-6-

2.5K 283 2
                                    

Senja mulai terlihat di ufuk barat, dibawah pohon rindang terlihat seorang wanita yang memejamkan mata seakan dia tertidur pulas disana tapi, ya memang itu kenyataannya.

Kwak

Kwak

Kwak

"Aish! Mereka mengganggu tidurku" Ameera terbangun karena mendengar suara burung gagak yang berterbangan tak tentu arah di langit jingga. "Bisakah kalian diam!" Dia berteriak kencang membuat kelompok burung gagak terbang menjauh.

"Ah bulannya mulai terlihat" Ameera menatap ke langit dimana terdapat bulan purnama.

Sratt

Sebuah suara yang berasal dari kolam ikan mengalihkan perhatiannya, karena penasaran dia mendekat dan melihat cahaya bulan yang cerah memantul disana. Dilihatnya sekeliling tempat tapi tidak menemukan keberadaan buku yang dia temukan dulu.

Sring..

Tiba-tiba saja air kolam mengeluarkan cahaya yang sangat terang, terpaksa Ameera harus menutup matanya untuk menghindari cahaya masuk ke matanya. Saat membuka mata dia disuguhkan dengan sederet tulisan panjang yang mengambang diatas air.

"Hah?" Wajah Ameera sudah seperti orang bodoh, bagaimana tidak badan yang sedikit membungkuk, kedua tangan yang tergantung kebawah, kaki terbuka lebar, kepala miring ke kanan, dan mulut yang terbuka selebar mulut goa.

Walaupun begitu dia penasaran dengan tulisan di atas air itu mencoba mendekat dan membaca dari bagian paling jauh.

Ada sebuah rahasia besar dalam keluargamu "disini"

Dirimu "dulu" terkena kutukan saat masih bayi.

Dirimu "dulu" lah yang membuatmu ada disini.

Dirimu bukan satu dengan dirimu "dulu"

Seharusnya memang kau yang harus ada disini.

Cari seseorang bermata emerald di luar pulau ini.

Jangan berharap bisa berpindah 'lagi'.

Ada hal mengejutkan yang menunggu didepan sana.

Jangan menyerah ditengah jalan, karena ada hal besar yang harus dikorbankan untuk itu.

Jangan mudah percaya dengan semua orang di "sini"

Segera pergi dari pulau ini sebelum hal 'itu' mulai tampak.

Ada seorang yang akan menemani dan melindungimu dalam menempuh semua ini. Dan hanya orang inilah yang bisa kau percaya.

Sederet pesan baru selesai dibaca Ameera dan tulisan itu sudah hilang sekarang. Didepannya sudah ada sebuah buku yang sama persis dengan yang dilihat dulu. Dia terduduk sambil memegang dadanya. Jantungnya berdetak kencang, nafasnya memburu seperti sedang dikejar hal menakutkan.

Setelah tenang dia pergi dari sana sembari memeluk erat buku tadi. Tanpa menyadari dua orang yang dari tadi berdiri terpisah tak jauh dari tempatnya berada.

Saat sampai di ruangannya Ameera dengan cepat menyambar kertas dan mulai menulis pesan tadi dengan tinta hitam pekat. Dia tidak melewatkan satu kata yang tertulis di atas air.

_ _ _

Ameera berjalan masuk kedalam kamar putri Alleta dan melihat dia sedang membaca buku didekat jendela. "Putri ini saya Ameera" putri Alleta menyambut kedatangannya dengan senyum lebar lalu menyuruh Ameera duduk didepannya.

"Apa ada berita bagus yang kamu bawa?" Keantusiasan putri membuat Ameera ragu untuk mengungkapkan maksud kedatangannya kemari. "Eumm, Putri untuk satu bulan kedepan saya akan meninggalkan istana, hanya satu bulan tidak lebih" senyum putri Alleta yang mengembang langsung lenyap.

"Apa kamu akan pergi, kamu tidak tahan disampingku, apa kamu tidak akan kembali?" Mata Putri sudah dipenuhi oleh air mata, melihat itu Ameera tidak tega tapi bagaimanapun dia tetap akan pergi.

"Putri saya hanya pergi selama satu bulan lalu kembali kesini untuk menemani putri. Saya janji" Ameera mengangkat tangannya untuk menyakinkan.
-
-

⭐🙆🏻‍♀️

*Sebelumnya maaf jika sedikit mengganggu, chapter 7 ter acak jadi mohon untuk lihat list titik tiga di pojok untuk membaca chapter selanjutnya (7). Terima kasih atas pengertiannya^^

Who Said She is The Evil MaidTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang