Konflik

12.6K 1.3K 226
                                        












langkah kaki Jeno melebar, pemuda Alpha itu berjalan dengan cepat menatap lurus kedepan melihat ruangan sang ayah kini di depan mata, dari jarak beberapa meter Jeno mencium pheromone ayahnya bertebaran, pantas saja para omega menyingkir dari sini, dan juga pheromone sang ayah bercampur dengan pheromone manis yang membuat Jeno muak menghirupnya.

Elder muda itu, membuka pintu ruangan sang ayah, sekali tercium benar benar menyengat, Jeno menatap kedepan mematung di tempatnya manik mata sewarna emas cair itu menelisik tajam, memandang dengan Arogan kedua manusia berbeda jenis itu.

cengkraman pada pegangan pintu ruangan Johnny mengeras, Jeno tersenyum miring dan mendecih, jadi kelakuan pria yang selalu ia jadikan sebagai figur paling hebat bermain kotor dan tidak senonoh, ayahnya pernah bilang 'cinta itu kesetiaan seseorang untuk satu pemilik hatinya' jadi ini yang dinamakan cinta dan setia, apakah ayahnya memiliki 2 hati? sehingga satu hatinya untuk sang ibu sementara yang lainnya untuk wanita omega itu.

Oh ayolah Jeno benci dengan pengkhianat, dan Jeno benci pada orang yang mengkhianati ibunya, ingat jika Jeno begitu menyayangi ibunya, bahkan pemuda itu tidak sampai tega untuk meninggikan nadanya pada Jaehyun.

"ku kira Alpha seperti mu, benar benar menjunjung tinggi apa itu kesetiaan pada pasangannya" celetuk Jeno, membuat keduanya pasangan itu berhenti, Johnny melebarkan matanya lalu mendorong tubuh wanita di pangkuannya begitu saja sampai terjungkal.

Ayah dari Jeno itu segera bangkit dari tempatnya, lalu menggeleng pelana meminta untuk Jeno jangan menyimpulkan sesuatu lebih dulu, karna pada dasarnya ini semua bukan kemauan Johnny.

"Jeno dengarkan daddy. . ."

Jeno mendecih dan tertawa sumbang, tatapan tajam itu seolah menusuk manik kelam Johnny, membuat Alpha dewasa itu tidak berkutik.

"kau tidak mencintai mommyku kan?" ucap Jeno, lalu jari telunjuknya menunjuk kearah wanita yang merapihkan pakaiannya, bahkan Jeno bisa melihat leher jenjang wanita itu di penuhi bercak merah hasil dari karya yang di buat Johnny, apakah Jeno harus memberikan tepuk tangan atas kelihaian Johnny dalam bermain peran.

membuat janji pada ibunya dan akan selalu bersama dengan Alpha manis itu, sebuah kebohongan yang tidak bisa di terima, Jeno tidak suka ibunya di sakiti.

"dia mate mu, kau sudah menemukannya tuan Seo, ya jika aku bertanya padamu kau akan lebih memilih mate mu atau Mommyku, tentu saja kau akan memilihnya" ucap Jeno, menjeda kalimatnya sebentar.

"Yaa aku mengerti itu, tentu saja itu seperti aku, aku berusaha menolak mate ku tapi akhirnya aku luluh juga padanya, karna dia memang di takdirkan untukku, itu benar aku bahagia dengan mateku bukan menjadikan mate seseorang sebagai pendamping hidup, karna nyatanya cinta itu tidak ada" lanjut Jeno.

Johnny tergagap, berusaha untuk menghentikan kalimat menyakitkan yang keluar dari mulut putranya, pria dewasa itu tidak berniat untuk mengkhianati Jaehyun namun ini perkara hati dan perasaan, siapa yang bisa mencegahnya, Johnny sendiri kebingungan apa yang harus dia lakukan, jika saja Johnny tidak segera menandai matenya, Sowoon akan tersiksa seumur hidupnya, namun jika Johnny meninggalkan Jaehyun bukan hanya Jaehyun yang tersakiti namun juga akan berimbas pada putra mereka, sama saja Johnny menyakiti kedua kesayangannya sekaligus.

"Jeno, daddy!"

"Tutup mulutmu tuan, seorang pengkhianat tidak pantas untuk menyandang gelar sebagai ayahku, pengkianat seperti mu tidak di perbolehkan untuk mendekati ibuku, kau tau aku menyanyangi mommyku, aku akan membunuh seseorang yang menyakiti mommyku termasuk kalian berdua!" tekan Jeno, kali ini pemuda Alpha itu masih santai berkata tanpa beban tidak peduli jika dia mengancam akan memmbunu Johnny dan Sowoon karna pada dasarnya apa yang ia ucapkan tidak pernah main main.

"satu tetes air matanya jatuh, maka satu kantung darah yang akan keluar dari tubuh kalian" Jeno beranjak pergi dadanya bergemuruh, gejolak amarah menggebu gebu, aura yang di keluarkan Jeno begitu gelap di luar mendung tidak tertahakan, petir saling bersahut sahutan.

Angin berhembus dengan kencang membuat pohon bergemerincing tidak kuat menahan tiupan besar sang angin, suasana ini menandakan tentang perasaan sang Elder yang di rundung amarah dan emosi, Drake di dalam sana melolong dan mengamuk, serigala abu abu hitam itu mendobrak kasar diri Jeno ingin segera berganti peran, jika saja Drake berhasil mungkin Drake akan menyerang secara brutal, bisa saja Johnny akan menjadi santapan empuk Drake.

kepalan tangan Jeno mengerat, rahangnya mengeras giginya bergemelatuk.

sementara Johnny memijat kepalanya, ini memang salah seharusnya dia tidak usah pedulikan matenya lagi, kini sudah ada Jaehyun namun Johnny tidak tega membiarkan Sowoon tersiksa.

☆☆☆

Jeno pulang dengan aura gelap, bahkan serigala Mark sampai meringkuk ketakutan dan bersembunyi takut saat ingin menyapa Jeno ternyata Jeno sedang dalam keadaan tidak baik baik saja, maka dari itu Mark hanya bisa menenangkan Jeno dari jauh dengan pheromonennya agar Jeno lebih baik.

Jaehyun merasakan langit menggelap sedari tadi, dan juga angin di luar berhembus cukup kuat suasanannya sangat dingin menusuk, namun suaminya belum pulang.

"Mommy" panggil Mark.

Jaehyun menoleh pada Mark melihat omega manis itu tampak ketakutan "kau kenapa Mark? kenapa wajah mu pucat ada yang sakit?" tanya Jaehyun, Mark menggelengkan kepalanya.

"Je-jeno bisa tenangkan dia, mom aku bisa menenangkannya tapi ini sungguh menakutkan" ucap Mark.

pantas saja suasana gelap di luar ternyata suasana hati Jeno sedang tidak baik baik saja lalu Jaehyun segera bertanya pada Mark dimana Jeno berada, Mark menunjukkan tempat dimana Jeno berada, Jeno berdiri di depan pintu antara dapur dan halaman belakang.

Alpha muda itu bersidekap dada dengan nafas memburu.

"Jeno"

Jeno membalikkan tubuhnya melihat Jaehyun yang tersenyum tipis lalu dibelakang tubuh Jaehyun ada Mark yang bersembunyi, Jeno menghela nafas pelan dia sudah menakuti Mark tadi, pheromone ibunya menguar begitu saja Jeno yang sedari tadi bersitegang dengan pikirannya kembali tenang.

"Ada apa Jeno? kenapa kau mengeluarkan aura seperti itu" ucap Jaehyun, Jeno menatap Jaehyun dengan wajah sedih, melihat wajah Jaehyun yang tidak mengerti apa apa tentang hal tadi merasa tidak enak.

"Jaehyun" suara itu, membuat aura intimidasi Jeno kembali menguat, Jeno maju melebihi Jaehyun berdiri didepan ibunya, ketika Johnny datang.

Senyum Jaehyun menggembang melihat Johnny kembali dengan selamat padahal sedari malam dia mengkhawatirkan lelaki itu takut Johnny kenapa kenapa, namun suara bariton Jeno memerintah, saat Jaehyun ingin menghampiri Johnny, agar Jaehyun tidak mendatangi pria itu.

"Jangan dekati dia mom" perintah Jeno, Alpha voicenya mendominasi,Mark semakin ketakutan dia berada di tengah tengah ketiga Alpha, Mark hanya takut jika ada sesuatu diantara Jeno dan Johnny sehingga Jeno begitu awas menatap Johnny dengan pandangan tidak bersahabat, mengeluarkan aura amarah yang begitu kentara.

perut besarnya juga tampak bermasalah merasa di tekan oleh aura pembunuh Jeno, Mark meremat pakaiannya ketakutan " Jeno, a-aku takut" cicit Mark, memberanikan diri menyentuh lengan suaminya yang diam dengan rahang mengeras.

Jeno tidak menghiraukan Mark, Mark meringis sakit pheromone para Alpha beradu membuat Mark kepayahan dan pusing luar biasa.

Mata bulatnya berpendar takut menahan lengan Jeno kuat kuat, Johnny juga hanya diam saja tidak biasanya ayah Jeno itu bersikap dingin.

Namun Mark merasakan perutnya semakin menjadi jadi sakitnya.
"Akh Jeno sakit, perutku sakit" ringis Mark.

•••

Johnjae karam ganih, mau liat pak johnny ribut sama Jeno ya kalian wkwk jahat banget sumpah,nyuruh anaknya buat ngelawan bapaknya sendiri

Destiny [JohnJae ft NoMark]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang