Wujud dari persaudaraan adalah keperdulian.
Happy Reading
.
.
.
.
.
Menyenangkan saat kamu memiliki segalanya. Memiliki perhatian lebih dari orang-orang terdekat. Menikmati bukan justru malah sebaliknya. Namun, Mingyu mungkin memiliki alasan tersendiri.
Mingyu membuka matanya, ia mengerjap beberapa kali untuk membiasakan cahaya lampu di atasnya. Mingyu melihat sekeliling dan ia sudah berada di kamar miliknya sekarang.
Mingyu melihat tangan sebelah kirinya sudah tertancap dengan indah selang infus di sana.
Badanya penuh dengan bintik merah sekarang. Dan juga ia merasa tubuhnya sedikit demam.
Ceklek!!!
"sudah bangun?"
"kakak" lirih Mingyu.
Jaehyun tersenyum dan meletakan nampan berisi bubur juga air putih yang ia bawa ke meja nakas dekat dengan ranjang Mingyu.
"nyenyak sekali tidurnya? Lihat, bahkan ini sudah jam 8 pagi" Jaehyun berucap dan duduk di ranjang Mingyu.
"kakak sudah tidak marah lagi?"
"aku tidak bisa marah dalam waktu lama dengan mu Gyu"
Mingyu tersenyum.
"ayok bangun. Kau harus sarapan dan meminum obatmu," Jaehyun membantu Mingyu setengah duduk. Ia kemudian mengambil bubur yang ia bawa tadi. Dan menyuapi Mingyu secara perlahan.
"Maaf"
"Di maafkan"
"kakak" rengek Mingyu.
"why? "
"menyebalkan"
Jaehyun tersenyum melihat tingkah adik nya ini. Dalam keadaan sakit pun masih bisa merenggek. Dan sangat cerewet.
"papa, mama? Di mana? "
"ada di bawah. Mereka tidak pergi bekerja akibat ulah nakal anak nya yang satu ini"
"aku tidak nakal"
"lalu apa? "
"ishhhh... Kakak"
"buka mulutmu, atau bubur ini akan menjadi dingin" titah Jaehyun. Mingyu pun membuka mulutnya saat Jaehyun menyuapi bubur itu.
"kakak tidak pergi ke kampus? "
"pergi, hanya kelas siang"
Mingyu mengangguk.
"Mingyu"
"ya"
"Jangan ulangi lagi yah. Kakak tidak ingin terjadi sesuatu pada mu"
"iya, maafkan Mingyu"
"Eum"
"kakak keluar dulu. Jungkook dan Younghoon ada di bawah. Kakak akan panggilan mereka ke sini"
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother.
FanfictionStart = 9 Juni 2021. End = 10 Februari 2022. Ketika kamu berusaha melindungi saudaramu, namun semua nya justru memberikan ketidak nyamanan untuk nya. Sebuah rahasia besar di simpan selama bertahun-tahun. Hingga satu kenyataan akan kah merubah semua...
