CH.23

601 63 59
                                        

Masih adakah alasan untuk dirinya tersenyum.

.
.
.

Happy Reading.

.
.
.

#Seperti biasa chapter ini panjang. Kalo bosen skip aja. Part ini akan lebih banyak menceritakan tentang Orang tua mereka. Jennie, Krystal,Kai dan Jessica.
Jangan lupa koment. Aku benci silent readers.

.
.
.

Cantik...

Satu kata yang mendefinisikan seorang Kim Jennie.
Gadis yang bekerja sebagai sekertaris Kai, murah senyum, pintar, juga mandiri. Hidup sebatang kara, memberanikan diri datang ke Seoul untuk pendidikan dan hidup lebih baik.
Mengenal seorang Daniel saat tidak sengaja Daniel menabrak Jennie di suatu restoran.
Berkahir berkenalan, menjadi teman, menjalin hubungan sebagai kekasih hingga memutuskan untuk menikah. Daniel adalah pria baik di mata Jennie, tatapan matanya penuh cinta dan kelembutan itu yang menjadi poin utama Jennie memutuskan mengatakan "Iya". Daniel memperlakukan Jennie like a queen. Tidak pernah sekalipun menyakiti nya, atau bahkan melakukan kekerasan fisik atau psikis.

Namun, Takdir berubah begitu buruk. Gadis yang malang, seolah takdir tidak pernah mengizinkan dirinya benar-benar bahagia. Kai yang saat itu dalam keadaan mabuk melakukan sebuah kesalahan.
Jennie tidak pernah ingin merusak rumah tangga orang lain. Tetapi, dirinya hanyalah seorang gadis lugu yang menerima semua tkdir buruknya dengan sabar dan senyuman indah miliknya.

.
.
.

Mingyu berbaring di paha Jennie. Jennie tersenyum dan mengelus pucuk kepala sang putra. Keduanya kini sedang berada di sebuah danau yang nyaman dengan pemandangan yang begitu indah.

"Bahagia sekali di sini bersama Ibu" ucap Mingyu tersenyum.

Jennie menunduk menatap wajah sang putra yang begitu tampan.

"Ibu sangat cantik yah. Pantas banyak lelaki yang mencintai Ibu"

Jennie tersenyum kemudian mencubit pipi sang putra.

"Meskipun tempat ini nyaman dan membuat Mingyu bahagia. Tetapi, Mingyu tidak boleh terlalu lama di sini nak. Karena belum saat nya Mingyu menemani Ibu di sini".

Mingyu mengeryit bingung. Dan menatap sang Ibu penuh tanya.

"Kenapa? Aku ingin di sini saja bersama Ibu. Mingyu sudah sangat lelah bu. Kak, Jaehyun, Papa, Mama, dan Kak Wonu berhak bahagia. Mereka berhak menjalani hidup mereka dengan baik. Jadi Mingyu di sini saja yah?".

Lagi-lagi Jennie menggeleng.

"Bagiamana mereka bahagia jika sumber kebahagiaan nya adalah Mingyu di sisi mereka. Jika Mingyu lelah. Ada mereka tempat berbagi lelah itu. Mereka keluarga mu Gyu".

"Sampai kapan aku bersama mereka? Dan tinggal selamanya dengan Ibu?"

"Apa Mingyu ingin cepat tinggal bersama Ibu di sini?"

Mingyu mengangguk antusias. Dia bangun dan duduk kini, posisinya adalah menatap Jennie.

"Aku mau tinggal di sini. Mingyu ingin menemani Ibu. Agar Ibu tidak sendirian lagi"

Possessive Brother. Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang