"Anda sudah melakukannya dengan baik, Dirsha." Ucap Leviea setelah keheningan yang berat di antara keduanya.
Dirsha tersenyum. "Terima kasih, putri."
Leviea menatap Dirsha yang sedang meminum teh. Sekarang ini ada banyak sekali pikiran di dalam kepalanya, salah satunya adalah hal yang baru pertama kali didengarnya dari Dirsha.
Bukannya dia tidak mempercayainya, justru karna dia mempercayainya makanya dia begitu memikirkannya.
"Sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan pada putri,"
Leviea menatap Dirsha bertanya. "Apa itu, Dirsha?"
Dirsha menatap Leviea ragu. "Apa anda pernah berpapasan dengan anggota keluarga kerajaan?" Tanya Dirsha membuat Leviea mengernyitkan dahinya bingung.
"Tidak pernah." Jawab Leviea cepat. "Jangankan keluarga kerajaan, keluarga bangsawan saja saya tidak pernah." Sambungnya lagi.
"Kenapa tiba-tiba anda bertanya begitu, Dirsha?" Tanya Leviea tidak mengerti.
Dirsha menatap Leviea dan terdiam sejenak, membuat Leviea menatap Dirsha bingung.
Dirsha menggeleng pelan. "Tidak ada, putri. Saya hanya bertanya saja. Mana tahu anda pernah berpapasan dengan keluarga kerajaan,"
Leviea menatap Dirsha, tidak yakin dengan jawaban yang diucapkan Dirsha. Dan seakan tahu, Dirsha hanya tersenyum menatap Leviea.
"Sebenarnya ada seorang bangsawan kerajaan yang baru saja diterima menjadi murid baru di kuil suci," Jelas Dirsha membuat Leviea makin bertanya-tanya.
"Memangnya kenapa dengan bangsawan tersebut? Kenapa anda sangat mengkhawatirkannya?"
Dirsha menatap Leviea menelisik. Namun, setelahnya Dirsha menarik seulas senyum di bibirnya. "Saya sedikit khawatir kalau saja dia kesulitan untuk beradaptasi dengan kegiatan keagamaan." Jawab Dirsha membuat Leviea mengangguk mengerti.
"Saya tidak bisa bilang orangnya yang mana. Namun, saya harap putri bisa menghindari setiap bangsawan yang ada. Karna saya takut mereka akan merepotkan anda." Ucap Dirsha.
Leviea terdiam sejenak, kemudian menganggukkan kepalanya mengerti. "Baiklah, jika itu yang Dirsha inginkan."
Setelahnya Dirsha kembali membaca buku, begitupula dengan Leviea yang membuka buku di depannya. Namun Leviea tidak benar-benar membaca bukunya, melainkan dirinya sibuk memikirkan sesuatu.
Aneh... Dirsha terlihat begitu terang-terangan menunjukkan kekhawatirannya terhadap para bangsawan dan juga,
Dia juga terlihat menyembunyikan sesuatu, seakan-akan dia tahu apa yang akan terjadi padaku bila aku berurusan dengan keluarga kerajaan... Batin Leviea sambil sesekali melirik Dirsha yang masih membaca buku.
Memikirkan semua kemungkinan yang terjadi, membuat Leviea tanpa sadar menghela napasnya.
Dirsha menatap Leviea yang menghela napasnya dengan khawatir. "Ada apa, putri?"
Leviea reflek menggelengkan kepalanya pelan. "Ah! Tidak ada. Saya hanya merasa sedikit lelah saja," Jawabnya sambil tersenyum canggung.
Kemudian Leviea segera membereskan buku bacaan yang tadi diserahkan Dirsha. "Kalau begitu saya akan pergi beristirahat terlebih dahulu." Ucap Leviea pelan.
"Silahkan, putri."
"Saya ingin meminjam buku ini. Apa boleh?" Tanya Leviea pada Dirsha yang masih memperhatikannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Have A Chance [Slow Update]
FantasyCan I ~ Series Title: Have A Chance Genre: Fantasy, Reincarnation, Sad-romance Description: Seleviea Ibel le Vionesta, putri dari kerajaan suci yang hampir runtuh. Dia merupakan salah satu manusia istimewa yang hanya terlahir setelah seribu tahun. S...