20

82 13 138
                                        

Anggota tubuhnya seolah masih fokus dengan akal sehatnya, namun tak ada yang tahu jika hatinya tengah meronta.Pertemuannya dengan Kirana yang ia harapkan bisa menjadi penawar lara hatinya, ternyata
semakin mengoyak relung batinnya.

Zayn tak merasa puas sedikitpun setelah memaki Kirana, langkahnya gontai menyusuri halaman rumah Dinda.
Begitu masuk, ia digiring oleh Kharisma ke ruang tengah.Di ruang tengah sudah duduk manis Salman dengan kedua tangan yang saling bertautan, menahan resah atas kondisi sang putri yang tengah berduka.

"Zayn,kau sudah datang?",Salman menyambut kedatangan Zayn

"Iya Om,ada apa?"Zayn menyaut sembari menghenyakkan tubuhnya di kursi

Salman segera menyampaikan keinginannya, Zaynpun tak perlu berfikir lama ia segera menyetujui.Ada apa dengan Tuhan, yang begitu kejam membuat hidup Zayn sesuram ini?,bahkan ia harus ikut menanggung kesedihan Dinda.

Hati Zayn semakin tak karuan saat menemui Dinda yang nampak menyedihkan."Aku membencinya Zayn,sangat!",racau Dinda disela isak tangisnya dalam dekapan Zayn.Layaknya Zayn,mulut Dinda yang berteriak membenci Rizky nyatanya berlawanan dengan hatinya yang berseru mencintai Rizky sepenuh hati.

Zayn bisa merasakan kesedihan Dinda yang seolah kehilangan dunianya karena pengkhianatan Rizky, ia tahu benar betapa sakitnya dikhianati saat cinta sedang menguasai ruang hati.

"Tenanglah Din,kita akan meninggalkan kesedihan ini.Kita bangun lagi dunia baru kita!",ucap Zayn menenangkan hati Dinda sekaligus dirinya sendiri.Dinda yang masih belum tahu masalah Zayn dan Kirana hanya mengangguk patuh.Ia percaya sahabatnya itu akan membuatnya bahagia kembali.

"Aku ingin bahagia bersamamu seperti dulu lagi Zayn, tanpa b*jingan itu!",racau Dinda masih melupakan keberadaan Kirana dalam hidup Zayn.

Zayn mengeratkan dekapannya, menahan reruntuhan di hatinya atas penderitaannya dan penderitaan Dinda,"pasti Din,pasti...!, kita pasti akan bahagia kembali tanpa pengkhianat-pengkhianat itu!",angan Zayn melayang pada kenangan indahnya bersama Kirana yang terasa seperti madu bercampur racun.

Dinda yang masih fokus pada kesedihannya sendiri, mengangguk sembari menguatkan dekapannya. Ia ingin mengobati lukanya dengan janji Zayn.

*****
Sebelum pulang ke panti dan apartment untuk berkemas, Zayn menuju ke kantor polisi dimana Rizky ditahan.

Sedang di tempat lain Kirana berdiri dengan berpegangan tangan Ranbir, karena kakinya kemungkinan mengalami keseleo.Kirana bersikeras menolak ajakan Ranbir untuk memeriksakan kakinya terlebih dulu.Ia memaksa Ranbir mengantarnya ke apartment Zayn.Dan disanalah ia sekarang, menekan bell berharap Zayn keluar menemuinya.

"Mungkin dia belum pulang, Ran!"ucap Ranbir yang bosan menunggu

"Lalu kemana kak?",rengek Kirana

"Mana kutahu!,sudahlah Ran...kita periksakan kakimu dulu!",saut Ranbir jengah sekaligus mencemaskan sang adik

"Tidak mau, aku harus bertemu Zayn!.",Kirana bersikeras

Ranbir hanya menghela nafasnya,sedang Kirana kembali menekan bell,"Ini semua karena sandiwara konyolmu itu, Kak.!"gerutu Kirana yang akhirnya tahu sandiwara Ranbir

"Aku tidak mengerti kenapa kau tega melakukan ini padaku?",Kirana terus mencerca Ranbir

"Aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran!",saut Ranbir tak mau disalahkan

"Zayn tidak bersalah, semua orang berhak menolak.Aku saja yang selama ini ngotot mendekatinya!",Kirana masih enggan menyalahkan Zayn atas sikapnya yang lalu

Ranbir diam, percuma dia membantah Kirana yang sudah bucin akut pada Zayn.Kirana terus menggerutu sembari menekan bell.

*****
Rizky duduk termenung di sudut sel, selama penyelidikan berlangsung Rizky masih harus menjalani proses tahanan sebagai tersangka kasus penusukan Anya.Sedang Naima dibebaskan bersyarat karena sejak awal dia hanya dibebani status saksi.Keterangan Naima menjadi pertimbangan pihak kepolisian untuk tidak memvonis Rizky bersalah, namun Rizky terpaksa masih diberi status tersangka sampai bukti terkumpul dan menyatakan Rizky tidak bersalah.

Kuingin CintamuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang