Ada yang lebih pedih dari kehilangan.
Yaitu, tetap bersama namun tidak saling perduli.
Happy Reading.
.
.
.
.
Dan pada akhirnya, akan selalu ada batas di setiap perjalanan. Akan ada setiap akhir dalam sebuah cerita. Dan akan ada pertemuan indah di setiap penantian.
Wonu kembali ke rumah rooftop nya tepat pukul 7 malam. Wonu tersenyum sambil menatap makanan yang di bawa nya. Wonu tidak sabar untuk memberikan kabar gembira bahwa dirinya sudah di terima bekerja di sebuah BAR Yang lumayan besar sebagai bartender.
Namun, saat sampai di depan pintu. Rumah masih dalam keadaan gelap. Wonu mencari keberadaan Mingyu di setiap sudut rumah nya. Namun, tidak di temui keberadaan nya.
Wonu seketika menjadi khawatir. Apa Mingyu benar-benar pergi untuk mencari pekerjaan. Atau dia benar-benar pergi karena tidak mau hidup bersama nya dalam keadaan seperti ini?. Namun, Wonu segera menepis pemikiran itu. Wonu berniat menelfon nya. Namun, Wonu teringat bahwa Mingyu tidak memiliki ponsel. Wonu pun bergegas mencari Mingyu.
.
.
.
.
.
.
.
Mingyu kembali melangkah kan kaki nya di mansion mewah keluarga nya. Hampir saja Mingyu menangis saat Ia masih bisa melihat kembali rumah yang dimana Ia tumbuh hingga sedewasa sekarang.
Para maid terlihat bahagia dan antusias menyambut sang tuan muda yang kembali dengan sehat dan selamat.
Mereka membungkuk dengan Hormat saat Jaehyun membawa Mingyu menuju kamar orang tua mereka.
"Masuklah" ucap Jaehyun.
Mingyu segera membuka pintu kamar orang tuanya dan seketika hati Mingyu berdenyut sakit.
Krystal, sang mama. Tengah tertidur dengan wajah yang begitu pucat, tubuh yang Mingyu rasa mamanya itu telah banyak kehilangan berat badanya. Mingyu berjalan perlahan dengan air mata yang sudah jatuh di kedua pipinya.
Brukk!!!
Mingyu jatuh berlutut di hadapan sang mama. Ia menunduk dan menangis keras di sana. Membuat Krystal terusik.
"Mingyu". Lirih Krystal.
Mingyu mendongak dan menatap kedua mata indah milik mamanya. Krystal bangun dari tidurnya dan mengangtinya dengan posisi duduk. Ia meraih wajah Mingyu dengan telapak tangan nya.
"Mingyu?kau kah ini? Kau pulang sayang? Kau baik-baik saja? Ya Tuhan syukurlah." Krystal menangis. Mingyu juga sama Ia mengangguk dan menggenggam tangan sang mama.
"Maafkan Mingyu. Maafkan atas semua tingkah kekanak-kanakan Mingyu" lirih Mingyu.
"Tidak sayang. Mingyu tidak bersalah nak. Bangunlah duduk di samping Mama. Di lantai sangat dingin" Isak Krystal.
Mingyu mengangguk dan segera duduk di kasur milik Krystal.
"Syukurlah kau baik-baik saja. Apa mama perlu memanggil kan dokter untuk mengecek kondisi mu? Eum" Krystal terus menggenggam tangan Mingyu erat. Mingyu menggeleng Ia masih terisak.
.
.
.
Jaehyun Dan Kai sangat Terharu dengan pemandangan di hadapan nya itu. mereka menghampiri Mingyu dan Juga Krystal.
Kak mengusap lembut kepala Mingyu.
"Jangan pergi lagi eum. Kau adalah segalanya bagi kami. Mama mu sangat menyayangi mu Gyu. Begitu juga dengan Kaka mu"
Mingyu mengangguk dan segera menghambur kepelukan Kai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother.
FanfictionStart = 9 Juni 2021. End = 10 Februari 2022. Ketika kamu berusaha melindungi saudaramu, namun semua nya justru memberikan ketidak nyamanan untuk nya. Sebuah rahasia besar di simpan selama bertahun-tahun. Hingga satu kenyataan akan kah merubah semua...
