JANGAN LUPA FOLLOW IG
@official_asambasa
.
๑˙❥˙๑♡‿♡๑˙❥˙๑
Dua jenis manusia yang mendekati Aira.
Pertama, orang yang membutuhkan koneksi keluarga dalam hal ini finansial.
Kedua, orang yang menyukai dengan maksud memanfaatkan kecerdasan emosional.
Brakk!
"Jane...?"
"Kak Aira?"
Dan sial, Jane Ziara bukan termasuk dalam keduanya.
Aira mengambil botol obat yang menggelinding ke arahnya, setelah terjatuh bersamaan dengan buku-buku yang berserakan di lantai yang sama.
Itu... seperti obat yang sangat familiar.
"Maaf Kak vitamin gue.~"
Tunggu. Jadi, mengapa gadis ini berbohong.
"Kak!"
Panggilan dari Jane kali ini memiliki frekuensi suara lebih kuat dari sebelumnya membuat Aira semakin curiga.
Sedikit, tak masuk akal.
"Oh, sorry?" Aira memperhatikan sekali lagi jenis obat yang berada ditangannya, "Vitamin ini... jangan salah takaran, mungkin ini solusi, tapi juga masalah besar kalo Lo terlalu sering mengonsumsi."
Aira meletakkan obat yang terbungkus kapsul bewarna kuning itu di atas telapak tangan Jane. Bermaksud untuk mengembalikannya.
"Dari mana Lo tau?"
Aira yang sebelumnya sempat berbalik badan sedikit menolehkan kepala "Gue harus standby di lapangan, sorry...."
"Dari mana Lo tau kalo ini bukan Vitamin?"
Lagi-lagi Aira hanya mendesis pelan, "Itu barusan Lo ngasih tau."
Jane meneliti tubuh kakak kelas dihadapannya dari pangkal sepatu hingga ujung rambut, "Sejak kapan Lo bisa baca nama produk khusus farmasi?"
"Retoris."
"Gue butuh jawaban, bukan sanggahan."
"Pernyataan Lo retoris, ga perlu dijawab karena jawabannya adalah fakta umum."
Tubuh Aira menghadap Jane seutuhnya kembali, "Tertulis di botol obat kalo itu diproduksi oleh Prameswari.corp, perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Anak SD aja tau itu obat bukan vitamin Jane Ziara."
Dahi Jane berkerut, "Obat antidepressants ini, racikan khusus dari dokter yang bekerja sama dengan perusahaan farmasi, tunggu dulu... gue baru sadar kalo Lo anak Dokter Anuar. Lo sama Kak David--"
"Ga usah out of topic, kalo baru sadar, seharusnya ga lebih dari sekedar tau bukan malah... mencari tau."
Jane memutar bola matanya malas, "Gue emang sering minum antidepressants, apa jaminannya Lo ga nyebarin fakta ini?"
"Karena ga ada jaminan mungkin Lo bisa pake cara kuno, like families power maybe." Aira mendekati telinga Jane "Lo anak jaksa kan? gue pikir mudah buat Lo cari cara biar bisa bungkam gue."
Harapan Aira saat mengatakan hal itu adalah Jane berdiri gemetaran dengan raut muka pucat meminta pertolongan.
Namun yang terjadi malah sebaliknya,
"Hahaha!"
Gadis bersurai kecoklatan itu tertawa. Gila mungkin, apa pertanyaan Aira terlihat seperti guyonan belaka?
Dahi Aira berkerut tak suka, baru saja ia membuka mulut si lawan bicara sudah menyahut duluan.
"Lo lucu deh kak, sayang terlalu naif."
KAMU SEDANG MEMBACA
Asam&Basa
ChickLitSeperti kata Sir Isaac Newton, setiap ada aksi pasti ada reaksi. - Menurut Basel, Aira adalah rumus integral yang paling rumit dengan limit tak hingga. Menurut Axid, Aira adalah hasil reaksi pencampuran senyawa dengan pH seimbang. Aira sendiri, meng...
