Terkadang memang, Air mata jatuh tanpa melihat Kondisi.
Happpy Reading.
.
.
.
#Kalian harus komen pokoknya. Jangan vote aja. Aku ngak suka silent readers. Tolong hargai Author siapa pun itu cerita yang kalian baca. Please nulis dan ngumpulin mood itu ngak gampang. Makasih.
.
.
.
Chapter ini panjang banget.
Skip kalo ngerasa bosen. Abaikan Typo, males ngedit hehehe.
.
.
.
Cairan bening itu jatuh setiap tetes dan mengalir begitu saja ke selang infus dan terakhir akan masuk ke dalam tubuh yang tengah terbaring lemah di sana.
Dalam satu malam, seolah takdir sedang menguji kekuatan jantung semua orang.
Bagai mimpi buruk yang bahkan tidak akan pernah mau mereka ingat kembali.
Mingyu...
Di temukan tidak sadarkan diri di balkon kamar miliknya sendiri.
Membuat semua orang panik dan juga khawatir.
Bahkan, Kai membawa mobil dengan kecepatan penuh padahal jalanan di liputi salju malam tadi.
Teriakan Jaehyun yang menggema sesampai nya di lobi Rumah sakit menyadarkan semua perawatan agar bergegas menangani sang adik.
"Tolong selamatkan adik ku"
Seketika semua tangisan pecah.
Krystal,Juga Chayeon.
Wonu? Bahkan mulutnya tidak berhenti merapalkan Do'a.
.
.
.
Pintu Unit Gawat Darurat itu tak pernah terbuka sejak 1 jam yang lalu. Jaehyun meruntuki semua Yanga berada di dalam. Apa yang mereka lakukan? Dokter, suster? Bahkan tak ada satu orang pun yang keluar untuk mengabarkan sesuatu.
Hingga menjelang 1 setengah jam barulah pintu itu terbuka. Semua langsung menghampiri sang Dokter.
"Pasien Mingyu mengalami overdosis obat tidur. Apakah pasien mengkonsumsi obat tidur belakangan ini?" Tanya Dokter.
Semua terdiam. Dokter menghela nafas nya kasar.
"Perlu di ketahui mengkonsumsi obat tidur secara berlebihan dapat menghentikan aliran darah dari jantung ke otak. Jantung yang berhenti berfungsi menyebabkan kematian. Efek samping dari overdosis pil tidur dapat meliputi kesulitan bernapas, pingsan, dan shock." Jelas Dokter.
"Lalu bagaimana kondisi putra saya Dokter?"
"Tuhan masih berbaik hati. Mingyu selamat"
Semua menghela nafas lega.
"Untuk saat ini, saya sarankan kesehatan mental nya adalah paling utama. Jika seseorang sudah mengkonsumsi obat tidur. Mungkin saja, kesehatan psikis sedang tidak baik-baik saja. Buat Mingyu nyaman dan tidak stress. Saya merasa Mingyu berusaha melakukan percobaan bunuh diri." Ucap Dokter.
.
.
.
Jaehyun duduk seorang diri di taman rumah sakit dirinya tengah merenungi semua hal yang belakangan terjadi. Apakah dirinya sudah melangkah terlalu jauh. Apakah dirinya sudah bersikap benar terhadap sang adik?.
"Mau minum?"
Jaehyun mendongak melihat siapa yang mengulurkan minuman kaleng di hadapannya.
Jaehyun sedikit tersenyum dan menerima minuman itu.
"Terimakasih Kak Wonu" ucap Jaehyun.
"Kenapa di sini? Tidak ingin melihat Mingyu?" Tanya Wonu sembari duduk di samping Jaehyun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother.
FanfictionStart = 9 Juni 2021. End = 10 Februari 2022. Ketika kamu berusaha melindungi saudaramu, namun semua nya justru memberikan ketidak nyamanan untuk nya. Sebuah rahasia besar di simpan selama bertahun-tahun. Hingga satu kenyataan akan kah merubah semua...
