Birth

1.4K 35 21
                                        

Jaehyun menghampiri Taeil yang sedang mengajak bermain putra kecilnya, si kecil tertawa terbahak-bahak khas bayi yang dia pikir lucu. Jaehyun senyum melihatnya.

"Taeil"

Taeil menghela nafasnya sewaktu mendengar suara yang tak asing baginya, ia langsung menggendong putranya hendaklah pergi.

"Daddy tau daddy salah. Sekali lagi maafkan daddy mu yang brengsek ini"

Taeil pergi begitu saja meninggalkan Jaehyun. Dia masih merasa marah kepada Jaehyun atas apa yang di lakukannya pada Taeyong. Entah kapan ia bisa memaafkan Jaehyun.

Singkatnya.

Usia kandungan Taeyong sudah menginjak usia 9 bulan. Jaehyun selalu bersama disisi Taeyong, selalu menuruti apa maunya.

Taeil sedikit demi sedikit mulai mengurangi rasa bencinya pada Jaehyun. Hanya saja dia belum benar-benar memaafkan Jaehyun.

"Kapan adikku lahir?"Tanya Jisung.

"Aku tak sabar melihat wajahnya"ucap Jeno menatap perut buncit Taeyong.

"Dia akan mirip siapa ya?"

"Pastinya aku"

"Iihh Jangan sampai mirip kamu no, aku gak mau"

"Memangnya kenapa? Kamu menyebalkan"

"Pokoknya gak mau, aku gak mau punya saudara yang mirip. Apalagi mirip kamu"

Pluk!

Jeno memukul kepala Jisung dengan botol kosong sampai Jisung mengaduh kesakitan mengelus kepalanya.

"Aku juga gak mau punya adik yang mirip kamu lagi"

"Hiiiiiist!"Jisung mengepalkan Tangannya.

"Apa?!"Jeno melototkan matanya menantang Jisung.

Taeyong yang pusing dengan tingkat kedua putranya langsung menarik keduanya untuk dia peluk.

"Mau mirip siapapun, nanti dia tetap adik kalian. Dan appa juga gak mau nantik adik kalian mirip kalian...ffftt"

"APPA!!APPA!!"

Jaehyun duduk berhadapan dengan Taeil sekarang di ruang tengah.

"Aku memaafkan mu, tapi ini demi appa dan adikku"setelah itu Taeil langsung pergi meninggalkan Jaehyun.

Jaehyun tersenyum, setidaknya ia bersyukur Taeil sudah mau memaafkannya dirinya. Mungkin masih butuh waktu agar Taeil bersikap sopan lagi padanya.

Membuka pintu kamar Jaehyun melihat Taeyong dan kedua putranya sedang tiduran di ranjang saling peluk sambil menonton sesuatu di layar hpnya.

"Lagi nonton apa sih?"ikut duduk di samping Jisung,mengelus kepalanya lembut.

"Gak tau gak jelas filmnya."Jawab Jeno bete.

"Gak jelas gimana?"

"Masa gajah bisa masuk kulkas"

"Namanya juga film"Jawab Taeyong sembari mengelus pundak Jeno.

"Tapi gak seru appa, seruan film kucing orange"

"Ya Ya Ya."

"Daddy~" Jeno berjalan kearah pangkuan Jaehyun dan memeluknya.

"Apa sayang?"mengecup kepalanya.

"Pengen beli mainan baru"

"Mainan kamu udah banyak sayang"

"Iya tuh denger apa kata daddymu"Saut Taeyong.

Tadi Jeno sempat merengek pada Taeyong ingin beli mainan baru tapi Taeyong menolaknya dengan mengatakan kalau mainan Jeno sudah menumpuk bersama mainan Jisung.

Kesempatan?[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang