Diputar ya lagu di atas hehe biar makin menjiwai.
Al pov
Dua tahun belakangan ini adalah hari-hari terberat yang pernah aku jalani. Terkubur dengan rasa yang masih sepenuhnya untuk Ey. Aku pengecut, aku pecundang dan aku layak dapatin semua ini.
Tapi, kenapa harus aku yang mengalaminya?
Sesuatu yang bukan dariku menghajar keras seakan-akan aku ini robotnya. Aku terpaksa, aku terpaksa menyakiti hati wanita yang kusayangi. Dia sekarang membenciku, sangat. Bahkan dia telah berhasil melupakanku. Wanita yang bersamanya saat ini pantas untuk mendampinginya.
Aku yang salah, berani-beraninya pakai hati.
“Putusin Andien!”
“Apa urusannnya sama lu?”
“Hahaha gua tau semua info tentang lu, gua tau semua rencana lu, gua tau semua kebusukan lu. Kalau lu gamau semua aib lu kebongkar sebaiknya lu putusin dia. Atau dia tau sendiri dan dia bakal benci banget sama lu,”
***
Author POV
“Heh muka lu kenapa lagi micin? Kek belum disetrika,”
Billy menegur Andien yang sejak tadi cemberut sambil meilhat layar ponselnya.
“Heh ayam sayur, muka lu kayak kayu kering,” balas Andien.
“Si anjir lembek dong muka gue? Heh gini-gini juga udah banyak nalukin para burung,” ucap Billy bangga sambil mengusap dagunya.
“Enakan juga bebek,”
“Lu belum aja cobain burung,”
“Lu belum aja cobain bebek,”
“Gue ga nafsu,”
“Ya gue juga ga nafsu,”
Mereka masih saja seperti yang dulu, memperdebatkan hal yang sebenarnya tidak perlu.
“HIih buruan makan itu bakso lu dingin bego! Mana mie-nya udah ngembang tuh kayak pipi lu,”
“Kok lu body shamming sih pantat onta!” jawab Andien tak terima.
“Makanya buru dimakan,”
“Lu aja deh yang makan nyet, gue kenyang. Tenang masih perawan kok itu belum gue obok-obok,”
“Canda perawannnn,” canda Billy.
“Ehmm.. Bill,”
Slurp slurp “Apaan?”
“Si Al,”
Billy yang mendengar nama itu langsung menghentikan aktifitas makannya. Ia melirik sekilas kemudian melanjutkan acara makannya.
“Kenapa sama dia?” tanya Billy datar.
“Kok dia bisa tau kita ada acara di rumah lu? Dan tujuannya apa datang ke sana? Siapa yang ngundang?”
“Lah mana gue tau? Dikata gue detektif conan. Tanyain aja langsung ke orangnya,”
“Yakali,”
“Emang lu belom bisa lupain dia?”
“Lu tau kan gue kalau pacaran ga pernah main-main, pasti serius. Apa yang bisa gue kasih pasti gue kasih sepenuh hati gue. Ya gue kira, gue udah berhasil lupain dia dua tahun ini, gue kira heeling gue berhasil. Ternyata pas dia hadir, gue sadar dia masih punya tempat di hati gue Bill,”
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu Kok Bangsad?! [TAMAT]
RomanceWARNING! Dicerita ini banyak kata kasar dan adegan gxg18+. Bagi homophobic jauh-jauh deh. Sangat menerima masukan; kritik dan saran. Tapi harus sopan ya:) #1 in Mencari Jati Diri 13 maret 2019 #1 in Wuqian 13 Maret 2019 #3 in Dilrabadilmurat 6 Juni...
![Kamu Kok Bangsad?! [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/180129336-64-k623898.jpg)