[]
[]
[]
.__________________________."Dia baru saja diserang oleh faksi Pangeran ke-empat. Sedangkan Duke Blair tidak masuk dalam faksi manapun. Sebenarnya mereka mengincar dirimu yang baru lahir. Tapi, Michaila melindungimu dengan tubuhnya, ditambah kekuatan ayahmu mengalir dalam tubuhmu."
"Kenapa tidak ada kesatria disekitar mereka?!" Tangan Ameera mengepal kuat, dia sudah berhenti bertanya pada dirinya kenapa ada perasaaan seperti ini. Karena dia adalah ameera yang sebenarnya, perkataan Ron waktu itu kembali muncul.
"Mereka mengontrol semua penghuni disana, sebenarnya para pekerja disana sangat kuat. Namun, rencana mereka juga sangat teliti. Menaburkan bubuk racun buatan mereka sendiri ke dalam makanan semua pekerja,yang membuat mereka merasa hampa selamanya. Mereka memulai rencana itu satu bulan sebelumnya."
'Jika aku menemukan mereka, tak akan kubiarkan mati begitu saja!' Ameera mencoba menahan emosinya yang sudah bergejolak.
"Sudah hampir dini hari, tidurlah. Aku akan memperlihatkan ingatanku dalam mimpimu."
<> <> <>
"Musnahlah!" Sebuah cahaya merah memenuhi ruangan sesak penuh bentrokan mana. Suara bayi yang menangis terdengar menyayat hati, darah berceceran dimana-mana, sebilah pedang kotor tergeletak begitu saja.
Tap
Tap
Tap
Langkah kaki yang kian mendekat membuat suasana semakin tegang. "Masih hidup? Dasar bawahan tak berguna!"
Jleb!
Sebilah pedang tertancap tepat di jantung bawahannya, dia mati. "Grand Duke Blair yang disanjung oleh seluruh orang, mati begitu saja, hanya karena melindungi anaknya? HAHAHAHA, bukankah ini akan menjadi topik perbincangan panas para bangsawan?" Ucap Viscount Malta, salah satu dari sekian bangsawan dalam faksi Pangeran ke-empat.
"Sepertinya dirimu terlalu percaya diri Viscount Malta, hanya karena kondisiku seperti ini bukan berarti aku tidak bisa melawanmu!" Grand Duke Blair mengambil pedang yang tergeletak di lantai. "Kenapa? Kau tidak berani menyerangku dulu?" Viscount Malta menjentikkan jarinya, belasan prajurit mansion masuk dengan mata yang tampak kosong.
"Ku perintahkan kalian untuk menghabisi dia." Begitu ucapan Viscount Malta selesai, belasan prajurit tersebut menyerang ke arah Viscount Malta.
"KENAPA KALIAN MALAH MENYERANGKU?!" Viscount yang memang belum siap, kalah telak dalam kurun waktu kurang dari satu menit. "Kau pikir semua prajuritku benar-benar sudah menjadi bawahan mu? Itulah akibat meremehkan ku." Kata Grand Duke datar.
"Uhuk " Suara tersebut membuat seluruh penghuni ruangan menoleh, di samping kasur terlihat Duchess Michaila terduduk memegangi mulutnya. Darah mengalir di sekujur bajunya, hingga mengenai bayi yang ada dalam pelukannya. "Siapkan kamar baru sekarang!" Perintah Grand Duke keras.
"APA MAKSUDMU?! RACUN BARU?!!" Grand Duke merasa seakan sudah kehilangan jiwa. Barusan tabib pribadi mansion selesai memeriksa keadaan Grand Duchess, dan mengatakan jika dalam tubuh Grand Duchess terdapat jenis racun yang belum pernah diketahui sebelumnya.
<> <> <> <> <>
"Hah!" Ameera bangun dengan peluh di sekujur tubuhnya, sederet ingatan penuh warna merah kembali membuat bulu kuduk berdiri, lagi. "Aku hanya ingat sampai kejadian ini. Saat masih dimansion aku sama sekali tidak mengingat kejadian ini, entah kenapa semakin dekat dengan Arage, semakin banyak pula kejadian yang bisa ku ingat kembali." Ucap Jayden di samping Ameera, dia sedang berubah menjadi gagak.

KAMU SEDANG MEMBACA
Who Said She is The Evil Maid
Fantasy[ Bukan Novel Terjemahan ] Judul sebelumnya = Mystery Evil Maid with Him [ maaf chapter 7 sensian dia ke acak : ˘ ∧ ˘ : ] "Hah!" "Aku di mana? Aku siapa? Aku kenapa?" "Seharusnya sekarang aku berada di rumah sakit, bukan?" ________ Aku menjadi korb...