Fajar bersenandung pelan dan mencoret-coret sesuatu dibukunya sambil berbaring tengkurap.
Lalu dia melihat jam yang sudah menunjukan pukul 11 siang dan dia gak sekolah hari ini.
Karena bosan dia membalikan badan untuk terlentang dan memandang kearah plafon, merentangkan kaki dan tangannya dia menghela napas berkali-kali.
"Leksana sedang apa ya?" Tiba-tiba saja wajah kesal Leksana terlintas dikepalanya membuatnya terkikik geli.
"Leksana lucu, aku suka" ucapnya pelan.
Fajar sedikit terperanjat saat pintu kamarnya dibuka dan ketika dia menoleh dia bisa lihat kakaknya yang berdiri diam didepan pintu sambil menatapanya.
"Kakak ada apa?" Tanya Fajar sambil duduk.
Kakaknya itu hanya diam saja melihat kearah Fajar lalu kemudian berjalan mendekat dan berdiri dihadapan Fajar yang masih duduk dan sekarang mendongak untuk menatap kakaknya itu.
Fajar bisa lihat ada dua orang teman kakaknya itu yang masih berdiri didepan pintu memandang acuh ke arah mereka.
"Lakukan tugasmu" ucap kakaknya dingin.
Mendengar ucapan kakaknya itu Fajar jadi terdiam dan menunduk.
"Waktuku tidak banyak"
Fajar menghela napas saat mendengar kakaknya yang bicara dengan datar dan dingin.
"Hari ini boleh libur?" Tanya Fajar pelan dan takut-takut.
"Kakak lihat aku menggambar kita berdua" Fajar langsung memperlihatkan gambar yang dia buat tadi pada kakaknya.
Tapi saat melihat kakaknya yang hanya diam dengan pandangan datarnya Fajar mengerti bahwa tidak ada libur baginya.
"Ka.."
"Aku memberimu penawaran untuk kebaikanmu sendiri Fajar, jangan menguji kesabaranku" potong kakaknya membuat Fajar menggigit bibirnya.
Fajar terdiam merenung cukup lama lalu dia melihat kakaknya itu berjalan berbalik kearah lemari dan mengambil sesuatu membuat Fajar melotot.
"Kakak akan aku lakukan, aku akan lakukan" panik Fajar lalu berlari kearah kakaknya itu dan memegang tangannya.
"Akan aku lakukan" Fajar langsung berlutut dihadapan kakaknya itu.
Saat kakaknya ingin menghempaskan dirinya menjauh Fajar langsung menahannya dengan cepat dan mulai melakukan tugasnya.
"Sepertinya segala pelatihan yang ku lakukan untukmu masih belum mampu membuatmu menjadi anak yang pintar ya" ucap kakaknya itu sambil mengelus kepala Fajar.
"Aku harus mengajarkanmu banyak hal kalau begitu"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Leksana menghela napas lelah dia sudah hampir 3 jam bergelut dengan soal matematikanya tapi rasanya dia buntu sekali.Dia bisa lihat jam sekarang sudah nunjukin pukul 4 sore lalu Leksana teringat dengan danau waktu itu, mungkin dia bisa nenangin pikiran disitu?
Maka dengan semangat dia bangkit lalu memasukan buku-bukunya kedalam tas kecil, lalu langsung berangkat menggunakan motornya karena dia malas untuk berjalan.
Leksana tersenyum senang saat melihat sekitaran danau yang sepi, maka dia langsung membuka tasnya dan mengambil alas yang dia bawa tadi agar tidak kotor duduk dirumput.
Dia sudah seperti sedang piknik saja sekarang, tapi bodo amat lah yang penting tenang dan otaknya bisa lancar mengerjakan tugas matematikanya.
Saat sedang asik-asiknya Leksana dikejutkan dengan riak air danau dan ketika dia menoleh, dia bisa lihat kepala Fajar yang menyembul dari dalam air membuatnya melotot.
"Ngapain lo disitu?!" Kaget Leksana.
"Oh! Ada Leksana disini?" Fajar terlihat sama kagetnya dengan Leksana.
"Lo habis ngapain muncul dari air begitu? Lo tinggal disitu?" Tanya Leksana tak habis pikir.
"Aku menyelam tadi soalnya gerah banget hari ini" Fajar nyengir lalu berenang ketepi.
Leksana menatap heran kearah Fajar yang langsung berlari cepat kearah rumah pohonnya dan mengambil hoodienya lalu langsung memasangnya tanpa peduli dengan baju yang dia pakai benar-benar basah kuyup.
Lalu Fajar berjalan mendekat kearah Leksana dan duduk disebelahnya dengan penasaran.
"Leksana lagi buat apa?" Tanya Fajar.
"Mata lo gak buta kan untuk lihat gue lagi ngapain?" Jawaban sarkas Leksana membuat Fajar tersenyum tipis dan menggeleng pelan.
"Aku gak suka matematika" ucap Fajar sambil menunjuk buku soal Leksana.
"Jangan dipegang, ntar basah" Leksana langsung menahan tangan Fajar.
"Mending lo pulang deh, basah kaya gini" ucap Leksana sedikit risih melihat Fajar yang basah kuyup begitu lalu duduk santai dirumput yang kotor pula.
"Malas, aku barusan aja disini" ucap Fajar.
"Lagi pula aku mau lihat Leksana belajar" Fajar tersenyum manis membuat Leksana mendengus.
"Gue yang malas ngelihat lo" ketus Leksana.
"Kenapa? Fajar kan manis" Fajar mengedipkan sebelah matanya lalu tertawa.
"Ganggu lo, gue mau belajar" sinis Leksana.
"Iya-iya Fajar gak akan ganggu kok, cuma mau lihat Leksana aja, Leksana anggap aja kalau aku gak ada disini" ucap Fajar sambil berbaring tengkurap dirumput untuk menghadap Leksana yang memandangnya jengah.
Menghela napas berkali-kali Leksana berusaha untuk mengabaikan keberadaan Fajar dan mulai mengerjakan tugasnya.
Tapi dia benar-benar tidak bisa konsentrasi! Bagaimana tidak kalau Fajar yang menatap intens kearahnya begitu?!
"Gak usah ngelihatin gue gitu!" Sentak Leksana karena sudah tidak tahan lagi.
"Uh?! Maaf-maaf" ucap Fajar.
"Yaudah aku mau tidur aja deh" Fajar langsung membalikan badannya dan berbaring terlentang.
"Kalau mau tidur itu pulang" ucap Leksana.
Fajar tidak menjawab dan menutup matanya dengan lengannya sendiri, Leksana bisa lihat kalau cowok itu terlihat lelah dan lemas juga wajahnya sedikit pucat tadi.
"Bangunkan aku kalau Leksana sudah selesai ya" ucap Fajar pelan lalu tak lama kemudian Leksana bisa mendengar suara dengkuran halusnya.
"Cepat sekali tidurnya?" Ucap Leksana tapi dia acuh saja dan mulai mengerjakan tugasnya lagi.
Kalau beginikan lebih baik, damai juga rasanya jadi otaknya bisa encer untuk ngerjain tugas matematika yang memuakan itu.
Setelah bergelut cukup lama akhirnya tugasnya sudah selesai dan Leksana bisa lihat langit sudah mulai menggelap jadi dia bergegas merapikan buku-bukunya.
Ketika ingin pulang Leksana bisa melihat kalau Fajar yang masih tidur dengan nyaman, sebenarnya dia ingin pulang saja dan tidak peduli pada cowok itu tapi Leksana tidak sejahat itu untuk ninggalin Fajar yang masih tidur itu.
Menghela napas Leksana mutusin untuk membangunkan Fajar.
"Wey bangun!" Leksana mengguncang Fajar yang langsung menggeliat.
"Mmh..." Fajar menggeliat pelan sebelum membuka matanya dan dia bisa lihat langit yang sudah mulai ditelan kegelapan.
"Bangun! Gue mau pulang" suara Leksana membuat Fajar menatapnya lalu duduk.
"Terima kasih sudah membangunkanku" ucap Fajar tulus.
"Hm" Leksana bisa melihat kalau Fajar tidak sesemangat biasanya bahkan dia tidak terlalu berisik seperti biasanya.
"Lo sakit?" Tanya Leksana.
"Aku baik-baik saja, aku pulang duluan ya bye Leksana...." Fajar langsung berdiri dan berjalan pelan meninggalkan Leksana yang hanya diam memandangnya.
#################################
Kakak Fajar gak akan aku kasih visualisasi yaa jadi kalian bayangkan sendiri aja🤭😂

KAMU SEDANG MEMBACA
Langit Sore || Renmin
Random"Sejak dimana aku mengenal dia, aku baru bisa mengerti apa yang dinamakan dengan kehangatan itu walau hanya dengan melihatnya tersenyum" Hasta Leksana Pradigta. Renmin Area⚠️ Top: Renjun Bot: Jaemin Ini ceritanya bertema lokal jadi harap disesuaikan...