Chapter.06

2.4K 287 43
                                    

Jangan lupa vote dulu

S. E. B. U. A. H
R. A. S. A

Kookv

Pagi ini Jeongguk sudah berada di kediaman rumah Taehyung sesuai janjinya, dia mengajak Taehyung pergi ke toko berlian untuk memilih cincin pernikahan. Baekhyun terlihat begitu senang dengan kehadiran calon mantunya, mengajak Jeongguk untuk sarapan bersama kebetulan sekali pagi ini Taehyung yang memasak.

Seperti biasanya Jeongguk hanya diam tak banyak bicara dia menikmati sarapan paginya dengan tenang, Baekhyun sibuk memberikan berbagai menu sarapan untuk Jeongguk. Taehyung yang kebetulan duduk disebelah Jeongguk hanya bisa geleng geleng kepala, melihat tingkah ibu nya.

"Apa nak Jeongguk, suka sama makanannya? "

"Saya suka" Jawab Jeongguk, dengan sedikit senyuman.

"Dek, nanti kalo udah tinggal serumah sama Jeongguk harus rajin rajin masakin buat dia."

"Iya eomma"

Dan mereka kembali menikmati sarapan nya.

.

.

.

Taehyung hanya mengikuti Jeongguk dari belakang saat menuju tempat tujuan, sesekali Jeongguk menoleh kebelakang memastikan Taehyung mengikutinya. Saat pandangan keduanya bertemu Taehyung selalu memberikan senyuman nya, seolah berkata aku mengikutimu. Namun tiba tiba  Taehyung menabrak punggung seseorang, itu Jeongguk yang berhenti tiba tiba.

"Ada apa Jeongguk-ssi? " Tanya Taehyung.

Jeongguk hanya diam tetapi tangannya bergerak meraih tangan Taehyung, tindakan Jeongguk membuat Taehyung terkejut sekaligus bingung.

"Saya gak mau repot, mencari kamu nanti" Ucapnya.

Taehyung sedikit tidak suka apa yang diucapkan Jeongguk barusan, apa dia pikir Taehyung seorang anak kecil yang harus di jaga.

Sudahlah tidak ada gunanya juga Taehyung untuk protes.

Jeongguk dan Taehyung memasuki salah satu toko perhiasan mata Taehyung langsung di buat terpesona, melihat semua berbagai desain perhiasan yang menurutnya sangatlah bagus dan cantik.

"Pilihlah yang anda suka Taehyung-ssi"

Taehyung berjalan untuk melihat jejeran cincin yang suda langkah kaki Taehyung terhenti di hadapan sebuah kotak yang begitu mewah, ada sepasang cincin yang berlian nya berwarna ungu.

"Ini indah sekali... "

"Iya.. "

Taehyung mengambilnya lalu memakainya dijari manisnya sangat pas dan terlihat begitu indah, Taehyung melihat harga dari cincin berlian yang di pakaiannya.

10M

Maksudnya sepuluh milliar?

Tangan Taehyung sedikit bergetar dengan cepat Taehyung mengeluarkan cincin tersebut di jari nya, lalu menyimpannya kembali.

'Semahal itu?' ucap Taehyung dalam hati.

Baru saja Taehyung berniat kembali ke Jeongguk tapi pria itu sudah ada di belakangnya, tanpa sengaja hidung mancung nya bersentuhan dengan hidung nya Jeongguk.

"Kamu mengagetkan saja!" Kesal Taehyung, sambil mundur beberapa langkah.

Seperti biasa Jeongguk tidak menanggapi ataupun mengucapkan kata maaf, tangannya sibuk meraih kotak cincin yang tadi Taehyung coba.

"Kita akan mengambilnya"

Saat kaki Jeongguk hendak melangkah menuju kasir dengan cepat tangan Taehyung, langsung menahannya.

"Tidak Jeongguk-ssi, kita pilih yang lain jangan yang itu terlalu mahal."

"Harga ini tidak berarti apapa buat saya, pilihan anda bahkan yang termurah dari toko ini tadinya saya berniat membelikan yang itu." Jeongguk menunjuk pada satu kotak perhiasan yang di jaga oleh dua orang.

Saat melihat lebel harga berlian tersebut membuat jantung Taehyung nyaris saja copot, harganya benar benar fantastis dua triliun dan Jeongguk berniat membeli itu.

"Tidak, aku tidak mau yang itu terlalu mahal ini saja sudah bagus!" Ucap Taehyung dengan cepat.

"Terlambat saya sudah membayarnya, tapi pilihan anda saya juga akan membelinya. Anda tenang saja, bagi saya semuanya ini murah tidak berarti apapa."

Jeongguk melepaskan tangan Taehyung lalu dia berjalan ke kasir, meninggalkan Taehyung yang tampak terkejut mendengarkan perkataan Jeongguk tadi.

Bertanya tanya sejak kapan Jeongguk sudah membayar, perasaan tadi Taehyung memilih cincin tidak lama.

"Tidak berarti apapa? Sepuluh miliar dan dua triliun mereka bilang murah, astaga aku tidak habis pikir dengan jalan pemikiran mereka."

Taehyung memutuskan menyusul Jeongguk yang kebetulan sudah selesai membayar, keduanya tidak langsung pulang sebenarnya Jeongguk mengajak Taehyung ke sebuah restoran untuk beristirahat. Kedua mata Taehyung tampak berbinar saat tau Jeongguk mengajak nya ke restoran favoritnya, entah mungkin ini kebetulan apa eomma nya yang memberitahu Jeongguk.

Jeongguk memesan kopi sedangkan Taehyung memesan milkshake strawberry favoritnya,  ada sepotong cake strawberry dan juga buah strawberry.

"Ah, milkshake strawberry disini rasanya masih enak seperti dulu." Senang Taehyung.

Mata Taehyung melirik ke Jeongguk yang hanya memesan kopi, beda halnya dengan dirinya memesan banyak makanan bertema strawberry.

"Jeongguk-ssi kenapa kamu hanya meminum kopi, apa kamu tidak merasa lapar?. "

"Saya masih kenyang, anda makanlah saya tidak akan menganggu. "

Taehyung mengangguk dan kembali memakan makanan dengan lahap.







S. E. B. U. A. H . R. A. S. A.










Tepat pukul tujuh malam Jeongguk mengantarkan Taehyung pulang ke rumahnya, Taehyung turun dari mobil begitupun dengan Jeongguk.

"Terima kasih telah mengantarkan aku pulang, Jeongguk-ssi."

"Sama sama, dan pakai ini saya juga sudah memakainya."

Taehyung menerima sebuah cincin yang tadi dipilih nya, Jeongguk sudah memakainya dan itu terlihat sangat cocok.

"Hari ini aku sangat menyusahkanmu, maafkan aku ya."

"Tidak perlu meminta maaf, anda adalah calon suami saya. Saya berhak membelikan barang apapun untuk anda, kemarikan cincin itu."

Taehyung menyerahkan kembali cincin itu pada Jeongguk, dan Jeongguk meraih tangan Taehyung melepaskan cincin pertunangan diganti dengan cincin barunya.

"Di altar nanti, saya akan menggantinya lagi dengan cincin pernikahan kita."

Taehyung tersenyum Jeongguk sangat baik, ya walaupun orangnya sedikit cuek dan terlalu formal. Itu tidak masalah yang penting lelaki yang akan menikah dengannya, adalah orang baik.

"Sekali lagi, Terima kasih. "

Tbc.

Maaf banyak typo.

Ini BEDA ya dari THIS LOVE!.



Sebuah Rasa || K.VTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang