1 - Janis part 7

378 46 11
                                        

Aku terbangun dengan posisi miring seorang janin, ponselku tergenggam erat di depan dada seolah aku tidak akan pernah ingin berpisah dengannya. Aku bahkan tidak ingat aku jatuh tertidur. Yang kuingat hanyalah sekitar setengah atau satu jam setelah aku dan Janis mulai saling mengirim SMS, bonus 100 SMS miliknya habis dan kami pindah ke Line di mana kami melanjutkan obrolan sampai larut malam. Aku bahkan belum mengganti pakaianku. Ew.

Setidaknya aku ingat untuk memakai selimut.

Aku menggosok mataku, masih setengah tertidur. Sambil menguap, aku menelentangkan tubuhku, mengacak rambut dan melihat pesan terakhir dari obrolan tak berkesudahan kami tadi malam.

Setidaknya aku juga ingat bahwa kemarin aku... bisa dibilang mengajak Janis pacaran.

Sebuah gelembung geli muncul di dadaku, dan ukurannya makin besar dan makin besar sampai aku nyaris tak bisa menahannya lagi. Aku tersenyum. Kemudian menyeringai. Lalu menyengir, begitu lebar sampai-sampai pipiku sakit. Itu sungguh terjadi?

Aku membaca pesan Line terakhir yang dikirim Janis.

Janis Ian: Aku udah kuat mau tidur aj dah tannya

Aku tertawa keras. "Aku udah kuat"? Mungkin maksudnya "Aku udah gak kuat". Astaga, Janis pasti sudah setengah tidur waktu mengetik ini. Aku membalas, Udah kuat sekarang?

Menyeringai puas, aku menekan Send.

Kemudian aku membuka SMS dan men-scroll ke atas, dan itu dia.

be my first.

OK.

Sebuah notifikasi masuk; Line dari Janis.

Janis Ian: Aku baru barun

tanya?: barun?

Janis Ian: *bangun.....

Aku tersenyum lebar. apa aku harus bilang rise and shine sunshine?

Janis Ian: Boleh boleh

tanya?: oke *ngaca* rise and shine sunshine

Janis Ian: -_-

Aku tertawa. what a way to start a day :)

Janis Ian: Is that a compliment? I'm going to take that as a compliment

tanya?: it is, indeed :) sooooooooooooo

Janis Ian: ?

tanya?: so far

tanya?: did i do a good job

tanya?: being a gf and all

Janis Ian: TBH?

tanya?: tbh.

Janis Ian: Aku sendiri nggak tau patokannya

Janis Ian: I mean, ini pertama kalinya aku pacaran juga...

"Hah!?"

Ponselku jatuh dengan sukses menghantam hidungku. "Ow..." aku meringis, mengusap hidungku pelan-pelan, memastikan organ itu masih menempel erat dan manis pada wajahku. Aku mengambil ponselku dan membaca ulang kalimat itu, ditambah pesan lain yang Janis kirimkan.

Janis Ian: Aku gak tau right or wrong nya Tan

"Whale, whale, whale," gumamku. "What have we here?"

[ID] tanya+ | Novel: FinishedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang