tanya?: aku lagi lumayan bokek okay so let's split the bill
Janis Ian: Jangan deh aku yang traktir aja
tanya?: cie yang baru gajian cie
Janis Ian: *kibas rambut* Lagian sekalian itung-itung bayar utang
tanya?: hah utang apaan
Janis Ian: Itu lho, yang waktu aku kabur waktu itu
tanya?: jesus christ masing diungkit2 aja
tanya?: *masih
Janis Ian: Tanya sayang, kan aku udah bilang, that was not right. Jadi aku berniat to make it right this time
tanya?: oke fix
Janis Ian: Fix? :D
tanya?: yep. fix begitu kita ketemu hal pertama yang harus kamu bilang adalah tanya sayang
Janis Ian: Tanya sayaaaaaaaannngg
tanya?: oke too much. stahp.
Janis Ian: Hehe :p mandi sana
tanya?: udah kok
Janis Ian: Oh...
tanya?: r u thinking what im thinking
Janis Ian: Mmmmmmmmungkin?
tanya?: hmm.....
Janis Ian: I'm smiling rn
tanya?: oki
Janis Ian: Oke.
tanya?: see u there
Janis Ian: I'll be there.
Aku menaruh piring kotor di wastafel dapur, membuka kulkas dan mengambil sekaleng susu berkarbonasi. Meminumnya sambil jalan ke kamar, aku membuka lemari dan mulai memilih-milih baju.
Nope. Nope. Uh-uh. Ditolak. Eeh. Nope. Hmm, mungkin. Ew. Astaga, kenapa belum ada orang yang membakar isi lemariku? Seleraku ternyata payah banget.
Menyesap minumanku aku berusaha mengingat-ingat. Kencan pertama kami. Baju apa yang kukenakan?
"Hmm." Aku mendongakkan kepala, memejamkan mata. Aku pakai... t-shirt band warna abu-abu dan skinny jeans hitam. Mungkin aku akan pakai skinny jeans itu lagi. Nggak ada peraturan yang melarang untuk memakai celana yang sama di dua kencan yang berbeda, kan?
Oh my God, bagaimana kalau memang ada?
Janis mengirimiku pesan lagi. On the way Tan.
Shit! Nggak ada waktu untuk memikirkan aturan nggak penting! (Atau mungkin penting! Gimana nih!?) Aku menyambar skinny jeans hitam itu dari rak gantungan di balik pintu lemari dan mengenakan kaos-nyaris-baju-terusan putih yang kulapisi dengan jaket denim biru gelap. Bisa dibilang aku menyeret sniker biruku sambil berjalan ke luar rumah. Mengaitkan bagian tumit sniker ke belakang tumitku, aku berhenti di tengah jalan. Sial! Dompet!
Aku berlari kembali ke rumahku hanya untuk menyadari aku tidak mengunci pintunya. Great job, Tan. Kece banget. Aku meraih dompetku dari laci nakas bersama dengan kunci rumah dan sedang bersiap-siap mengunci pintu ketika teringat satu hal: ponsel!
KAMU SEDANG MEMBACA
[ID] tanya+ | Novel: Finished
Ficción GeneralDITULIS DAN DIPUBLIKASI TAHUN 2015. ‼️Cerita ini mungkin memuat unsur misinformasi dan/atau representasi keliru mengenai kelompok minoritas Lesbian/Gay, Biseksual, Transgender Biner dan Non-Biner, Panseksual, dan orientasi seksual/identitas gender l...
![[ID] tanya+ | Novel: Finished](https://img.wattpad.com/cover/44105735-64-k929515.jpg)