Vote sebelum membaca.
• • •
Sia sudah berangkat sekolah. Ini adalah hari kedua dia bersekolah. Semoga menyenangkan, dan semoga tidak ada lagi kejadian seperti kemarin.
"Heh! Lu anak yang asal nabrak gue kemarin ya?" labrak seorang gadis yang berdiri didepan Sia sambil bersedekap pinggang.
"Maaf ya Kak, gue gak kenal Kakak siapa. Perasaan kita gak pernah ketemu deh..." kata Sia. Sungguh, Sia tidak ingat dia siapa.
Gadis itu malah menjulurkan tangannya. "Gue Intan Makesya. Kakak kelas yang lo tabrak kemarin. Wanna be my friend Athanasia?" tanyanya sambil membaca nametag milik Sia.
Sia menatap Intan tidak percaya. "Kakak serius mau temenan sama gue? Gue suka dibully loh, nanti Kakak ikutan dibully juga kalau temenan sama gue..." lirih Sia.
Bukannya menanggapi pernyataan Sia, Intan malah tertawa. Seolah-olah ada yang lucu. Sia menatap Intan heran, ada apa dengan Intan? Apakah dia kerasukan? Fikir Sia.
"Itulah alasan gue mau temenan sama lo, biar lo gak dibully lagi. Lo tau? Gue primadona di Jayaputra, kalau lo temenan sama gue, otomatis hatters lo gak bakalan berani sama lo!" seru Intan dengan senyum yang mengembang.
Sia menatap Intan. "Beneran gak pa-pa Kak? Nanti gue malah repotin Kakak lagi..."
"Gapapa elah! Oh iya, jangan panggil Kakak, panggil Intan atau lo aja." peringat Intan.
Sia tersenyum menatap Intan. Dia tidak menyangka akan bertemu sahabat baru. Kemarin Argan, hari ini Intan. Besok, siapa lagi?
"Oke Tan, btw, kekantin yuk? Mumpung bel belum masuk belum bunyi." ajak Sia.
"Boleh tuh, traktir gue tapi ya?" kata Intan sambil tersenyum.
"Hm... Oke deh, tapi jangan banyak-banyak, gue gak bawa duit banyak loh..." kata Sia.
"Iya... Gini-gini gue hemat, cukup bermodal sepuluh ribu buat beli es teh aja cukup kok, hehe," kata Intan terkekeh kecil.
"Hehe, yaudah, kita langsung kekantin sekarang aja gimana? Takutnya bel keburu masuk, nanti kita gak sempet makan lagi!" kata Sia.
• • •
"Glen, bisa ikut ak—gue sebentar gak?" tanya Sia takut-takut saat istirahat sekolah.
Glen melihat Sia dengan tatapan dingin. "Mau ngapain?" tanyanya.
Sia semakin dibuat takut saat melihat aura dingin Glen. "A—anu, gue mau ngomong sebentar. Bisa? kalau gak bisa juga gak pa-pa kok," kata Sia memaksakan senyumnya.
"Ngomong disini aja." kata Glen.
Sia melihat sekelilingnya. Sungguh ramai siswa-siswi yang berlalu—lalang. "Disini rame. Gimana dibelakang sekolah aja?" tanya Sia berusaha meyakinkan Glen.
"Gak. Gue sibuk." kata Glen lalu berjalan meninggalkan Sia.
Dengan cepat Sia meraih tangan Glen. Kemudian menatap wajah dan mata Glen dengan lekat. Sia semakin dibuat terpesona olehnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Athanasia [END]
Teen FictionIni tentang Athanasia Rakeyra. Gadis cantik yang mengalami Amnesia permanent sejak kecil. Dia bahkan tidak ingat dengan jati dirinya sendiri. Dia tidak tahu apa-apa tentang masa kecilnya. Yang dia ingat hanya satu. Dia terbangun disebuah rumah sakit...
![Athanasia [END]](https://img.wattpad.com/cover/269471579-64-k996161.jpg)