bilik

17.5K 1.9K 170
                                        

Oi Vomment dong!😑10 komentar lanjut cepet

☆☆☆

"Kau bilang kau sahabatku Na!tapi lihat kenyataanya kau lebih dari seorang pengkhianat!".

"Kau sudah tau bahwa aku menyukai Marklee!tapi kau malah memiliki hubungan romantis dengan Mark!".

Renjun dan Jaemin bertengkar pria mungil itu sampai mendorong dorong Jaemin sampai si surai pink hampir saja terjerembam kebelakang jika tidak sigap mengimbangi tubuhnya.

"Aku menyukai Mark,Renjun!dan dia juga menyukai ku"tegas Jaemin menatap Renjun dengan lirih.

Air mata Renjun turun begitu saja dia tidak percaya seorang sahabat yang sudah dia perlakukan dengan baik layaknya keluarga bisa menusuk dari belakang juga ternyata,dia sudah menceritakan semua tentang Mark kepada Jaemin waktu itu Jaemin mendukungnya dan malah menyuruh Renjun untuk menyatakan perasaan kepada Mark terlebih dahulu tapi nyatanya sekarang apa?Jaemin kini berpacaran dengan Mark,apa hati Renjun sekuat itu ketika para siswa dan siswi membicarakan hubungan Mark dan Jaemin.

"Egois sekali kau Na Jaemin!dulu aku sudah merelakan Jeno untukmu,padahal aku menyukainya terlebih dahulu namun kau juga menyukai Jeno jadi aku berkorban untukmu,dan sekarang kau merebut kembali apa yang ingin aku perjuangkan!aku benci dirimu Jaemin!"Renjun hendak melayangkan tamparan di wajah Jaemin namun Mark datang menahan lengan Renjun kuat sampai Air mata Renjun kembali turun dengan deras akibat remasan kuat pada tanganya.

"Jangan berani sentuh pacarku!"tegas Mark,menghempas kasar lengan Renjun sampai pemuda mungil itu mundur kebelakang beberapa langkah.

"Kau tidak ada hak untuk menyakitinya dengan tangan kotormu"menyakitkan,ucapan menusuk Mark membuat Renjun semakin membenci kedua orang di depanya ini,Renjun terisak kuat menatap Jaemin dengan tatapan nanar.

Sahabatnya berubah menjadi pengkhianat Renjun tidak pernah menyangka hal ini,hal yang paling menyakitkan di dunia adalah ketika seseorang yang terasa paling dekat dengan kita ternyata seorang yang menghancurkan secara perlahan.

"Hiks Jaemin"lirih Renjun.

Tangan Renjun di genggam hangat oleh seseorang yang tiba tiba datang bak pahlawan kesiangan tapi dia bukan hero atau apapun itu,dia hanya ingin menemani temanya.

Bisa kalian tebak lelaki tinggi itu siapa,tentu saja Jeno dimana ada sahabatnya berada ketika susah disana Jeno ada.

Jeno memegang pundak Renjun menatap pria mungil itu yang menundukan kepalanya menyebunyikan kesedihanya,Jeno menaikan dagu Renjun dengan telunjuknya.

"Kau menangis Renjun"Jeno mengusap air mata Renjun dengan ibu jarinya,dia sangat tidak suka melihat sahabatnya menangis seperti ini.

"Katakan padaku apa yang terjadi hm,kenapa menangis siapa yang membuatmu menangis?".

Renjun menggelengkan kepalanya,tidak ingin memperpanjang masalah ia takut Jeno dan Mark bertengkar nantinya,jika sudah menyangkut Jaemin pasti Mark akan ikut campur walaupun Jaemin adalah sahabat Jeno.

"Aku yang menangisinya,lalu kau mau apa?"ujar Mark,Jeno melirik Mark sebentar lalu menggengam telapak tangan Renjun tanpa merespon ucapan Mark.

"Baiklah,kita pergi saja Renjun ikut denganku ke perpustakaan saja ya"Jeno mencoba untuk mengakrabkan dirinya kembali dengan sahabat sahabatnya walaupun terasa kaku Jeno mencoba sebisa mungkin.

Destiny [JohnJae ft NoMark]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang