CH. 10

812 65 22
                                        

Kamu hanya melihat sisi bahagia ku. Tanpa kamu sadari, aku juga bisa menjadi orang yang teramat rapuh.

Happy Reading.

.
.
.
.
.

Rasanya di jatuhkan oleh ekspetasi sendiri itu sangatlah menyakitkan. Mungkinkah hanya kita yang kebetulan di pertemukan oleh takdir. Lalu dengan takdir pula kita masih bersama sampai detik ini.

Jaehyun menunggui sang adik yang masih betah dengan tidur lelap nya. Sesekali Jaehyun tersenyum mengingat kebersamaan mereka saat kecil dulu. Di mana Mingyu selalu saja marah saat sang Mama membuatkan makanan yang mengandung kacang. Karena Mingyu tidak bisa mencicipi nya. Alhasil mama nya selalu membuatkan 2 menu dengan bahan dasar yang berbeda. Padahal tanpa Mingyu marah pun. Mama nya akan membuatkan juga untuk nya. Dulu, Mingyu yang selalu mengikuti Jaehyun kemanapun Jaehyun pergi. Bahkan ketika Ia harus pergi camping untuk kegiatan Sekolahnya, Mingyu sampai menangis meminta ikut dengan sang kaka. Jaehyun tersenyum mengingat itu semua. Apalagi saat Mama nya pertama kali membawa Mingyu yang masih sangat kecil ke rumah ini. Dimana saat itu Jaehyun benar-benar percaya bahwa Mama nya hamil dan melahirkan hingga memberikan nya seorang adik yang begitu menggemaskan.

Jaehyun merasa sedih. Sejak penculikan itu terjadi, Mingyu seolah memiliki benteng tersendiri. Mungkin rasa takut yang termat di sana, menjadikan Ia memiliki trauma itu sekarang. Jaehyun tidak habis fikir, apa yang penculik itu mau dari kelurga ini?. Jaehyun merasa iba pada sang adik. Belum lagi permsalahan jika suatu hari. Mingyu tau bahwa, dia bukanlah lahir dari rahim sang mama.

"Kakak" Ucap Mingyu lirih.

"Ya, kau sudah bagun? " Balas Jaehyun lembut.

"Eum, kenapa kakak di sini? "

"tentu saja menjagamu. Anak ini sudah bernani berkeliaran sendiri euh? "

"Maaf" Mingyu berucap memelas. Membuat Jaehyun tersenyum.

"Bagaimana aku bisa marah pada mu. Astaga kau mengaskan sekali lihat lah" goda Jaehyun.

Keduanya terdiam. Saling menatap satu sama lain.

"Kak,"

"Gyu"

Mereka beruda berbicara secara bersamaan. Membuat kedua nya tersenyum.

"Kakak duluan" ucap Mingyu.

"Eum, Apa kau masih marah pada kakak perihal camping hati itu?" tanya Jaehyun.

"Tidak,"

"syukurlah. Lalu bagaimana dengan kejadian kemarin?"

"itu salahku, aku fikir mencoba memberanikan diri berada di keramaian itu tidak salah. Nyatanya aku belum sembuh benar".

Jaehyun tersenyum. Ia mengengam tangan sang adik penuh haru.

"Maaf kakak telah banyak menyakitimu belakangan ini. Kakak membuka luka lama mu kembali kemarin, kakak membuat mu pergi seorang diri dan membuat trauma mu kembali. Dan... "Ucap Jaehyun terhenti.

"dan kakak telah menyakiti perasaan mu dengan kebenaran bahwa kakak menjalim hubungan dengan seseorang yang kamu sukai" Ucap Jaehyun.

Possessive Brother. Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang