Kalau gue pergi, kalian gak boleh
nangis! Harus selalu tersenyum. Oke?
- ??
× × ×
"Saya mohon, kalian keluar dulu." kata dokter yang bertugas merawat diruangan Felicia.
"Apa salahnya kami masuk, dok!? Saya cuma mau ngelihat sahabat saya! Saya juga gak bakal ganggu dokter!" teriak Felicia dengan air mata yang terus mengalir.
Argan menarik lengan Felicia dari belakang. Kemudian menubrukkan tubuh gadis itu ketubuhnya. Kemudian, dia memberi kode agar dokter tersebut cepat masuk.
Argan mengusap helaian rambut Felicia. "Udah.. Lo sabar.. Gue yakin, Nara kuat, lo tau 'kan kalau dia gadis yang kuat?" kata Argan sambil menguatkan.
Felicia mengangguk didalam dekapan Argan.
"Bagus, ini baru Felicia Makesya gue."
Flashback on.
"Lo mau bawa gue kemana, huh!?" teriak Felicia, namun dihiraukan oleh Argan.
"Lo bisa diem, gak sih? Dari tadi berontak mulu perasaan!" kata Argan sambil melepaskan genggaman tangannya dari tangan Felicia.
Mendengar itu, sontak, Felicia langsung membulatkan matanya.
"Gue gak bakalan berontak kalau lo ngajak gue baik-baik!" murkanya sambil berkacak pinggang.
"Gue udah ngajak lo baik-baik, tapi lo masih tetep berontak!" sewot Argan 'tak mau kalah.
Felicia menghela nafas gusar. Argan ini, sangat mirip seperti ibu-ibu yang berada diarea komplek rumahnya dulu. Tidak mau kalah, dan juga sangat cerewet.
"Oh. Gue baru tahu, ternyata, narik tangan orang dengan kasar dan tanpa izin itu bisa disebut 'baik-baik'." kata Felicia sambil melipat tangannya didepan dada.
"Back to topic. Gue yakin lo Felicia Makesya. Iya bukan?" tanya Argan mengembalikkan topik.
"Apa urusannya sama lo?" tanya Felicia masih setia dengan tampang juteknya.
Argan memicingkan matanya. "Lo jutek, suka ngegas, sok cantik, cerewet, gak mau ngalah, suka caper. Sifat lo mirip banget sama Felicia." kata Argan dengan entengnya.
"What!?? Jutek? Suka ngegas? Sok cantik? Cerewet? Gak mau ngalah? Suka caper? Lo ngehina gue!?" tanya Felicia sambil membulatkan matanya.
Mendengar itu, Argan langsung tertawa dan memeluk Felicia dengan erat.
"Gue kangen lo.." kata Argan yang dibalas deheman singkat dari Felicia.
Ya, sudah 3 orang yang mengetahui jati dirinya. Dia berharap, tidak ada orang keempat yang mengetahuinya.
Flashback off.
"Argan! Dimana Nara!?" tanya Sonya yang sudah dibanjiri dengan air mata.
Felicia menatap Argan lesu. Pasalnya, disana bukan hanya ada orang tua Nara saja, tetapi, disana juga ada Zeline, Raka, Intan, dan kedua orangtua kandungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Athanasia [END]
Novela JuvenilIni tentang Athanasia Rakeyra. Gadis cantik yang mengalami Amnesia permanent sejak kecil. Dia bahkan tidak ingat dengan jati dirinya sendiri. Dia tidak tahu apa-apa tentang masa kecilnya. Yang dia ingat hanya satu. Dia terbangun disebuah rumah sakit...
![Athanasia [END]](https://img.wattpad.com/cover/269471579-64-k996161.jpg)