Hari ini adalah salah satu hari yang bisa buat mood Gea anjlok. Setiap hari Rabu dia dan Stevy hanya memiliki satu kelas yang sama, dan biasanya dia akan menunggu Stevy menyelesaikan kelas selanjutnya di perpustakaan atau kantin agar setelahnya bisa pulang bersama. Sayangnya hari itu Stev sedang ada urusan keluarga, pergi ke luar kota. Dapat dipastikan hari ini Gea sendirian dengan mood yang jeblok sejeblok jebloknya. Kemerosotan mood Gea ini gara-gara pangeran kuda kita, siapa lagi kalau bukan Niel.
Gea yang sedang malas untuk segera pulang setelah kelasnya selesai milih buat nongkrong di perpustakaan. Maklum lah, dia tipe orang yang nggak suka keramaian. Kalau kata dia sih berisik. Tapi sepertinya keputusannya kali ini salah. Dia harus berhadapan dengan makhluk nomor satu yang paling dibenci olehnya, Niel si pangeran kuda.
Niel yang datang ke perpustakaan dengan niat untuk mencari referensi tugas terbarunya hanya bisa tersenyum tipis saat melihat Gea dengan serius membaca sebuah novel tebal. Cewek paling aneh di kampus ini, begitulah Gea di mata Niel. Niel akan selalu mendapati Gea marah dan menjadi korban kejutekannya kapanpun mereka bertemu. Berbeda dengan teman cewek itu Stevy atau biasa dipanggil Stev, dia selalu malu-malu dan tersipu tidak jelas jika bertemu dengannya. Bagi Niel sikap Stev itu wajar, seperti fans-fansnya yang lain. Yah, Niel memang salah satu cowok ngetop di kampus, jadi tidak heran dia punya beberapa fans yang berasal dari angkatannya dan angkatan diatasnya.
Niel belum pernah melihat Gea begitu diam dan serius, dia memutuskan mendekat dan duduk di kursi yang tepat berhadapan dengannya. Dia berusaha tidak menimbulkan suara yang dapat mengganggu Gea, dia mengangkat kursi hati-hati alih-alih menggesernya lalu duduk dengan pelan. Niel menopang dagunya dan mengamati Gea tanpa berkedip. Dia baru sadar jika cewek di depannya memiliki wajah yang tidak kalah cantik dengan para fansnya yang kadang menakutkan. Gea adalah tipe cewek yang tidak perduli penampilan, wajahnya tidak pernah tertutup bedak atau bahan lain. Bibirnya yang penuh memang berwarna merah muda, bukan merah menyala atau glossy seperti yang lain. Rambutnya yang lurus sebahu biasa diikat, tapi kali ini rambutnya dibiarkan begitu saja tergerai. Rambutnya diselipkan ditelinga, dan sebagian jatuh di sisian wajah. Tangannya menopang dagu, dan matanya menatap tajam kepada Niel.
"Sudah selesai melihatku?" Suara datar itu terdengar jelas disaat perpustakaan cukup sepi.
"Ah?" Niel tergagap, menyadari aksi bodohnya.
"Tidak ada Stev di sini. Pergi." Gea kembali melihat novelnya.
"Aku tidak mencarinya. Aku duduk di sini karena tertarik padamu." Niel berucap pelan.
"Aku bukan fansmu." Gea menutup novelnya.
"Kalau begitu aku yang akan jadi fansmu Ge."Niel tersenyum bodoh.
"Sialan." Gea beranjak dari kursinya.
"I love you to Ge." Niel hanya tersenyum memandang Gea keluar dari perpustakaan.
##########
Yeay.....part 2 akhirnya dibuat jg hehehe....
Part ini saya dedikasikan buat saya sendiri ho ho ho
Selamat ulang tahun :D :D
Ayo ucapin selamat buat saya #ditabok
Ini cerita prtma saya, jd klo bhsanya campur aduk baku ga baku ya dimaklumi ya. Klo dibuat baku semua jd terasa kaku menurutku #soktau
Oke!!! Ada yg baca? Komen atau vote ya biar aku tau gitu hehehe
Se you in the next chapter guys~~~~
KAMU SEDANG MEMBACA
Separuh Matahari Senja
RomanceGea, seorang mahasiswi tingkat 3 yang cueknya nggak ketulungan. Anak-anak cowok satu jurusan yang kenal dia lebih sering nyebut dia cewek jutek yang galak. Tapi jangan salah, dia itu termasuk cewek cantik di jurusannya. Yah, cuma sayang dia agak tom...
