"Apa kau tau mengapa aku mendengarkan radio itu setiap saat?"
Harry bungkam ketika Ron mulai berbicara kembali. Pria berambut merah itu mulai mengatakan hal hal yang kasar semenjak ia mengenakan horcrux yang melingkar di lehernya.
"Untuk memastikan aku tak mendengar nama Ginny, atau Fred, atau George, atau ibu—"
"Kau pikir aku tidak mendengarkan juga?" Potong Harry. "Kau pikir aku tak tahu rasanya ini?"
"Tidak! Kau tidak tau rasanya ini! Orang tuamu sudah mati! Kau tidak memiliki keluarga."
Amarah Harry mulai terpancing. Ia menabrakkan tubuhnya pada Ron dan mulai berkelahi. Hermione berteriak mencoba melerai keduanya. Namun apa dayanya, kedua sahabat laki-lakinya itu sangat keras kepala. Sampai akhirnya keduanya berhenti ketika Harry berteriak.
"Go then!" ucap Harry berteriak. "Fine."
Semuanya terdiam. Nafas Ron memburu. Ia melepaskan Horcrux yang ada di lehernya dengan kasar. Hermione yang melihat itu terlihat kecewa, terlihat dari tatapan matanya yang sakit.
Ron menatap Hermione. "Lalu, kau?"
Gadis itu terdiam.
"Kau ikut atau tetap di sini?"
Hermione tak bisa mengeluarkan satu kata pun dari mulutnya. Ia menoleh ke arah Harry kemudian ke Ron lagi, menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang terjadi di depannya barusan.
Ron seolah-olah tau apa yang dipikiran Hermione, lelaki itu terlihat kecewa. Diliriknya Harry sejenak. "Fine. I get it. Aku melihat kalian berdua malam itu."
"Ron! That's nothing!"
"Lanjutkan. Kau tau, aku muak dengan semua ini." Ron menatap Harry dan Hermione secara bergantian dengan tatapan marah dan kecewanya. "Aku akan mencari Celine."
***
Angin laut.
Ombak laut.
Semua itu terlihat menenangkan untuknya. Kaki polosnya itu menginjak pasir yang baru saja terkena ombak air laut.
Terlintas dipikiran Celine untuk terus berjalan lurus ke depan dimana ia bertemu dengan laut. Rasa ingin menenggelamkan diri di samudera sana.
Semua ini terjadi begitu saja. Ia tak pernah merasa seterancam seperti ini. Dirinya tak pernah setakut ini pada dunia.
Apakah semua ini akan berakhir bahagia? atau bahkan lebih buruk lagi.
Pertanyaan itu selalu terbayang tiap detik di otaknya.
Suara langkah kali terdengar di belakang, membuatnya menoleh. Bill Weasley berjalan ke arahnya dengan kedua tangan yang berada di saku celananya. Wajah Bill memang sedikit hancur karena ulah manusia serigala, tapi itu tak membuat Celine takut hanya karena rupanya yang berubah.
"Anginnya kencang. Kau tak takut akan tertarik oleh ombak?" ucap Bill ketika ia berdiri sejajar dengan Celine.
Celine terkekeh tanpa menoleh kembali ke arah Bill. "Kau tau ombaknya mulai membesar tapi kau sendiri berjalan ke arahnya."
Pria itu hanya tersenyum mendengarnya. Sudah lama ia tak berbicara dengan Celine berdua karena pekerjaannya yang menyibukkannya dan juga dengan apapun yang berkaitan dengan Pangeran Kegelapan.
"Aku bosan, Bill. Semenjak Ginny kembali ke Hogwarts aku sedikit merasa kesepian. Kenapa kalian membiarkannya kembali ke Hogwarts?"
"Itu permintaanya sendiri. Dia keras kepala, kau tau dia seperti apa." Celine mengangguk mengerti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love and Death
Fiksi PenggemarCeline Abrianna Pevensie. Hidupnya dibayang-bayangi oleh kematian. Orang-orang yang ia cintai selalu meninggalkannya di waktu bergantian. Orang tuanya, keluarganya, temannya dan bahkan kekasihnya yang sampai sekarang masih ia cintai dibunuh oleh par...
