AUTHOR POV
"Kita mau kemana sih, Ey?" tanya Al dari balik punggung Ey. Yang ditanya diam saja tanpa sepatah kata. Ey sedang fokus mengendarai motor bebeknya.
"Eyyy...."
"..."
"Iihh kok diem si ditanyain juga,"
"..."
"Sayang..."
"..."
"Ey sayang, ihh.."
"..."
Tak kehabisan cara, Al mencari perhatian Ey dengan menulis sesuatu dipunggung pacarnya menggunakan jari telunjuk. Ia menuliskan huruf E dan Y. Sang empunya punggung tersenyum dibalik helm-nya. Ada saja kelakuannya.
Ey meraih tangan Al dan melingkarkan di perutnya. Dengan senang hati Al memeluk erat tubuh kesayangannya itu. Ia menyenderkan tubuhnya mencari posisi ternyaman pada punggung Ey.
"Al sayang banget sama Ey walaupun Ey cuek, dingin, kaku dan jelek," bisik Al dipunggung Ey yang sudah pasti ga kedengaran.
Perjalanan yang cukup jauh hingga Al tertidur dipunggung pacarnya. Sebenarnya kemana Ey membawa Al pergi? Matahari sebentar lagi pergi tenggelam.
Ey sengaja menggerakkan tubuhnya ketika tempat tujuan mereka hampir sampai, agar Al bangun dari tidurnya.
"Ehmm.. belum sampai ya?" tanya Al. Ey menjawab dengan sekali anggukan.
"..."
"Kita mau kemana sih? Aku penasaran tau,"
"Liat kembaran lu," akhirnya bersuara juga dia. Kirain pita suaranya udah diambil spongebob.
"Kembaran aku? Aku gapunya kembaran Ey, kamu halu deh,"
"Tunggu aja, bentar lagi juga kalian bertemu,"
Setelah perjalanan yang memakan waktu kurang lebih dua jam, akhirnya mereka tiba.
"Huaaaa... Ey, kok kamu tau aku suka pantai?"
Al turun dari motor dan berlari di pasir luas. Ia berlari bahagia di sana. Ey duduk di motornya memandang kekasihnya yang sedang melompat kesana-kemari itu. Sebuah senyuman tercetak dibibirnya.
"Eyyyy!" teriak Al. Ey turun dari motornya dan menyusul pacarnya.
"Apa?" tanya Ey dengan melipatkan kedua tangan pada dadanya.
Angin yang kencang membuat rambut panjang Ey menerpa wajahnya. Jarak mereka tidak begitu dekat, namun tidak juga begitu jauh. Berjarak lima langkah kaki.
"Kok kamu tau aku suka pantai?"
Masih dengan posisi berdiri pada jarak yang sama.
"Naluri," jawab Ey singkat dengan senyuman manisnya.
Al berlari dan melompat ke tubuh pacarnya. Dengan sigap Ey menangkap tubuh itu.
"Makasih sayang, aku senengggg banget...,"
"Hahaha, kembali kasih. Duduk yuk? Berat lu mah,"
Mereka duduk di pasir putih mengarah ke laut lepas. Al merangkul lengan Ey yang saat ini sedang ditopangnya ke lutut yang ditekuk.
"Terus kembaran aku mana?"
Ey melirik sebentar pada jam tangannya. "Ntar lagi, belom dateng,"
"Siapa si Ey? Kepo deh,"
Ey bangun dari duduknya dan mengulurkan tangan.
"Sini ikut gue,"
Al menyambut tangan Ey dengan antusias. Mereka berjalan di bibir pantai dan menyisakan bekas langkah kaki keduanya. Tangan mereka berpaut mesra tanpa diberikannya cela sedikitpun. Air laut memberi sentuhan lembut pada kaki keduanya.
Ey membawa Al pada sebuah batu karang yang besar di bibir pantai dan menggendongnya untuk duduk diatas batu karang itu. Kemudian ia duduk tepat di sebelah Al.
"Mau liat kembaran lu?" Al menjawab dengan anggukan kepala antusias.
"Tuh.." tunjuk Ey pada langit orange di mana matahari akhirnya perlahan-lahan pamit tenggelam.
"Sunset?" tanya Al.
"Ya,"
"Kenapa?"
Ey menekuk kaki dan memeluk lututnya. Arah pandangnya melihat pada langit orange itu. Al mengikuti arah pandang Ey.
"karena dia sama cantiknya kayak lu. Indah untuk dipandang dan terlalu manis untuk dilupakan. Walaupun datangnya cuma sebentar, tapi memberi kesan yang dalam. Dia tau kapan saatnya untuk pergi, karena ga selamanya dia berada di atas sana. Iya, semua ada waktunya. Tapi, satu yang lebih manis.." Ey merubah arah pandangnya menatap mata Al lekat-lekat dan dalam. "pamitnya selalu penuh rasa, sendu dan lembut."
"Al, kita ga selamanya bisa bersama. Kita gatau sampai kapan takdir menyatukan kita, sampai kapan bahagia itu mewujud nyata dalam pribadi kita masing-masing. Yang gue minta, suatu saat jika waktu kita udah habis, tolong pergi dengan manis. Biar kenangan kita selama ini menjadi jalan terbaik untuk kita tidak saling melupakan, tapi mengikhlaskan."
Ey merapikan anak rambut diwajah Al yang diterpa angin. Ia menyelipkan anak rambut itu ke belakang telingnya.
"Gue selalu berharap, gue orang yang nganterin lu ketemu dengan jodoh terbaik di masa depan. Pria yang bisa jagain lu, bahagiain lu dan nerima semua lebih dan kurang lu. Gue sangat berharap, gue satu-satunya orang yang bisa nganterin lu ke sana, bukan orang lain. Lu tau kenapa?"
Ey menggenggam tangan Al dan mengusap jari-jari tangan itu. Kemudian ia kembali mengangkat wajahnya menatap wanita di depannya yang berusaha menahan sesuatu yang ingin keluar dari manik mata hitam dengan irisan kelopak mata yang tajam.
"Karena gue sayang lu Al."
"Ya gue akuin, gue emang ga bisa bersikap romantis, manis atau perhatian seperti pasangan-pasangan lain di luar sana, tapi gue bakal bahagiain lu dengan cara gue sendiri. Gue juga sadar kok kisah kita ga seistimewa mereka, bahkan mungkin terkesan hambar, tapi cinta kita sendiri yang buat kita istimewa. Makasih udah datang dan masuk ke hati gue yang berantakan gini. Lu yang nyaman ya di dalam sana, gue lagi nata dan beresin serapi mungkin buat lu,"
Sebuah kecupan mendarat sempurna di kening Al seiring dengan sebulir air bening yang lolos begitu saja tanpa instruksi dari pemilik mata hitam pekat itu.
Al memeluk erat pinggang Ey.
"Aku juga sayang kamu, sayaaaang, sayaaang bangettt!!" baru kali ini dia mendengar semua ungkapan isi hati Ey.
Semua tersimpan rapi selama ini. Terjawab sudah semua pertanyaan di kepalanya yang selalu mempertanyakan cinta Ey padanya.
Hey, ternyata jatuh cinta dan dicintai oleh orang yang dingin dan cuek itu sangat istimewa. Karena hanya dengan kekasihnya ia menghangat dan penuh rasa. Cinta mereka begitu dalam tanpa harus diekspos. Cukup mereka sendiri yang merasakan suka dan dukanya. Ey, kamu misterius dan penuh kejutan buat aku– Andien Lisia.
Hmm... langsung lanjut ga ya?
kalo dilanjut sekarang, keknya harus sadar umur dulu deh
wkwkwkwkwkwk
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu Kok Bangsad?! [TAMAT]
RomanceWARNING! Dicerita ini banyak kata kasar dan adegan gxg18+. Bagi homophobic jauh-jauh deh. Sangat menerima masukan; kritik dan saran. Tapi harus sopan ya:) #1 in Mencari Jati Diri 13 maret 2019 #1 in Wuqian 13 Maret 2019 #3 in Dilrabadilmurat 6 Juni...
![Kamu Kok Bangsad?! [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/180129336-64-k623898.jpg)