Karena kita di lahirkan untuk ada. Bukan untuk menjadi sempurna.
Happy Reading.
.
.
.
Senja pergi, meninggalkan kesan indah menuju malam. Cerita nya, mereka simpan untuk kembali di buka saat perlu untuk di ceritakan. Munculnya tak pernah gagal, begitupun terbenam nya.
Matahari, tidak pernah menjanjikan terang setiap saat. Akan ada mendung atau bahkan hujan di tengah-tengah waktu mereka. Semua indah pada waktunya masing-masing.
.
.
.
1 Minggu sebelum pernikahan Jaehyun.
Keluarga besar Chayeon sudah berada di Korea tepatnya di kediaman mansion mewah keluarga Kim.
Mereka semua tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatu nya.
Mulai dari WO (wedding organizer) gedung pernikahan, Catering makanan, undangan pernikahan, Dan sebagainya.
Sementara Chaeyeon dan Jaehyun Juga sudah selesai dengan fitting baju pengantin mereka.
Dan jangan lupakan Wonwoo dan juga yerin yang sudah pulang berbulan madu 3 hari yang lalu.
Mansion ini, kian semakin ramai.
Mingyu Tersenyum dan memeluk Jaehyun yang sedang duduk dengan serius di depan laptop miliknya. Yah, Jaehyun akhirnya bergabung di perusahaan besar milik sang Ayah.
Jaehyun tersenyum melihat siapa yang sangat manja belakangan ini.
"Kenapa Gyu?"
"Kakak sudah berjanji akan melakukan 3 hal dengan ku hari ini. Kau lupa?"
Jaehyun terkekeh. Menutup laptop miliknya setelah sebelumnya menyimpan file pekerjaan nya.
"Tentu saja tidak lupa. Bahkan Kakak sudah siap sejak pagi. Dan kau lihat? Ini sudah jam 10, bahkan kau baru bangun"
Mingyu tersenyum tanpa rasa berdosa.
"Ya sudah Mingyu ganti baju dulu yah. 15 menit" ucap Mingyu. Jaehyun tersenyum dan mengangguk.
Jaehyun mencari keberadaan Chayeon yang ternyata sedang ada di taman bersama semua keluarga nya.
"Aku pergi dulu mengantar Mingyu membeli sesuatu eum" pamit Jaehyun pada Chaeyeon dan mendapatkan anggukan dari sang calon istri.
Jaehyun berjalan menuju parkiran dan mengambil Mobil miliknya. Setelah itu, Mingyu datang dengan Outfit santai nya penuh dengan keceriaan.
"Ke tempat makam Ibu Jennie terlebih dahulu kan?" Tanya Jaehyun.
Mingyu mengangguk antusias.
"Tapi aku ingin membelikan Ibu Jennie beberapa bunga terlebih dahulu"
"Okey".
Jaehyun pun menancap gas mobilnya perlahan pergi meninggalkan mansion mewah itu.
.
.
.
Mingyu dan Jaehyun berjalan ke arah gundukan tanah yang terdapat batu nisan bertuliskan " Kim Jennie". Mingyu tersenyum. Untuk pertama kalinya akhirnya, Mingyu dapat melihat peristirahatan terakhir sang Ibu. Mingyu tersenyum, sedikit berjongkok dan meletakan sebuket bunga mawar putih di sana.
Pusara sang Ibu yang begitu Indah. Juga foto nan cantik terletak di sana.
"Senyum yang Indah" lirih Mingyu.
Mereka menghabiskan waktu selama kurang lebih 30.menit di sana. Hingga pada akhirnya, mereka pun bergegas meninggalkan pemakaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother.
FanfictionStart = 9 Juni 2021. End = 10 Februari 2022. Ketika kamu berusaha melindungi saudaramu, namun semua nya justru memberikan ketidak nyamanan untuk nya. Sebuah rahasia besar di simpan selama bertahun-tahun. Hingga satu kenyataan akan kah merubah semua...
