Votenya jangan lupa. Jangan jadi silent readers.
• • •
"Eh, ada abang gue nih! Bang sini dulu, peluk adek bang, adek kangen sama abang!" kata Argan kepada Glen yang berdiri didepannya sambil merentangkan tangannya hendak memeluk Glen.
Glen mendelik kepada Argan. "Jijik!"
Argan memasanh wajah lesunya. "Abang kok jahat sama adek? Adek kangen loh sama abang..." lirihnya.
Sia sudah menahan tawa sejak tadi. Secuil lagi tawanya akan kelepasan kalau dia tidak membekap mulutnya sendiri.
"Lo sama dia?" tunjuk Glen kepada Sia.
Argan mengangguk. "Iya. Papa dimana?" tanya Argan.
"Dalem."
"Sama siapa?" tanya Argan lagi.
"Mama."
"Oalah, gue kira tante Asih." kata Argan.
Sia menatap Argan. Tante Asih? Namanya seperti tidak asing. "Tante Asih siapa Gan?" tanya Sia.
Argan menegang seketika. Tidak mungkin 'kan kalau Argan memberi tahu Sia bahwa tante Asih yang dia maksud adalah ibu dari Dinda Azizania.
"Gak ada. Temen mama gue. Yaudah yuk Tha kita masuk, bang gue duluan! Nanti lagi acara kangen-kangennya!" kata Argan sambil melambaikan tangannya kearah Glen.
• • •
"Bokap! Nyokap! Adek didepan nih, gak ada niatan bukain pintu apa? Durhaka banget sama anak!" teriak Argan didepan pintu ruangan ayahnya.
Sia menatap Argan geli. "Lo ada nyali ngomong kayak gitu ke orang tua lo ya Gan? Kalau gue sih gak berani!" kata Sia.
Belum sempat Argan menjawab. Pintu ruangan tersebut sudah terbuka. Menampilkan wajah ibu dan ayahnya.
"Kenapa Gan? Ini siapa? Pacar kamu?" tanya Ayahnya.
Argan mengangguk. "Calon pacar pa, doain, deketinnya suka, soalnya dia suka sama abang Glen!" bisik Argan keayahnya.
Mahendra mengangguk-angguk. "Kamu namanya siapa? Om kayaknya gak asing sama wajah kamu." tanya Mahendra.
"Athanasia Rakeyra om, panggil aja Sia." kata Sia dengan sopan tidak seperti orang disampingnya yang asal ceplos saja dengan orang tua.
"Tapi Argan manggilnya Atha pa, panggilan kesayangan. Iya gak Tha?" kata Argan sambil menaik-turunkan alisnya.
Ah! Sia sedang terjebak dalam situasi apakah ini? Sangat tidak seru! Argan juga, pake acara gombal segala, padahal sudah tahu bahwa pipi Sia mudah sekali memerah. Argan sialan, huh!
"Kamu diajarin siapa ngegombal kayak gitu Dek?" tanya Alya, ibu dari Argan dan Glen.
"Gak diajarin siapa-siapa ma, Argan semenjak deket sama Atha, jadi bucin, hehe!" kata Argan kelewat jujur.
Pipi Sia memanas, kemudia Sia mendekatkan bibirnya ketelinga Argan. "Kita kesini mau ngapain? Mau ngobrol sama bokap nyokap lo, apa mau bantuin gue pecahin teka-teki masa lalu gue?" bisik Sia.
Argan menepuk jidatnya. "Lah iya forget. Pa, tau gak sama suster yang namanya—"
Mahendra mengerutkan keningnya. "Yang namanya siapa Gan?" tanyanya.
Argan melirik Sia. "Nama susternya siapa Tha?" tanya Argan.
Sia menatap Argan dengan tatapan penuh hujat. "Kalo gue tau namanya udah gue cari dari dulu bambang, ini 'kan gue gak tau namanya!" kata Sia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Athanasia [END]
Teen FictionIni tentang Athanasia Rakeyra. Gadis cantik yang mengalami Amnesia permanent sejak kecil. Dia bahkan tidak ingat dengan jati dirinya sendiri. Dia tidak tahu apa-apa tentang masa kecilnya. Yang dia ingat hanya satu. Dia terbangun disebuah rumah sakit...
![Athanasia [END]](https://img.wattpad.com/cover/269471579-64-k996161.jpg)