Melamun. Sedari tadi Taeyong hanya duduk di ranjang sambil melamun entah memikirkan apa. Jaehyun yang melihatnya hanya bersikap acuh karena jika ia mengajak bicara, Taeyong pasti takkan mau menjawabnya.
Buktinya tadi saja, setelah di kamar Jeno dan Jisung. Jaehyun mengajak bicara Taeyong tapi Taeyong hanya diam tak mau menjawab.
"Tae."Ucapnya Jaehyun yang tak tahan. Ia kemudian memeluk Taeyong dari belakang sambil duduk lalu menciumi leher dan pipinya Taeyong."Jangan melamun terus,tak baik. Kau sedang melamun kan apa?"
'melamun kan bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan bukti kau berselingkuh lalu kita bisa berpisah supaya aku tak tersakiti lagi seperti ini'
Taeyong menggeleng."Ani. Aku tak melamun memikirkan apa-apa"Bohong nya yang membuat Jaehyun sedikit kesal karena Taeyong berbohong. Jelas-jelas sedari tadi Taeyong melamun.
"Kau berani berbohong yah"Greget Jaehyun kemudian mengigit telinga Taeyong pelan yang membuat Taeyong tertawa karena geli begitupun Jaehyun. Ia ikut tertawa.
'andai saja kau tak berselingkuh, mungkin kita akan hidup bahagia selamanya'
"Kamu agak gemukan"Ujar Jaehyun sambil mengelus-elus perut Taeyong dan mencubit pipi tirus Taeyong yang menjadi tembem."Makin sayang jadinya aku"
Entahlah, rasanya sangat nyaman sekali ketika Jaehyun mengelus-elus perut nya. Juga perasaan nya menghangat ketika Jaehyun mengatakan makin sayang.
"Aku ingin"Ucap Taeyong.
"Ha? Ingin apa?"
"Setiap kali kita bercinta kau yang selalu awal meminta. Jadi sekarang aku yang meminta"
"Bukannya semalam-"
"Aku ingin lagi,kali ini aku yang meminta"
Tentu Jaehyun senang akan hal itu. Seakan mendapatkan lampu hijau,ia langsung menidurkan Taeyong dan mencumbuinya.
***
"Kau tak ke kantor?"Tanya Taeyong yang masih tiduran tanpa busana dengan Jaehyun yang masih memeluknya.
Cup.
"Sedang tak ingin. Entahlah,aku merasa selalu ingin menempel denganmu"
Cup.
Jaehyun mengecup pundak Taeyong. Lalu mengukung nya lagi. Sekarang wajah mereka saling berhadapan.
Cup.
"Berhenti menciumi ku"Kesal Taeyong yang kesal namun ia suka. Lalu ia mengalungkan tangannya ke leher Jaehyun.
"Kau cantik"Ucap Jaehyun sambil tersenyum."Dan semakin menggemaskan"
Taeyong terkekeh."Minggir,aku mau mandi."
Cup.
"Mandi bersama"Jaehyun kemudian menggendong Taeyong seperti koala menuju kamar mandi.
Setelah mandi. Mereka berdua membereskan tempat tidur mereka. Setelah itu Jaehyun kembali memeluk Taeyong.
"Kenapa aku selalu ingin menempel denganmu? Rasanya seperti ada yang menarik ku"Ujar Jaehyun.
'Mungkin calon anak kita yang ingin di peluk oleh kau'
"Siapa namja itu"Kata Jaehyun dengan ekspresi datar menatap Taeyong.
Taeyong kembali diam. Apa maksudnya Jaehyun? Ia benar-benar tak mengerti.
"Aku tidak tau Jaehyun apa maksudmu"
"Haah... Percuma aku bertanya padamu,kau akan tetap takkan mengaku"Ucapnya putus asa lalu melepaskan pelukannya.
"Aku benar-benar tidak mengerti Jaehyun. Namja? Namja yang mana? Aku tak pernah--"
"Diamlah!"Bentaknya.
Taeyong benar-benar sakit hati dengan perkataan Jaehyun. Apalagi Jaehyun barusan membentaknya. Matanya berkaca-kaca lalu ia mengusap matanya.
Drrrt. Drrrt. Drrrt.
Taeyong melirik kearah meja, tepatnya melihat kearah handphone Jaehyun yang bergetar. Saat ia akan mengambilnya Jaehyun lebih dulu mengambilnya.
"Telefon dari siapa?"Tanya Taeyong.
"Bukan urusanmu"Jawabannya sambil berjalan menjauh menatap layar handphone.
Taeyong menangis dalam diam.Kenapa ia seperti ini? Apa ini karena efek jika ia sedang hamil?.
Tak lama Jaehyun kembali ke kamar dan mengganti pakaian nya. Lalu pergi begitu saja tanpa berpamitan.
'ini kesempatan ku untuk mendapatkan bukti yang lebih kuat'
Ia bergegas mengambil kunci mobil lalu mengikuti Jaehyun dari kejauhan. Di rumah sedang tak ada siapa-siapa. Taeil dan Doyoung entah kemana, mobilnya juga gak ada.
"Kamu ingin selalu bersama dengan Daddy mu hmmm? Maaf,appa tak bisa."Ujar Taeyong sambil mengelus perutnya.
Mobil Jaehyun berhenti di sebuah tempat. Lalu Taeyong memberhentikan mobilnya dari kejauhan. Di lihatnya Jaehyun keluar dan berjalan menghampiri seorang Yeoja yang berperut buncit.
"Apa itu? Hiks... Ternyata benar? Jaehyun kenapa kau melakukan nya? Kau menyakiti ku... Hiks.."Taeyong menangis saat melihat Jaehyun mencium bibir Yeoja itu lalu menggandeng nya masuk kedalam mobil.
Ia kemudian mengikuti kemana perginya lagi mobil Jaehyun. Tapi setelah itu Taeyong mendapatkan telefon dari Taeil.Ia lalu mengangkat nya.
"Hallo?"
(Appa. Kenapa suara appa seperti habis menangis?)
"Ah itu-"
(Karena si Jung kan?)
"Ya"
(Jangan menangisi nya! Appa tenang saja,aku sedang mengikuti nya,aku akan mendapatkan bukti supaya appa dan si Jung cepat berpisah)
"Hah? Kau mengikuti nya? Sejak kapan?"
(Aku dan Doyoung tadi sedang jalan-jalan,dan tak sengaja melihat si Jung keluar dari dalam mobil lalu membawa yeoja itu masuk kedalam mobil)
"K-kk-kau?"
(Aku sudah memfoto beberapa. Nanti akan aku kirimkan ke appa,supaya appa percaya kalau si Jung itu benar-benar berselingkuh. Dan appa bisa dengan cepat dan mudah berpisah dengannya)
"Tapi appa juga sedang mengikuti nya"
(DAEBAK! Berarti appa melihatnya kan tadi?)
"Yaa. Appa melihatnya."
(Sekarang appa percaya kan?)
"Ne. Appa percaya jika si Jung, berselingkuh"
(Baguslah. Aku juga kesal dengan appa karena masih ingin mempertahankan si Jung. Tapi setelah ini,ku harap kalian berpisah. Aku benci melihat appa bersedih karena di sakiti si Jung)
"Kamu di mana sekarang?"
(Di jalan. Kalau kita sama-sama sedang mengikuti nya. Nanti kita langsung Labrak mereka)
Taeyong memutuskan sambungan. Ia memukul setir nya meluapkan rasa emosinya.
"SI JUNG BRENGSEK JAEHYUN! AWAS SAJA KAU! hiks..."
To Be Continued.
Triple up.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesempatan?[END]
Fanfiction"Hiks Jae lo harus tanggung jawab hikks" "Gak Gw Gamau Tanggung Jawab Gugurin aja kandungannya,gw gabutuh bayi itu" "Hiks tidak akan,aku tidak akan menggugurkannya!" "Maaf ge tak bisa,gw gabutuh bayi itu!"lalu pergi meninggalkan Taeyong.dalam hati i...
![Kesempatan?[END]](https://img.wattpad.com/cover/265057417-64-k485333.jpg)