Beberapa tahun berlalu...
"Bundaa!" Kata Minho yang kini sudah 13 tahun dan akan segera duduk dikursi sekolah menengah.
"Pagi sayangnya bunda." Kata A-Yeong sambil mengecup kening putranya.
A-Yeong kini juga sibuk dengan pekerjaannya. Sejak 3 bulan lalu, A-Yeong memutuskan untuk bercerai dengan Ye-Jun dan fokus pada masa depan putranya.
Kini dia membangun perusahaannya sendiri. Perusahaan berkembang secara pesat sama seperti putranya yang tidak terasa bahwa dia sudah 13 tahun sekarang.
Tubuhnya semakin tinggi, pipi berisinya mulai hilang tapi, tidak mengurangi ketampanannya sama sekali, hidungnya yang proporsional dengan dagu lancip yang tegas, membuat Minho menjadi terlihat lebih dewasa.
"Semangat ujiannya ya, bunda selalu dukung Ino apapun hasilnya." Kata A-Yeong.
"Iya, bunda. Makasih ya." Kata Minho.
Minho sedang ujian akhir semester, setelah ujian ini berakhir, dia akan mengikuti tes untuk masuk ke sekolah menengah.
Disekolah...
"Kak Chann!" Panggil Minho.
"Eh, Min." Kata Chan.
"Semangat banget kayanya." Kata Chan.
"Iya dong! Kan ujian terakhir hehe." Kata Minho.
"Owh iya, kalo nilainya udah keluar semua. Mau tanding siapa yang paling besar ga?" Tanya Minho.
"Engga makasih, aku pasti kalah sama kamu." Kata Chan.
"Engga kok, nilai matematika sama nilai praktek renang kakak lebih tinggi dari aku." Kata Minho.
"Cuma itu, selebihnya nilaimu diatasku." Kata Chan.
"Makanya aku sering bingung denganmu, sebenarnya otakmu ini terbuat dari apa sih? Sejak kelas 1 yang lain bermain, kau malah mengerjakan tugas yang harus dikerjakan dirumah." Kata Chan.
"Kalau mengerjakan tugas dirumah tidak enak, terlalu sunyi." Kata Minho.
"Justru karena sunyi makanya aku mengerjakan tugasku dirumah, dasar." Batin Chan.
"Owh iya, katanya ayah dan bundamu akan bercerai ya? Bukannya mau ikut campur tapi, itu benar? Katanya bundamu cerita ke mamaku kemarin." Tanya Chan.
"Iya, bunda udah bisa mempertahankan hubungan sama ayah. Ayah sering pergi, kalau pulang pasti sering membawa wanita asing. Ditambah bunda baru keguguran karena ayah." Kata Minho.
"Tunggu-tunggu, bundamu hamil?" Tanya Chan.
"Iya tapi, karena bertengkar sama ayah dan bunda didorong sampe jatuh. Bunda keguguran sekitar 5 bulan lalu." Kata Minho.
"Ga kelihatan loh tapi, masih muda banget ya?" Tanya Chan.
"Iya, baru 3 minggu." Kata Minho.
"Udah gapapa kan ada Felix, lagipula Hanna dan Lucas juga kau anggap adik sendiri kan?" Tanya Chan.
"Iya sih tapi, kak Chan punya dua adik, Changbin juga punya satu kakak, Felix juga sebentar lagi mau punya adik. Cuma aku yang anak tunggal." Kata Minho.
Memang Minho sejak dulu iri pada Chan, Chan punya orang tua yang lengkap, punya dua adik dan hidupnya tenang tanpa masalah.
Sementara dirinya, hanya hidup dengan bundanya, anak tunggal dan memiliki ayah yang gila harta dan wanita.
"Sudahlah, jangan murung. Kau kan mau ujian, nanti kepintaranmu bisa hilang." Kata Chan.
"Iya." Kata Minho.
Ujian dimulai...
"Haduh, fisika. Aku sudah mempelajarimu tapi, kau ini susah sekali." Kata Chan.
"Min, bantu aku dong. Susah banget ini." Kata Chan.
"Tutup mulutmu, dan hadap kedepan kak. Pengawasnya sejak tadi melihat ke arahmu." Kata Minho.
KAMU SEDANG MEMBACA
How? Trust Me Now?
Mystery / ThrillerAda sekelompok anak yang menamai mereka stray kids, beranggota 8 anak laki-laki pemberani yang suka menantang tantangan. Dan ada salah satu dari mereka yang agak berbeda dari yang lainnya. Dia Minho, Lee Minho. Pemuda 18 tahun yang memiliki sebuah k...
