke kamar nya, dan tak sengaja berpapasan dengan  Erwin.

"Levi." Sapa Erwin.

"Ada apa?" Sahut pria pendek itu.

"Kau seperti akrab dengan gadis tadi" wajah Erwin menggelap.

" Cih, kau menguping? Aku tidak kenal dengan gadis itu, dia hanya so akrab kepadaku" Levi berlalu dan masuk ke kamar nya.

(Y/N) kembali ke kamar nya karena malam sudah sangat larut.

" Kau sudah dari mana?" Tanya Mikasa.

" Tadi aku hanya mencari angin saja, kenapa kau belum tidur Mikasa?"

" Aku tidak bisa tenang jika terus kepikiran Eren, aku tidak terima saat di persidangan Eren di siksa oleh pria cebol itu" sambil mengepal kan tangan nya.

"Ah sudah lah, mungkin Kopral Levi merencanakan sesuatu agar Eren tidak di ambil oleh Polisi Militer"  (Y/N) berusaha menenangkan.

"Tetapi tetap saja pria cebol itu tak bisa ku maaf kan" dengan raut wajah nya yang kesal.

"Sudah lah Mikasa, sekarang buktinya Eren tidak apa-apa, hanya mengalami luka memar. Ketua Regu juga bilang kalau gigi Eren sudah tumbuh kembali." sahut (Y/N) dengan sabar.

"Tunggu, kenapa kau seperti membela pria itu (Y/N)? Kau menyukainya?" tanya Mikasa.

"T-tentu saja t-tidak" wajah gadis itu memerah. "S-sudah ah aku mau tidur saja". Gadis itu bertingkah gugup saat di tanya Mikasa.

Keesokan harinya...

Pagi-pagi buta pada kadet sudah bangun dan menuju regu nya masing masing.

"Mikasa, kau berada di regu mana untuk eskpedisi nanti?" tanya (Y/N).

"Aku tidak tahu, di regu mana pun sama saja jika tidak dengan Eren" sambil memakai syal kesayangan nya.

"Aku di beritahu oleh Hanji kalau aku diperintahkan untuk satu regu dengan Komandan Erwin" wajah nya nampak kecewa karena tidak bisa menjadi bagian regu Levi.

"Kenapa ekspresimu seperti itu? Apa jangan-jangan kau kecewa karena tidak bisa satu regu dengan pria cebol itu? Dan jika kau satu regu dengan Erwin kau akan dilema untuk memilih Erwin atau Levi?"  Mikasa  cekikikan meledek (Y/N).

"B-bukan gara-gara itu bodoh, ah sudah lah jika kau terus meledek ku kita akan terlambat." wajah (Y/N) memerah.

Saat keluar kamar dan menuju Ruang kerja Erwin, (Y/N) berpapasan dengan Levi si Kopral cebol itu. Wajah (Y/N) memerah dan berusaha untuk tidak menyapa agar sang Kopral tidak merasa risih padanya.

Love in Paradise IslandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang