Jeno berjalan sambil menunduk kearah Taeyong yang sedang memeluk kedua lututnya di atas ranjang. Ia tak seharusnya membenci appa nya. Karena yang bersalah adalah Daddy nya. Ia cukup mengerti apa yang di ucapkan Taeil.
"Appa... Mianhae"Ucap Jeno sambil memeluk Taeyong. Taeyong mendongak menatap kearah Jeno. Ia kemudian tersenyum sambil mengangguk lalu memeluk Jeno.
"Kau tak apa kan jika appa dan Daddy berpisah? Nanti kita awali hari-hari kita tanpa adanya Daddy"
Jeno hanya diam tak mampu menjawab. Cukup berat menerima kenyataan jika orang tua mereka akan berpisah.
"Mianhae Jeno ya. Appa harus melakukan ini."Ucap Taeyong pelan sembari mengelus kepala Jeno.
Jeno menatap Jisung yang sudah tertidur di ranjang sambil meluk guling. Lalu ia menatap Taeyong.
"Jika appa dan Daddy bercerai. Appa Jeno masih bisa bertemu dengan Daddy?"Tanya Jeno polos.
"Sepertinya"Jawabnya tak yakin.
Brak!
Jaehyun tiba-tiba masuk kedalam kamar mengagetkan Jeno dan Taeyong. Di lihatnya mereka berdua, tangan Jaehyun di perban dengan wajah yang babak belur.
"Daddy kenapa?"Kaget Jeno sambil berdiri.
Jaehyun berjalan pincang kearah Taeyong kemudian memeluknya erat."Yong hiks maafkan aku"
Dengan perasaan masih emosi. Taeyong melepaskan pelukannya sekaligus mendorong Jaehyun menjauh.
Bisa-bisanya si Jaehyun meminta maaf setelah cukup sakit menyakiti perasaannya untuk yang kedua kalinya.
"Yong... Hiks... Maafkan aku. Kumohon,aku tak ingin berpisah denganmu"Ujar Jaehyun penuh permohonan.
Mata Taeyong berkaca-kaca."Dua kali hiks..."Ucapnya bergetar."Ini untuk kedua kalinya kau menyakitiku!"
"Aku—"
"Kau ternyata tak pernah berubah Jaehyun. Kau tetap sama brengsek nya dengan yang dulu. Aku memberikan mu kesempatan tapi sementara kau sekarang menyia-nyiakan kesempatan yang kuberikan. Aku menyesal memberikan kesempatan kepada mu."
"Aku melakukan ini karena ulah dirimu sendiri Yong. Kau juga berselingkuh di belakangku."
"CUKUP! Semuanya yang kau ceritakan itu tak benar!"
"Hiks... Kau juga sama brengsek nya. Aku melakukan ini karena aku ingin balas dendam padamu karena kau juga berselingkuh Yong"
"HUWAAA"Jeno menangis sekeras-kerasnya kemudian Taeyong menggendong Jeno.
"Cukup Jaehyun! Semua yang kau katakan itu tidak benar! Kau hanya mencari alasan saja!"
"Alasan apa! Kau tanyakan saja pada sekertaris Kim! Aku dan dia melihat mu masuk kedalam kamar hotel dengan namja lain!"
"JAEHYUN!"
"APA!"
Brak!
Taeil masuk kedalam kamar karena mendengar suara ribut.
"Oh. Kau belum puas ya Jung?"Tanya Taeil sembari melipat lengan bajunya.
"Taeil! Asal kau tau saja! Dia juga berselingkuh!"
"Jika dia berselingkuh kenapa kau juga berselingkuh? Seharusnya kau labrak dia!"
"Taeil!"Cegah Taeyong saat Taeil dengan sigap akan menghajar Jaehyun lagi.
"Cukup appa. Aku sudah muak dengan bajingan ini"
"Sudahlah Taeil. Appa akan berpisah dengannya. Dia sudah babak belur seperti itu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesempatan?[END]
Fanfiction"Hiks Jae lo harus tanggung jawab hikks" "Gak Gw Gamau Tanggung Jawab Gugurin aja kandungannya,gw gabutuh bayi itu" "Hiks tidak akan,aku tidak akan menggugurkannya!" "Maaf ge tak bisa,gw gabutuh bayi itu!"lalu pergi meninggalkan Taeyong.dalam hati i...
![Kesempatan?[END]](https://img.wattpad.com/cover/265057417-64-k485333.jpg)