Happy birthday to you, bunda.

36 8 1
                                        

"Kak Minho mau ajak Felix kemana sih?" Kata Felix.
"Udah kamu ikut aja deh." Kata Minho.

"Kakak kata aunty A-Yeong ga boleh keluar dulu loh." Kata Felix.
"Gapapa, asalkan kamu ga bilang sama bunda. Aku ga akan dimarahin." Kata Minho.

"Nah, udah sampe." Kata Minho.
"Toko kue?" Tanya Felix.

"Iyaa, bunda ulang tahun besok. Aku mau kasih kejutan, mau bikinin kue buat bunda." Kata Minho.
"Kakak bisa bikin kue?" Tanya Felix.

"Bisa, kakak sering liat kalo bunda atau Ae Cha ahjumma bikin kue." Kata Minho.
"Felix juga mau dibikinin kue dong." Kata Felix.

"Iya-iya, nanti ya." Kata Minho sambil menggandeng tangan Felix.

"Kakak mau buat kue apa?" Tanya Felix.
"Emm, bunda suka stroberi. Apa no bake strawberry cheesecake aja ya?" Tanya Minho.

"Boleh, simple juga. Nanti Felix bantu bikinnya." Kata Felix.
"Oke, nanti aja kak Chan sama Changbin juga. Nanti aku bikinnya dirumah kak Chan aja biar ga ketahuan bunda." Kata Minho.

"Boleh tuh, kalo perlu Felix juga minta bantuan mommy ya." Kata Felix.
"Owh iya, jangan lupa ngundang kakek sama nenek ya. Bilangin ini rencanaku." Kata Minho.

"Memangnya rencana kakak gimana?" Tanya Felix.
"Begini..."

Malamnya...

"Ino? Makan dulu yuk? Ino kan belum makan." Kata A-Yeong sambil mengetuk pintu kamar Minho.

"Engga! Aku ga mau makan!" Jawab Minho dari dalam.

"Sayang, kamu ga boleh gini dong." Kata A-Yeong.

"Kalo aku bilang engga, ya engga mau bunda!" Kata Minho.

"Kamu kenapa sih? Kok tiba-tiba ngambek gini? Bunda ga tau salahnya bunda dimana." Kata A-Yeong.

"Bunda diem aja deh! Sana makan aja kalo mau makan! Jangan paksa aku!" Kata Minho.

"Huft, Ino kenapa lagi sih? Aku punya salah apa lagi sama dia, sampe dia ngambek begini?" Tanya A-Yeong.

Paginya...

"Huh." Kata Minho sambil memalingkan mukanya.

"Masih ngambek sama bunda?" Tanya A-Yeong.
"Kata siapa aku ngambek?" Tanya Minho balik.

"Ino kenapa sih? Bunda salah apa? Kalo Ino tiba-tiba diem begini, kan bunda ga tau bunda salahnya dimana?" Tanya A-Yeong.
"Ga ada apa-apa." Kata Minho.

"Bohong, kamu keliatan kesel gitu. Bunda salah apa sih?" Tanya A-Yeong.
"Bunda diem deh! Atau aku ga mau makan lagi kalo bunda ngomong terus." Kata Minho.

"Oke-oke, jangan ga makan lagi. Bunda diem tapi, kamu makan ya." Kata A-Yeong.

Keanehan pun semakin membesar. Minho yang biasa duduk di bangku disebelah supir, kini memilih duduk di bangku belakang.

"Apa aku ada janji sama Ino yang aku lupain? Makanya dia ngambek begini?" Batin A-Yeong.

"Mau tanya tapi, Ino ga mau ngomong pastinya." Batin A-Yeong.

"Aku berangkat." Kata Minho yang langsung turun tanpa melakukan 'ritual' rutinnya yaitu mencium pipi bundanya dan akan dibalas dicium seluruh mukanya.

"Haduh, anakku kaya udah makin gede. Aku mulai ga paham sama jalan pikirnya." Kata A-Yeong.

Dikantor...

"Selamat datang dan selamat ulang tahun, A-Yeong-ssi." Kata semua karyawan dikantornya.

How? Trust Me Now?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang