Chapter 32: Penculikan (?)

452 38 51
                                        

Moshi moshi^^

WARNING! LEMON!!!
Yg gasuka skip aja ya:>

Happy reading readers-chan>\\\\<

.

.

.

(Y/N) sedikit menengadah ke atas mendapati sosok pria pendek menggendong nya ala bridal style. "Kau akan membawa ku kemana?"

"Ke tempat ku." Jawabannya singkat.

"Untuk apa? Tapi tadi aku sedang tidur dengan Erwin."

"Nanti juga kau akan tahu."

(Y/N) mencium bau sesuatu yang aneh dari Levi. "Ini seperti-- kau mabuk ya? Sejak kapan kau suka mabuk?"

"Sejak tadi."

"Turun kan aku, cepat! Aku tak sudi di gendong pria pemabuk." (Y/N) memukuli tubuh Levi dan berontak agar ia menurunkan nya. Tapi hasilnya percuma saja.

Karena terlalu berontak akhirnya kepala (Y/N) terpentok pintu dan pingsan  saat Levi membawanya masuk ke kamar.
"Cih, sialan. Tidak mau diam."

Kini tubuh (Y/N) terkulai tak sadarkan diri. Levi merebahkan tubuh (Y/N) ke atas kasur nya. 'Bocah sialan ini tetap terlihat cantik walau sedang pingsan.' Batinnya.

Dengan jalan yang agak sempoyongan karena efek mabuk, Levi meninggal kan (Y/N) untuk pergi ke kamar mandi karena merasa gerah dan tubuh nya sedikit lengket dengan keringat.

Levi menyegarkan tubuhnya dengan mandi. Tetapi ia lupa membawa baju nya, ia keluar kamar mandi dengan telanjang dada. Saat akan menuju lemari, matanya tertuju pada gadis di atas ranjang nya yang sedang tak sadarkan diri.

Levi menghampiri nya dan menatap tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Dia terlihat sangat cantik. Arghhhh dasar sialan kau Erwin. Seharusnya aku tak kecolongan seperti ini, seharusnya gadis ini adalah milikku, bukanya milikmu." Levi mengerang frustasi. "Tapi tidak untuk saat ini, sekarang kau yang kecolongan dariku. Kini gadis mu sedang tak sadarkan diri dan berada di kamar ku. Aku bisa melakukan apapun yang aku mau, ya itu benar. Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini."

Levi mulai di kuasai hawa nafsu. Tak seorangpun bisa tahan melihat tubuh (Y/N) jika situasinya seperti ini, termasuk Levi.

Pria itu mulai menaiki ranjang dan membelai rambut (Y/N). Ia mengecup kening, hidung, pipi, dan leher pun tak luput dari incaran nya. Sekarang telah terdapat beberapa tanda merah keunguan yang Levi buat.

Ia sudah tak tahan lagi, ia mulai melumat bibir sexy (Y/N). Ia memainkan lidahnya dengan lihai dan hampir membuat keduanya kehabisan nafas.

Ia pun melepaskan nya dan mulai membuka kancing baju (Y/N) satu per satu.
Ia kembali melumat bibir (Y/N), tapi sekarang ada balasan yang ia rasakan. Lidahnya seperti sedang berdansa dengan lidah (Y/N). Sedikit demi sedikit kesadaran nya mulai pulih.

Tangan nakal Levi mulai meraba dan meremas dada (Y/N) sehingga membuat (Y/N) sedikit merengkuh kenikmatan. Refleks (Y/N) menggigit bibir Levi dan membuat pria itu semakin meluap-luap.

Dengan tergesa-gesa Levi mulai membuka celana (Y/N) dan memainkan klitorisnya yang sudah basah dengan jemari mungil Levi. Tanpa disadari (Y/N) mulai mendesah nikmat. Levi yang mendenga nya semakin lues memainkan klitorisnya.

Levi kemudian sedikit menyeringai. 'Erwin, kini gadis mu akan menjadi milikku seutuhnya malam ini.' Batinnya.

Levi mulai mengeluarkan sesuatu yang sudah tegang dan mengeras sedari tadi dari celananya.
(Y/N) mengerjap kan matanya dan mulia menyadari jika pria yang sedang bersamanya bukan kekasih nya. Betapa terkejutnya jika tak ada sehelai benangpun yang melekat di tubuhnya.

Dan tepat di depan nya sudah ada Levi yang sedang memegang sesuatu dan bersiap memasukkan nya kedalam v****a nya.

"A-apa apaan ini? I-ini? Tidak! Ini tidak mungkin. Apa yang akan kau lakukan dasar bajingan." (Y/N) mulai panik dan merasa ketakutan.

"Aku hanya ingin bermain sebentar dengan mu. Dan bukanya kau menyukainya?" Levi hanya tersenyum tipis.

"Cih, itu tidak mungkin. Cepat minggir!"

"Aku sendiri yang mendengar mu merenguh kenikmatan. Bahkan kau tadi mengigit bibir ku."

" Itu tidak mungkin dasar sialan. Cepat minggir atau aku akan teriak?"

"Coba saja jika itu akan berhasil."

"ERWIN... TOLONG..  ERWIN TOLONG AKU.."

Levi menyeringai dan tertawa kecil. "Cih percuma saja. Sekarang diamlah dan nikmati ini bersamaku."

"Tidak! Aku tidak mau! Cepat menyingkir!"

"Diam! Atau akan ku ikat kau!" Levi mulai memasukan p***s nya. Dengan agresif, Levi memaju mundur kan tubuh nya agar gesekan nya semakin terasa.

(Y/N) yang merasa sakit dan tak ingin di nodai pria lain mencoba untuk memberontak dan terus berteriak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


(Y/N) yang merasa sakit dan tak ingin di nodai pria lain mencoba untuk memberontak dan terus berteriak. "Tidaakkk!! Erwiinnn!!."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.













Maapkan kalo ceritanya malah jadi aneh awokawok:v

Jangan lupa meninggalkan jejak ya≧◉◡◉≦

See u next chapter readers-chan>\\\\<

Sayonara^^

Love in Paradise IslandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang