Aku butuh dukungan dari kalian, hiks🤧
• • •
3 hari setelah pernikahan Nara dibatalkan, Nara tinggal dirumah keluarga kandungnya. Indah? Dia pulang kerumah orang tuanya di kampung. Walaupun terbesit perasaan tidak enak kepada Indah, tetapi Nara mencoba mengikhlaskan.
Kehidupannya disini sangat lah enak, dia diperlakukan sama seperti Zeline, bak putri raja.
"Nara! Cepat turun lalu sarapan!" titah Sonya dari arah bawah.
"Iya maaa! Sebentar! Nara lagi pake baju ini!" teriak Nara nyaring.
"Sekalian bangunin kakak kamu, kalau gak dibangunin dia bakalan ngebo!" suruh Ervan.
"Nara udah bangunin kakak dari tadi, Pa! Tapi dia gak bangun-bangun, waktu aku bangunin, dia malah ngigo, dia nyebut-nyebut nama Raka mulu!" adu Nara.
Ervan dan Sonya cekikikan dari arah dapur, Nara masih bisa mendengarnya, karena dapur tepat dibawah kamar mereka.
"Bangunin kakak kamu, bilangin gini, kak Raka udah nunggu didepan!"
Nara mengangguk saja, kemudian dia mengguncang bahu kakaknya itu.
"Kak! Bangun, kata mama, kak Raka udah nunggu didepan!" kata Nara pelan tetapi ngegas.
Tanpa aba-aba, Zeline langsung membuka matanya dan turun dari kasurnya berlari kekamar mandi.
Nara tidak mengerti apa yang terjadi dengan kakaknya itu.
Aneh.
• • •
"Ma, kak Raka itu siapa? Tadi waktu aku bilangin kak Raka udah nunggu didepan, kak Zeline langsung bangun terus mandi." tanya Nara sambil mengunyah ayam krispinya itu.
Sepertinya, sekarang ikan lele plus sambal terasi bukan lagi makanan favoritnya, sekarang, makanan favoritnya adalah ayam krispi plus sambal hijau.
"Raka? Dia temennya." jawab Sonya sambil mengiris bawang.
Nara ber-oh ria saja.
"Tapi mama kurang yakin deh kalau mereka cuma temenan biasa, mereka tuh pasti ada... Ada apa pah?" tanya Sonya kepada Ervan.
"Hubungan istimewa." kata Ervan datar, karena dia sedang sibuk mengunyah kulit ayam.
"Nah iya tuh! Zeline kayaknya ada hubungan istimewa sama Raka, masa temenan tapi gitu banget..."
"Gitu banget gimana ma?" tanya Nara saat dia baru selesai makan.
"Itu lhoo, mereka tuh kayak lagi pacaran tau gak, eh, Nara! Coba kamu nguping pembicaraan mereka deh!" suruh Sonya yang diangguki oleh Elvan.
Nara pun mengangguk antusias, kalau boleh jujur, sebenarnya sudah sejak tadi dia sangat ingin menguping pembicaraan mereka, tapi, karena takut dibilang kepo dan tidak tahu diri, jadinya dia diam saja. Untunglah Sonya sangat peka, tidak seperti doi, yang harus dikasih kode dulu baru peka.
"Kamu udah makan?" tanya Raka kepada Zeline.
"Aku? Kamu? Teman macam apa itu? Aku, Glen sama Argan aja masih pake lo-gue, aku jadi curiga deh, apa yang dikatakan papa bener, kalau mereka ada hubungan istimewa!" bisik Nara kepada dirinya sendiri dibalik pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Athanasia [END]
Teen FictionIni tentang Athanasia Rakeyra. Gadis cantik yang mengalami Amnesia permanent sejak kecil. Dia bahkan tidak ingat dengan jati dirinya sendiri. Dia tidak tahu apa-apa tentang masa kecilnya. Yang dia ingat hanya satu. Dia terbangun disebuah rumah sakit...
![Athanasia [END]](https://img.wattpad.com/cover/269471579-64-k996161.jpg)