Prakata 2 (2021)

151 7 1
                                        

Enam tahun sejak rilis awal, anjir.

OK, sori, sekarang prakata yang serius.

Cerita ini gue tulis dan tamatkan pada tahun 2015, ketika gue masih siswi SMA unyu-unyu yang juga sedang melalui proses mencari dan mempertanyakan jati diri. Setiap karya pasti dipengaruhi oleh bias kreatornya, tetapi untuk tanya+, bias gue jauh lebih jelas dan memiliki influens lebih besar.

Dalam proses menulis tanya+, bisa dibilang gue baru terekspos pada dunia pelangi secara langsung. Label LGBT tidak asing bagi telinga gue, tetapi sebelumnya label itu lebih berupa konsep abstrak yang tidak sepenuhnya gue pahami. Sepanjang proses penulisan ... sejujurnya tetap aja gue enggak sepenuhnya paham, tetapi kombinasi efek Dunning-Krueger + arogansi anak bawang hasilnya adalah anak haram bernama Gue Paling Tau Jadi Lo Kudu Denger Gue.

Oleh karena itu, sangat mungkin -- bahkan hampir pasti -- cerita ini memuat misinformasi dan representasi buruk yang tidak sesuai dengan realita. tanya+ awalnya gue tarik dari publikasi dengan niatan revisi untuk meluruskan misinformasi dan misrepresentasi itu, tetapi lewat setengah dekade sejak cerita ini tamat, proyek revisi itu masih belum juga tersentuh. Selain itu, gue juga enggak mau "menutupi" kesalahan masa lalu gue. Cerita ini sudah pernah tersedia untuk publik, biarlah ia tetap publik sebagai rekam jejak kekeliruan gue ketika gue masih muda dan (lebih) bego.

Maka, Pembaca budiman, gue undang kalian semua untuk ketawain gue saat gue layak diketawain, koreksi kesalahan yang kalian temukan, dan cringe sekuat-kuatnya ketika momen cringe itu tiba karena yakinlah, ia akan tiba.

Yang tidak gue undang adalah ekspektasi bahwa tokoh(-tokoh) LGBT+ dalam cerita ini "disembuhkan" atau jadi "normal" lagi. Komentar yang memuat transfobia dan/atau homofobia, semacam, "Iih, sakit 🤮" atau "Transpuan* itu bencong," dan komentar-komentar lain dengan sentimen senada tidak akan ditolerir. Kea, ini cerita jelas-jelas ada tagar LGBT, ada stiker LGBT di sampul, ditulis oleh wanita biseksual yang jelas nyantumin identitasnya di bio profil. Kalau lo gak suka orientasi seksual yang bukan hetero dan gak suka orang-orang transgender, ngapain baca anjir lmao.

Satu hal lain sebelum kalian gue lepas dan biarkan membaca tanya+: novel ini gue tulis tanpa kerangka maupun rencana, istilahnya pantsing. Karenanya, porsi yang signifikan dari novel ini mungkin terasa ... um ... berantakan. Mohon maaf sebelumnya.

Yak, itu saja. Terlepas dari semua kekurangan novel pertama ini, gue harap kalian tetap bisa menikmati dan merasa terhibur membacanya.

Peace, love, and yeehaw.

-X.

---
*Transpuan: istilah serapan dari trans woman, atau perempuan transgender.

[ID] tanya+ | Novel: FinishedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang