hari ke 8 ^ Salsha wake up pliss^

126 20 15
                                    

Matahari telah menampakan sinarnya, pagi ini nampak seorang gadis yg masih setia memejamkan matanya , sejak kehilangan kesadarannya kemarin gadis ini nampak enggan untuk sekedar membuka mata .

Helen menyeka air mata yg jatuh dipipinya , saat memandangi anak gadisnya terbaring tak berdaya, ia merasakan kehilangan tingkah konyol gadis kecilnya ini , bahkan ia merindukan ocehan putri semata wayangnya setiap ia akan mandi .

"Iih bunda kan Salsha udah bilang jangan bangunin Salsha mepet gini”
“bun odol Salsha abis ”
“bun sabun yg ini gak terlalu enak wanginya ”
“bun .. handuk Salsha mana ? ”

Helen terkekeh kecil mengingat tingkah sang putri , namun air matanya kembali menetes saat ia mengingat perkataan Nasya .

“kenapa harus kamu nak ?? , Dari jutaan orang kenapa harus anak bunda ??" Gumam Helen yg masih setia menggenggam jari jemari Salsha .

“bunda ngak mau kehilangan kamu sayang , bunda mohon jangan tinggalin bunda nak ”

Helen beranjak dari duduknya membiarkan Salsha terlelap sendiri , sebenarnya ia tak tega bila harus meninggalkan anaknya sendiri namun nampaknya ada beberapa hal yg harus ia urus .

******$

Dilain tempat

Aldi nampak asik dg sebatang rokok yg ia selipkan di antara jari nya , sesekali ia hembuskan kepulan asap berwarna putih keudara dan mengisapnya kembali .

“woy di .. galau amat kayaknya , kenapa lu ? ” tanya Iqbaal yg telah duduk disampingnya .

“kagak ” jawab Aldi singkat

“elah , baru aja kemaren gue liat lu berseri seri sekarang udah murung lagi , Bu bos mana sih ?”

Pertanyaan Iqbaal lantas menarik perhatian Aldi untuk menatapnya .

“ooh lagi berantem sama Bu bos ya ? , Pantesan galau " ucap Iqbaal dg entengnya .

“siapa ?" Tanya Aldi dg tatapan yg mematikan .

"Yee biasa aja matanya bos , , Bu bos kita ya Salsha lah siapa lagi?"

"Bacot lu , gue gak ada urusan lagi sama dia " jawab Aldi tak santai

"Lah kenapa di ? , Dia udah ada gebetan ?? "

"Bukan urusan Lo "

"Elah jawab aja ke kenapa ?"

"Gak usah bahas tentang Salsha bisa ?"

"Iya .. iya .. "

Tak lama dari obrolan tsb , nampak seorang pria dg tubuh gempal berlari ke arah Iqbaal dan Aldi .

"Woy dicariin ternyata bolos kalian "

"Apaan sih ki, kaya kagak biasa aja ?"jawab Iqbaal santai , ya pria itu adalah Rizki .

"Eeh gawat , sekolah mau diserang sore ini , gue dapet info dari Rendi " ujar Kiki dg nafas yg masih terengah-engah .

Street ..

"Wah anj** lu ki " ucap Iqbaal yg mendapati es nya telah raib .

"Aus baal " ujar Kiki setelah selesai menyeruput es teh yg diambilnya dari tangan Iqbaal .

"Gimana ni di ?" Tanya Iqbaal yg melihat Aldi tak merespon sana sekali

"Biarin aja lah , gue LG males berantem" jawab Aldi

"Hah ?? , Serius lu ?? Terus gimana??" Tanya kuku bertubi-tubi

" Ya gak gimana-gimana, biarin aja mereka nyerang , kita gak usah serang balik , kita pulang aja ke rumah " jelas Aldi

Just Love MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang