Satu bulan kemudian...
Taeil dan doyoung sedang berada di cafe keadaan sedikit canggung karena selama 3 Minggu setelah kejadian itu mereka jadi sering salting saat bertemu dan jarang berbicara dan ini adalah untuk pertama kalinya dalam satu bulan ini mereka berduaan.
"Taeil...."Ucap doyoung sambil mengetuk-ngetuk kedua tangannya di paha.
"Ya?"
"Eum...aku..."
"Ya? Kamu?"
"Eum aku....mau---"Ucapnya terputus saat taeil menempelkan jarinya di bibirnya.
Taeil menggeleng kan kepalanya.
"Dengerin aku dulu"Ucap doyoung sambil menjauhkan jari taeil dari bibirnya.
"Oke yaudah apa? Jangan ngomong macam-macam,kalau kamu ngajak putus aku gamau!"
"Shut...shut..shut...enggak,dengerin aku dulu....aku hamil"Ucapnya pelan sambil menutup mulut taeil.
Taeil melotot mendengar perkataan doyoung,pikirnya doyoung tidak bisa hamil.
"Kamu harus tanggung ja---"
"Gak!"Potong taeil.
Doyoung terdiam setelah taeil mengatakan itu,ia lalu menggeleng sambil menangis.
"Hikss...ke.. kenapa?..bukannya..kamu bi..bilang..ka..kal..kalau aku hamil kamu bakalan tanggung jawab"Ucap doyoung dengan air mata yang terus bercucuran membasahi pipinya.Ia merasa dibodohi oleh taeil dan ia merasa dikecewakan olehnya.
"Enggak bukan gitu maksudku...aku bilang 'gak' karena aku masih belum percaya...kamu jangan nangis malu diliatin orang-orang...iya iya aku mau tanggung jawab"Jelas taeil.
Akhirnya doyoung tersenyum kembali dan menghapus air matanya lalu memeluk taeil erat sekali.Taeil membalas pelukan doyoung lebih erat.
"Kenapa.kamu menangis?"Tanya taeil sambil pindah duduk jadi disampingnya karena barusan mereka sedang berhadapan.
"Aku pikir kamu gak bakal.tangvung jawab"
"Haha maafin aku,kamu tadi salah paham"
Doyoung mengangguk,lalu taeil menarik baju doyoung keatas dan doyoung malah menampar tangannya.
"Kamu mau ngapain?! Jangan mesum!?"
"Enggak,aku cuman mau pegang perut kamu aja mau kenalan sama Dede bayi"Ucapnya sambil mengedipkan sebelah mata.
"Oh"
Doyoung akhirnya mengangkat bajunya sedikit dan memasukan tangan taeil kedalam perutnya lalu menutup tangan taeil menggunakan bajunya.
Taeil menarik baju doyoung dan menceium perutnya doyoung lalu ia mengusap perutnya.
"Ih Hyung aku malu.."Ucap doyoung dan menjauhkan kepala taeil dari perutnya.
"Berapa Minggu?"
"Empat menginjak empat minggu,aku periksa ke dokter kemarin saat aku mual-mual"
"Usahaku"Ucapnya santai.
"Ehk!"Doyoung menepuk jidat taeil.
"Sekarang ayok kita kerumah aku dulu,kita harus jelasin kemereka habis itu kekeluarga kamu kalau aku bakal nikahin kamu"Ucapnya dan menarik tangan doyoung keluar dari dalam cafe.
-
-
-
"Sudah jaehyun"Ucap Taeyong dan mendorong jaehyun agar menjauh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesempatan?[END]
Fanfiction"Hiks Jae lo harus tanggung jawab hikks" "Gak Gw Gamau Tanggung Jawab Gugurin aja kandungannya,gw gabutuh bayi itu" "Hiks tidak akan,aku tidak akan menggugurkannya!" "Maaf ge tak bisa,gw gabutuh bayi itu!"lalu pergi meninggalkan Taeyong.dalam hati i...
![Kesempatan?[END]](https://img.wattpad.com/cover/265057417-64-k485333.jpg)