Happy Reading...
°°°°°°°
Dinding berwarna biru laut. Kamar yang bernuansa nyaman dan tentram. Di kamar Syifa, ada Aiza yang sedang tiduran di kasur yang empuk. Disini Aiza sangat nyaman dengan suasana di kamar Syifa. Umi Syifa sangat baik kepada dirinya bahkan Umi Syifa sudah mengangap Aiza sebagai anaknya sendiri. Aiza juga mengangap Umi Syifa adalah ibunya.
Aiza sudah sering menginap di rumah Syifa jadi Aiza tidak sungkan. Rumah Syifa terbuka lebar untuk Aiza, jadi Aiza boleh menginap kapan saja.
Syifa sedang merapihkan bajunya di lemari sambil memakan cemilan.
"Syifa." rengek Aiza kepada Syifa, Syifa pun menoleh.
"Kenapa za?" tanya Syifa.
"Gw bosen ih." jawab Aiza membuat Syifa cepat cepat menyelesaikan bajunya.
"Ih emang kamu doang yang bosen, aku juga kali. Btw Mila kapan pulangnya ya?" tanya Syifa membuat Aiza tersenyum sumringah.
"Gw enggak tau. Gw punya ide! Gimana kalo kita telepon Mila." ucap Aiza.
Syifa setuju lalu ia mengambil handphone nya yang ada diatas meja belajar nya. Syifa mencari kontak Mila lalu ia memencet tombol hijau.
Tak butuh waktu lama Mila mengangkat videocall dari Syifa, sahabatnya.
Muncul lah wajah Mila yang cantik di handphone. Aiza dan Syifa langsung mengarahkan wajahnya di depan kamera.
"Assalamualaikum Mila, kamu lagi dimana?"
"Waalaikumsalam lagi di villa dong. Sumpah villa nya baguss banget rekomen sih ini."
"Mana coba liat dong Mil."
"Sabar za, nih baguss kan ahhh disini sejuk bangett woi."
Mila mengarahkan handphone nya ke pemandangan di villanya. Aiza dan Syifa iri melihat memandang tersebut. Rasanya ingin pergi ke villa yang di tempati Mila.
"bagus banget Mil ...."
"Ihh iya Mil Bagus banget, aku juga pengen kesitu."
"Kapan kapan kita pergi ke sini gimana?"
"AYOO!! kapan kesitunya?"
"Hmm kapan ya."
"Ulang tahun Aiza2 minggu lagi tuh gimana kita rayain di villa."
"Wahhh aku setuju, kayanya seru deh rayain ultah Aiza di villa."
"Hmm oke, makin seru!"
"Gw ngebayangin serunya woi gw kaga sabar hehehe."
"Yee Mila mah emang kaga sabaran mulu."
"Hahahha."
Mereka bertiga asik berbincang di handphone nya. Mereka bertiga membahas hal hal lain membuat mereka tertawa terbahak-bahak. Aiza sangat bersenang senang satu hari ini, Aiza juga sudah melupakan kejadian dirumahnya.
Syifa melihat sahabatnya tertawa bahagia ia ikut senang. Syifa berharap Aiza bisa berbahagia seterusnya.
"Gw mau mandi dulu ya beb."
"Yahh Mil."
"Lu belum mandi dari pagi Mil? Pantes bau ya sampe kesini."
"Yee enak aja lu za, gini gini gw masih Wangi."
"Paling lu pake parfum sebotol kan?"
"Kok lu tau sih."
"Hahahah gw gitu loh."
"Yaudh mandi sono Mil, aku tutup ya vidiocall nya. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Tak terasa waktu sudah malam. Setelah vidiocall dengan Mila, Aiza dan Syifa menonton film yang seru seru. Mereka berdua terlarut dengan film tersebut.
"Huwaa filmnya bikin ngakak." ucap Aiza sambil memegang perutnya yang masih terasa sakit karena habis kebanyakan ketawa.
"Iya hihi capek aku ketawa mulu." sahut Syifa bangun dari tempat tidurnya.
Syifa mengambil cemilan kesukaan ia dan juga Aiza.
"Syifa, Aiza kita makan malam yuk." ucap Umi Syifa dibalik pintu kamar Syifa. Mendengar ucapan Umi, Syifa dan Aiza bangkit dari tempat tidur.
Syifa membuka pintu kamar tampaklah Umi Syifa sedang tersenyum manis.
"Iya Umi." ucap serempak Aiza dan Syifa.
Mereka bertiga berjalan menuju meja makan yang sudah tersedia berbagai lauk.
" Wow makanan kesukaan Aiza." ucap Aiza dengan mata berbinar binar, lalu Aiza duduk di kursi deket Syifa. Syifa dan Uminya terkekeh melihat wajah lucu Aiza.
"Sok atuh makan... Umi sengaja bikin makanan kesukaan kalian berdua." ucap Umi Syifa mengambil nasi.
"Makasih Umi." ucap serempak Aiza dan Syifa.
Umi pun tersenyum. "Sama sama."
Mereka memakan masakan Umi Syifa dengan perasaan senang.
Sesudah makan malam. Aiza dan Syifa memutuskan kekamar Syifa.
"Hari yang menyenangkan." ucap Aiza sambil menutup mata.
"Semoga hari berikutnya akan selalu seperti ini, menyenangkan." lanjut batin Aiza.
"Selamat malam Syifa, makasih untuk hari ini." ucap Aiza dengan lembut kepada Syifa yang hampir terlelap.
"Hmm selamat malam juga Aiza, sama sama." balas Syifa.
Mereka berdua sudah terlelap di bawah mimpi.
🐻🐻🐻
Jangan lupa vote dan komen. ..
Typo bertebaran!!
❤️❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Aiza Story
Fiksi RemajaMenceritakan seorang gadis mungil yang selalu di banding bandingkan dengan kakaknya dan selalu dituntut oleh Ayahnya. Tak pernah merasakan kasih sayang ataupun cinta. Sekalinya jatuh cinta, ia harus merelakan cinta pertama untuk kakaknya. Keluarga...
