Chapter 11

7 2 0
                                    

Helen menatap takjub pada bangunan megah yang berada di hadapannya. Sedangkan Geral yang berdiri di sampingnya hanya bisa tertawa pelan.

"Apa benar ini kuil suci utama kerajaan Solvench?" Tanya Helen masih menatap bangunan tersebut penuh takjub.

"Kenapa terkejut sekali? Memangnya di kerajaan Vionesta tidak ada kuil suci?" Tanya Geral mengejek membuat Helen menatapnya kesal.

"Bisa tidak kamu sekali saja tidak berbicara omong kosong?" Ucap Helen kesal.

Geral memiringkan kepalanya bingung, setelahnya dia tertawa. "Astaga... Bisa-bisanya kamu mengatakan hal sekasar itu kepadaku yang merupakan seorang pendeta ini..." Ucap Geral pura-pura merasa terluka.

Helen dengan segera mengangguk cepat. "Benar juga! Aku penasaran, kenapa kamu bisa menjadi pendeta?" Tanya Helen penasaran.

Mereka berjalan bersama menyusuri jalan yang ditanami banyak bunga Vaile yang bersinar. Bunga Vaile sendiri merupakan bunga suci yang benihnya diberikan langsung oleh dewi Vina agar bunga-bunga tersebut menerangi setiap kegelapan yang ada di dunia.

"Kamu tahukan kalau aku tidak suka dengan pedang. Sedangkan hampir seluruh anggota keluarga kita pastinya harus dan akan menjadi seorang ksatria."

Helen membalas ucapan Geral dengan menganggukkan kepalanya cepat.

"Untuk menghindari hal tersebut, aku memutuskan untuk bekerja di bagian keagamaan. Namun ternyata pendeta agung melihat mana-ku yang kuat, makanya beliau memintaku untuk menjadi muridnya. Setelahnya, disinilah aku berada sekarang." Jelas Geral membuat Helen mengangguk dan membentuk mulutnya menjadi O.

"Kamu sendiri, kenapa bisa menjadi dayang dari seorang putri kerajaan?" Tanya Geral.

Helen menghela napasnya pelan. "Aku tidak menyukai ayah dan ibuku, jadi aku keluar dari rumah."

Geral mengernyit bingung. "Padahal dulu kamu sangat menyayangi mereka dan tidak bisa jauh dari mereka. Bagaimana bisa..?" Tanyanya penasaran.

"Awalnya aku tidak begitu ingat, namun aku secara tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka yang mengatakan bahwa saat kecil dulu aku pernah disembuhkan oleh seorang Vinera. Saat itu aku baru saja terjatuh dari balkon lantai dua, keadaanku kritis."

Geral membelalak kaget. "Aku tidak pernah mendengar bahwa kamu pernah terjatuh dari balkon?"

"Karna kejadian itu terjadi tepat setelah kak Ral pergi." Ucap Helen cepat.

Geral menatapnya Helen tidak percaya. "Jangan bilang, kamu berniat bunuh diri?!" Pekik Geral kaget.

"Kau gila?!" Sentak Helen cepat.

"Aku yang masih kecil begitu mana mungkin punya pikiran untuk bunuh diri, bodoh!" Ucap Helen kesal sambil memukul Geral. Dan Geral segera berusaha menghindari pukulan Helen.

"Astaga... Maaf, maaf. Aku kan tidak tahu. –Berhenti memukulku." Ucapnya memohon.

Helen pun berhenti memukuli Geral. "Habisnya kakak sangat menyebalkan!" Ucapnya kesal.

Geral meringis pelan. "Iya, iya. Aku bersalah." Ucap Geral sambil mengusap bahunya pelan. "Lalu selanjutnya bagaimana?" Tanyanya lagi.

"Aku tidak tahu. Setelah sadar aku hanya melihat para pendeta yang mengurusku. Besoknya aku melihat seorang anak perempuan yang sedikit lebih tua dariku. Dia memegang tanganku untuk waktu yang lama. Tepat setelah dia melepaskan genggaman tangannya dariku anak itu langsung batuk darah. Dan saat itu pula aku tahu bahwa anak itu lah yang sudah menyelamatkanku."

Have A Chance [Slow Update]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang