"Kakak ngapain?" Tanya Felix.
"Hm? Lagi ngasih bumbu buat daging yang mau dibakar nanti malem." Kata Minho.
"Felix mau bantu boleh?" Tanya Felix.
"Felix mau bantu?" Tanya Minho balik.
"Iya." Kata Felix.
"Cuci sayuran-sayuran disitu, sama potong-potong wortel sama jamurnya ya." Kata Minho.
"Oke!" Kata Felix yang langsung mengambil keranjang sayuran dan mencucinya sampai bersih.
Semua berjalan lancar, Minho yang sibuk dengan bumbu-bumbu dan Felix membersihkan dan memotong sayuran, sampai...
"Akh!"
"Kenapa fel?" Kata Minho yang kaget mendengar jeritan Felix.
"Astaga tangan kamu berdarah." Kata Minho.
"Kena pisau ya? Hati-hati dong, makanya." Kata Minho.
"Kakak sakit." Kata Felix.
"Cuci tanganmu dulu di wastafel terus kakak obatin ya." Kata Minho.
"Iya." Kata Felix yang langsung mencuci tangannya berdarah.
"Hati-hati dong makanya. Sampe berdarah gini." Kata Minho yang mengoleskan obat merah diluka Felix.
"Pelan-pelan kak, sakit." Kata Felix.
"Habis ini istirahat aja ya? Jangan pegang pisau lagi." Kata Minho.
"Jadi, kakak ngerjain semuanya sendirian?" Tanya Felix.
"Ya, mau gimana lagi." Kata Minho.
"Aku telepon kak Chan sama kak Changbin ya? Biar bantu kakak." Kata Felix.
"Boleh aja, kalau mereka mau dan ga sibuk, kalo sibuk ga usah ya." Kata Minho.
__________________________________
"Kak, katanya kak Chan sama kak Changbin lagi sibuk." Kata Felix.
"Yaudah gapapa." Kata Minho tanpa menatap Felix dan masih sibuk dengan bumbu-bumbu.
Minho mengusap keringat yang menetes dari dahinya, tangannya yang terbungkus sarung tangan plastik sibuk mencampur daging dan bumbunya.
Felix melihatnya dengan rasa bersalah, seandainya dia berhati-hati dan tidak terluka setidaknya dia bisa membantu kakaknya itu.
"Eh? Apa ini?" Tanya Minho saat Felix memeluknya dari belakang.
"Maaf, gara-gara Felix ga hati-hati, kakak jadi harus ngerjain sendirian deh." Kata Felix.
"Gapapa, lix. Tapi, lain kali harus hati-hati ya?" Kata Minho.
Tok!
Tok!
"Lixiee!"
"Ah, itu Jisung!" Kata Felix yang langsung berlari untuk membukakan pintu.
"Jisung? Kamu ngajak Jisung kesini?" Tanya Minho.
"Iya, buat bantuin kakak!" Kata Felix.
Cklekk...
"Jijie!"
"Lixie!"
"Ini dibawain sama mama." Kata Jisung sambil memberikan sebuah bungkusan pada Felix.
"Wah, apa ini?" Kata Felix sambil menerima bungkusan itu.
"Wah! Puding coklat!" Kata Felix.
"Hehe, kesukaan Felix kan? Mama sekarang nambahin puding coklat di toko rotinya." Kata Jisung.
"Wah, pasti enak banget. Eh, masuk dulu yuk." Kata Felix.
"Kakak ini ada Jisung yang mau bantu kakak." Kata Felix.
"Jangan-jangan kamu maksa Jisung ya? Ga boleh gitu ya." Kata Minho.
"Engga kok, emang Jisung yang mau bantu. Sekalian ngasih titipan dari mama." Kata Jisung.
"Tuh, denger sendiri kan?" Kata Felix.
"Iya-iya." Kata Minho.
"Aku harus bantu apa?" Tanya Jisung.
"Tolong Jisung ambil dan cuci sayuran dari bungkusan itu, terus pindahin ke kulkas sama sekalian, potong wortel sama jamurnya ya." Kata Minho.
KAMU SEDANG MEMBACA
How? Trust Me Now?
Mystère / ThrillerAda sekelompok anak yang menamai mereka stray kids, beranggota 8 anak laki-laki pemberani yang suka menantang tantangan. Dan ada salah satu dari mereka yang agak berbeda dari yang lainnya. Dia Minho, Lee Minho. Pemuda 18 tahun yang memiliki sebuah k...
