Aku terbangun dengan posisi miring seorang janin, ponselku tergenggam erat di depan dada seolah aku tidak akan pernah ingin berpisah dengannya. Aku bahkan tidak ingat aku jatuh tertidur. Yang kuingat hanyalah sekitar setengah atau satu jam setelah aku dan Janis mulai saling mengirim SMS, bonus 100 SMS miliknya habis dan kami pindah ke Line di mana kami melanjutkan obrolan sampai larut malam. Aku bahkan belum mengganti pakaianku. Ew.
Setidaknya aku ingat untuk memakai selimut.
Aku menggosok mataku, masih setengah tertidur. Sambil menguap, aku menelentangkan tubuhku, mengacak rambut dan melihat pesan terakhir dari obrolan tak berkesudahan kami tadi malam.
Setidaknya aku juga ingat bahwa kemarin aku... bisa dibilang mengajak Janis pacaran.
Sebuah gelembung geli muncul di dadaku, dan ukurannya makin besar dan makin besar sampai aku nyaris tak bisa menahannya lagi. Aku tersenyum. Kemudian menyeringai. Lalu menyengir, begitu lebar sampai-sampai pipiku sakit. Itu sungguh terjadi?
Aku membaca pesan Line terakhir yang dikirim Janis.
Janis Ian: Aku udah kuat mau tidur aj dah tannya
Aku tertawa keras. "Aku udah kuat"? Mungkin maksudnya "Aku udah gak kuat". Astaga, Janis pasti sudah setengah tidur waktu mengetik ini. Aku membalas, Udah kuat sekarang?
Menyeringai puas, aku menekan Send.
Kemudian aku membuka SMS dan men-scroll ke atas, dan itu dia.
be my first.
OK.
Sebuah notifikasi masuk; Line dari Janis.
Janis Ian: Aku baru barun
tanya?: barun?
Janis Ian: *bangun.....
Aku tersenyum lebar. apa aku harus bilang rise and shine sunshine?
Janis Ian: Boleh boleh
tanya?: oke *ngaca* rise and shine sunshine
Janis Ian: -_-
Aku tertawa. what a way to start a day :)
Janis Ian: Is that a compliment? I'm going to take that as a compliment
tanya?: it is, indeed :) sooooooooooooo
Janis Ian: ?
tanya?: so far
tanya?: did i do a good job
tanya?: being a gf and all
Janis Ian: TBH?
tanya?: tbh.
Janis Ian: Aku sendiri nggak tau patokannya
Janis Ian: I mean, ini pertama kalinya aku pacaran juga...
"Hah!?"
Ponselku jatuh dengan sukses menghantam hidungku. "Ow..." aku meringis, mengusap hidungku pelan-pelan, memastikan organ itu masih menempel erat dan manis pada wajahku. Aku mengambil ponselku dan membaca ulang kalimat itu, ditambah pesan lain yang Janis kirimkan.
Janis Ian: Aku gak tau right or wrong nya Tan
"Whale, whale, whale," gumamku. "What have we here?"
KAMU SEDANG MEMBACA
[ID] tanya+ | Novel: Finished
General FictionDITULIS DAN DIPUBLIKASI TAHUN 2015. ‼️Cerita ini mungkin memuat unsur misinformasi dan/atau representasi keliru mengenai kelompok minoritas Lesbian/Gay, Biseksual, Transgender Biner dan Non-Biner, Panseksual, dan orientasi seksual/identitas gender l...
![[ID] tanya+ | Novel: Finished](https://img.wattpad.com/cover/44105735-64-k929515.jpg)