I'm Fine

1.1K 72 1
                                        

-
-
-
-
-
25 menit jaehyun menunggu akhirnya dokter keluar.

"Bagaimana keadaan istri saya dok?."

"Istri anda mengidap anemia,atau kekurangan darah, suplai darah yang membawa nutrisi dan oksigen ke otak akan berkurang. Akhirnya, aktivitas otak dapat terganggu dan membuat pengidapnya dapat pingsan secara tiba-tiba."

"Apa bisa sembuh dok?saya sangat khawatir?!.

"Tidak perlu khawatir, anemia adalah kondisi yang tergolong mudah disembuhkan. Umumnya, perawatannya mencakup konsumsi suplemen, makan-makanan sehat hingga menjalani prosedur medis."

"Syukurlah--."

"Istri anda juga sepertinya sering kebingungan?!"

"Aku tidak tahu dok,memangnya kenapa?"

"Begini td saat ia sadar kami menayakan sesuatu,ia tidak merespon ia hanya diam melihat kearah satu titik dan tiba-tiba ia sadar kembali akan keadaan sekitar dan melanjutkan sesuatu apa yg awal ia pikirkan."

"Kebingungan?Lupa?acuh?melanjutkan apa yang awal ia pikirnkan,apa mungkin saat itu ia juga seperti itu padaku?"Gumamnya pelan.
" Tapi kenapa bisa ia seperti itu dok?!"Tanyanya.

"Dia Terlalu banyak yang difikirkan atau stres.Pernah mengalami kecelakaan?,,, dan mengakibatkan benturan keras pada kepala. Demensia. Kekurangan oksigen.dan itu juga ia sering pingsan tiba-tiba."

Jaehyun hanya mengangguk paham.

"Aahh terimakasih dok,apa saya boleh melihatnya?"

"Tentu,kalu begitu saya pamit." Ucap dokter dan berlalu meninggalkan jaehyun.

Jaehyun masuk kedalam ruangan dan melihat keadaan taeyong,taeyong sudah terbangun dan melihat kearahnya.

"Jae kenapa kau disini?dan kenapa aku ada dirumah sakit?"

"Kau td pingsan,dan aku cemas lalu membawamu kesini."

"Pingsan?Ahh tidak usah khawatir aku sering seperti itu hha." Ucapnya.

Jaehyun hanya tersenyum dan mengusap punggubg tangan taeyong.

"Apakau pernah mengalami kecelakaan?." Tanya jaehyun.

"Kecelakaan?" Taeyong mencoba mengingat-ngingat.
"Itu sudah lama sekali,kalau tidak salah 5 tahun yg lalu." Jawabnya santai.

"Maafkan aku"

"Kenapa minta maaf?"

"Karena aku tidak ada di sampingmu saat itu,.Dan ya kenapa kau bisa kecelakaan?."

"Aku lupa,tapi yg pasti saat aku sedang didalam mobil tiba-tiba saja merasa sesak dan saat itu pula aku hilang kendali dan menubruk tembok jembatan,itu juga kalau tidak salah aku lupa."

Jaehyun memeluk taeyong erat,taeyong tersenyum,membalas peluka jaehyun.

"Sekali lagi maafkan aku."

"Tak apa,dan juga jika aku pingsan tiba-tiba saat berada didekatmu biarkan saja,aku hanya pingsan sebentar dan sadar kembli."

"Kenapa kau tidak pernah kerumah sakit?"

"Aku tak ingin"

"Hmm baiklah."

"Aku akan pulang jae,taeil belum makan."

"Taeil sudah makan bersama bibi."

"Ah ayukurlah."

"Taeil td mengkhawatirkanmu,apa dia baru melihatmu seperti ini?"

"Sepertinya iya,karena aku sudah jarang pingsan secara tiba-tiba,dan kalaupun aku pingsan itu saat aku dikantor dan saat menonton tv,sampai-sampai bibi membiarkanku seperti itu karena katanya takut menganggu tidur kkk lucu sekali mereka."

"Kau ini,Aku ingin pulang sore ini titik."

"Baiklah kalau kamu baik-baik saja"





















Sore menjelang malam...

"Oke pasien diperbolehkan pulang jangan lupa diminum obatnya dan juga sehat selalu." Ucap sang dokrer.

"Terimakasih dok."-Jaehyun.

Dokter pamit,taeyong dan jaehyun berjalan ke mobilnya,jaehyun sudah membayar biaya administrasinya.

Saat di perjalanan taeyong memegang perutnya,dan mengeluh pusing dan mual,jaehyun hanya berkata apa kau baik baik saja?,karena ia pikir itu gejala yg tadi dokter bilang.

"Jaeh hentikan dulu mobilnya aku pusing."

Jaehyun menghentikan di tepi jalan,dan memijat kepala taeyong.

"Kau ingin muntah?"

"Tidak jadi,aku sudah mendingan kok"

"Ahh syukurlah."

"Ayok jalan lagi,aku tidak sabar ingin bertemu taeil."

"Hh" Jaehyun mengusap lengan taeyong dan melajukan mobilnya lagi.

Rumah...

"Appa kapan pulang bibi?" Tanya taeil di pangkuan si bibi.

"Sebentar lagi,td daddymu menelfon katanya dia sedang di jalan."

"Tapi kenapa lam---"

Ting nong

Tibg nong

"Mungkin itu appa,cepat bibi kesana buka pintunya."

"Iya,astaga kamu ternyata berat ugh"

"Kan appa yang urus taeil kk."

Si bibi tersenyum dan membuka pintu.

"Appa!!!!"

"Astaga taeil kasian bibi,turunin aja bi."

"Ah tidak apa-apa."

"Sini kamu turun sayang kasian bibi berat gendong kamu." Taeyong mengangkat tubuh taeil.

"Omo kamu semakin berat "

"Hikkss,,,"

"Kenapa?menangis?."

"Taeil khawatir sama appa,apa appa baik-baik saja hiks.."

"Shhuut Uljima sayang."

Taeil mempererat pelukannya,jaehyun pun menyuruh mereka masuk dulu karena taeyong mu gkin lelah.

"Taeil sayang turun kasian appa." Ucap jaehyun.

"Ahh mianhae appa" Taeil buru-buru turun dan menuntun taeyong duduk.

"Appa suda makan?"

"Sudah"

"Taeil sayang biarkan appa tidur dulu yah suruh istirahat."

"Ayok appa kita kekamar"Taeyong mengangguk.








" Appa tidur ne,kalau ada apa-apa panggil taeil"Ucapnya menyelimuti taeyong.

"Iya taeil sayang"

"S.tidur appa,,,_chup,,,,daddy jangan ganggu appa sana keluar"Taeil berjalan mendorong jaehyun.

"Tidak akan,daddy akan menjaga appa-"

"No,,,no,,no sekarang daddy keluar,dadah appa" dan menutup pintunya.

Jaehyun memangku taeil"Anak daddy perhatian banget sama appanya."

"Harus!!!"

"sekarang kita bobo yah?"

"Ye"














TBC

Kesempatan?[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang