Happy Reading!
.
.
.
.
Setelah kepergian dari rumahnya. Taeyong merasa sakit menerima kenyataan bahwa dirinya dan Jaehyun sekarang sudah tidak bersama lagi. Ia menangis sejadi-jadinya menangisi kejadian yang menimpanya. Haruskah berakhir seperti ini? Taeyong tak percaya ini.
Jeno dan Jisung hanya bisa diam saja melamun ikut memikirkan ternyata Appa dan Daddy mereka sudah tidak akan tinggal bersama lagi, mereka sudah berpisah dengan Daddy mereka. Rasanya berat sekali menerima kenyataan jika mereka berdua harus berpisah dengan Daddy mereka,tanpa orang tua yang lengkap.
"Memangnya Daddy beneran sejahat itu ke Appa ya Hyung?"Tanya Jisung ke Jeno sambil melamun.
"Aku tidak tahu. Tapi melihat Appa yang seperti itu,aku tidak tau harus memihak kepada siapa,apa aku harus memihak kepadaAppa atau memihak Daddy. Aku tidak pernah memimpikan ini terjadi,yang aku impikan adalah hidup bahagia bersama keluarga dengan lengkap."Kata Jeno panjang lebar kemudian memeluk kedua lututnya.
Tepat saat mobil mereka akan menyebrangi perempatan jalan,tiba-tiba saja sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menghantam mobil mereka...SRINGGG BRAK.... sampai orang di dalam mobil sana begitupun mobilnya terbanting dan terpental berputar beberapa kali dan terdiam dengan posisi terbalik sampai membuat orang di dalam mobil tak sadarkan diri dengan banyak luka di sekujur tubuhnya.
"Ap-pa"Ucap Jeno yang masih tersadar melihat tubuh Taeyong tergantung terbalik tak sadarkan diri.
Ia berusaha menggapai Taeyong namun tidak bisa sampai semuanya menjadi gelap.
Jalanan menjadi ramai karena ada empat mobil yang menjadi korban tergeletak di tengah jalan dan yang paling parah adalah keadaan mobil yang di tumpangi Jeno. Mobil yang lain hanya bergeser posisi dengan belakang mobil mereka yang rusak akibat tertabrak oleh mobil tadi.
Banyak orang syok dengan kejadian barusan, sebagian orang mencoba menelfon polisi untuk datang ke tempat kejadian dan sebagian nya lagi hanya menatap kearah jalanan sampai diantara mereka tersadar melihat sebuah mobil yang mengeluarkan asap.
Dengan segera dia memanggil orang-orang untuk membantu mengeluarkan orang yang ada di dalam sana dengan susah payah karena posisinya terbalik.
"Di dalam ada dua orang anak kecil dan satu orang dewasa. Segera keluarkan cepat!!"Panik seorang Yeoja yang melihat Jeno dan Jisung juga Taeyong di dalam sana.
"Kita sedang berusaha!!"Panik beberapa orang Namja yang mencoba mengeluarkan Jeno dan Jisung dari dua arah.
"Mobilnya takkan meledak tapi keluarkan saja orang di dalamnya! Agar lebih mudah mengevakuasi korban!"
Sampai beberapa ambulance dan polisi datang untuk mengevakuasi korban kecelakaan mobil. Beberapa polisi membantu warga sekitar mengeluarkan Taeyong dari dalam mobil dengan susah payah sampai akhirnya Taeyong bisa di keluarkan dari dalam mobil oleh polisi dan warga lalu membawanya kedalam ambulance untuk di larikan ke rumah sakit.
.
.
.
Malamnya, Taeil duduk di luar rumah Suho menunggu kedatangan Taeyong yang tak kunjung datang juga. Padahal ini sudah sangat larut malam seharusnya Taeyong sudah sampai sejak tadi sore.
Perasaan nya merasa tak enak,tak nyaman juga gelisah. Di telefon tidak diangkat-angkat, begitupun ponsel yang Jeno pegang,tidak pernah satu kali pun diangkat.
Suho juga sudah menelfon beberapa kali namun tak kunjung di angkat. Yang membuat dirinya merasa khawatir dengan keadaan Taeyong sekarang.
"Sebaiknya kita kembali saja, kita cek ke sana siapa tau Appa mu dan anak-anak masih di rumah sana"Kata Suho dan Taeil pun mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesempatan?[END]
Fanfiction"Hiks Jae lo harus tanggung jawab hikks" "Gak Gw Gamau Tanggung Jawab Gugurin aja kandungannya,gw gabutuh bayi itu" "Hiks tidak akan,aku tidak akan menggugurkannya!" "Maaf ge tak bisa,gw gabutuh bayi itu!"lalu pergi meninggalkan Taeyong.dalam hati i...
![Kesempatan?[END]](https://img.wattpad.com/cover/265057417-64-k485333.jpg)