Berkat permintaan (atau lebih tepatnya desakan) dari Alfa dan koneksi yang dimilikinya, orang-orang yang melerai pertengkaran itu akhirnya mengalah dan berjanji tidak akan melaporkan perkelahian itu ke sekolah mereka. Awalnya Tanya protes keras, menginginkan agar guru-guru tahu betapa brengseknya si anak baru; ingin BK mengurus masalah itu sampai tuntas, sampai Alfa menatapnya tajam dan bertanya, "Lu mau dikeluarin dari sekolah?"
Tanya menutup mulutnya sejak saat itu.
Sekarang, mereka sedang duduk di warung kopi yang berjarak setidaknya seratus meter dari gang yang tembus masuk ke sekolah mereka, letaknya persis di pinggir jalan namun Alfa meyakinkan mereka—lebih tepatnya meyakinkan Tanya—bahwa tidak pernah ada guru atau orang dari SMP 54 yang pernah datang ke sana. Percayalah, ini tempat bolos yang paling sering dikunjunginya.
Interior warung itu tampak seperti warung kopi kebanyakan: luas area yang pas-pasan, di tengahnya adalah tiga meja panjang diatur membentuk sebuah persegi, merapat pada dinding belakang warung dan mengelilingi bagian kosong di tengahnya tempat si penjual membuat pesanan orang-orang yang datang. Mejanya dilapisi terpal biru dan kursi kayunya yang panjang dilapisi spanduk iklan rokok lama yang dipaku menempel. Hanya ada sedikit orang yang berada di sana; tiga pengunjung dan dua orang berdiri di balik meja-seorang laki-laki berusia sekitar setengah abad dan seorang gadis yang paling baru beberapa tahun lebih tua daripada Tanya. Dua orang pengunjung yang sedang duduk sambil merokok dan menikmati kopi mereka menyapa Alfa saat dia masuk, sementara satu orang terfokus pada koran yang menutupi wajahnya. Alfa membawa Tanya duduk persis di meja tengah, tas bututnya diletakkan di atas meja dan dijadikan alas lengannya yang saling menyilang.
Pemilik warung kopi itu tertawa ketika Alfa menceritakan secara singkat peristiwa Tanya menonjok Rayhan, seolah itu hal ringan yang memang patut diceritakan saat mengobrol sambil minum kopi. Saat dia menyodorkan sepiring gorengan untuk Alfa, Tanya melihat lengan kanannya yang dipenuhi tato.
Mata Tanya belum pernah membelalak sebulat itu.
Reaksinya memancing lebih banyak tawa, bukan hanya dari si pemilik namun juga dari si gadis yang sedang melap gelas dari balik meja. "Belum pernah lihat tato, Neng?"
Belalakkan Tanya berpindah pada gadis itu. Dia menyeringai, anting-anting yang berjejer di telinga kanannya berkilau—tiga di atas tulang rawan (yang kemudian Tanya pelajari sebagai helix), dan satu yang berada sedikit di atas daun telinga menembus tulang rawan (yang ternyata disebut conch)—nyaris semengkilap giginya yang pantas dijadikan iklan pasta gigi.
Kemudian Tanya menatap Alfa yang duduk di sebelahnya, seolah bertanya, Kamu temenan sama orang-orang ini?
Alfa sama sekali tidak menyadari tatapan Tanya padanya, hanya menoleh pada Rayhan yang berdiri di ambang pintu warung mungil itu dengan ekspresi wajah cemberut dan memar di rahangnya. "Ayo masuk. Atau lu lebih suka ke-gap sama guru dengan muka bengep gitu?"
Rayhan memelototi Alfa, kemudian berjalan masuk dan membanting tasnya di atas meja, duduk di kursi paling ujung, jauh dari Alfa dan Tanya.
"Mang, minta kain sama es, ada?" pinta Alfa.
Pemilik warung menoleh pada gadis muda di sampingnya. "Man."
Gadis itu, "Man", dengan cekatan mengeluarkan dua lap dengan motif serupa seperti yang sedang dia gunakan dan membuka tutup ember berwarna biru yang berada di pojok dalam ruang kerjanya, menyendok es batu yang sudah dihancurkan ke tengah masing-masing lap dan membentuknya menjadi buntalan kecil yang dipegang dengan ujung-ujung kain untuk menjaga es tidak tumpah. "Nih."
Man memberi satu lap berisi es pada pemilik warung kopi yang mengoperkannya pada Rayhan, dan satu lagi langsung pada Tanya. Tanya menatap lap dingin itu dengan kening berkerut. "Tempel di tinju lu," ujar Alfa di sampingnya. Dia menoleh pada Rayhan. "Lu juga. Gak usah sok-sokan jago, tempel di rahang lu. Ntar lu bakal berterimakasih sama gua."
KAMU SEDANG MEMBACA
[ID] tanya+ | Novel: Finished
General FictionDITULIS DAN DIPUBLIKASI TAHUN 2015. ‼️Cerita ini mungkin memuat unsur misinformasi dan/atau representasi keliru mengenai kelompok minoritas Lesbian/Gay, Biseksual, Transgender Biner dan Non-Biner, Panseksual, dan orientasi seksual/identitas gender l...
![[ID] tanya+ | Novel: Finished](https://img.wattpad.com/cover/44105735-64-k929515.jpg)