Happy Reading.
Mungkin ini rasanya menjadi sangat takut kehilangan. Bukan tentang lagi untuk tetap di perhatikan. Namun tentang siapa yang berhak menjaga.
.
.
.
.
.
Jaehyun berjalan memasuki BAR yang kemarin adiknya kunjungi. Jaehyun belum sepenuhnya tau mengenai satu nama yang Mingyu igaukan saat dia demam kemarin. Hanya saja pada akhirnya, Mingyu mengatakan bahwa Wonu adalah seseorang yang telah menyelamatkan hidupnya.
Lantas, dengan perasaan itu Jaehyun pada akhirnya ingin menemui Seseorang bernama Wonu itu.
"Jadi kau adalah kakak Mingyu?"
"Eum, aku adalah kakak nya. Kedatangan ku kemari adalah perihal anda telah menyelamatkan Mingyu. Dan bersedia memberikan dia tempat tinggal".
"Tidak perlu seformal itu. Panggil saja aku Kak Wonu. Sepertinya kau juga masih muda dari pada aku." Ucap Wonu tersenyum.
"Aku memang tidak sengaja menyelamatkan bocah itu. Tetapi, aku tidak mengenal Lebih dalam tentang Mingyu. Karena memang kami hanya bersama dalam beberapa hari Dan Mingyu selalu menghindar jika aku menanyakan tentang apa sebenarnya terjadi. Tetapi apapun itu, Mingyu sudah aku anggap seperti adik ku sendiri" Wonu kembali tersenyum.
"Terimakasih banyak kak. Mungkin tanpa mu. Mingyu tidak akan berada di tengah-tengah kami lagi. Anak itu memiliki banyak kesulitan di hidupnya. Tetapi, selalu berusaha kuat dan seolah tidak terjadi apa-apa. Dia juga seakan tidak membutuhkan orang lain" kekeh Jaehyun
"Sama-sama. Ini juga sudah menjadi takdir Tuhan. Syukurlah dia kembali pada kalian"
Jaehyun mengangguk dan meminum jus yang telah Wonu buatkan. Karena memang Jaehyun tidak menyukai minuman beralkohol.
#####
.
.
.
"Mama, Papa. Biarkan kak Wonu tinggal di sini yah? Dia tidak memiliki siapa-siapa lagi. Dia yang sudah menyelamatkan aku dari orang jahat itu". Mohon Mingyu.
Kini, Mingyu Jaehyun dan Mama papa nya sedang berada di ruang keluarga. Menghabiskan waktu dan bersantai bersama.
"Sayang, tidak semudah itu. Kami harus membicarakan ini terlebih dahulu dengan Wonu. Apakah dia bersedia tinggal di sini?" Ucap Krystal.
Mingyu hanya memanyunkan bibirnya, mengeratkan jaket yang Ia kenakan. Kemudian berbaring di paha Jaehyun yang tengah duduk di sofa.
Di luar sedang hujan. Dan cuaca menjadi sangat dingin. Tangan Jaehyun reflek mengelus kepala Mingyu. Membuat sang adik merasa nyaman.
"Tapi apa kalian setuju jika kak Wonu tinggal di sini? Apa kalian tidak keberatan?" tanya Mingyu.
Jaehyun menatap papa mamanya.
"Tidak sama sekali. Wonu telah menyelamatkan hidup mu. Dan juga hidup kami secara tidak langsung. Jika Wonu bersedia. Mama tidak masalah dengan itu. Papa bagaimana?"
Kai hanya mengangguk.
"No problem".
Mingyu tersenyum lebar. Kemudian Ia beralih menatap sang kakak.
"Kakak bagaimana?".
Jaehyun tersenyum dan tangan nya kembali mengacak Surai hitam Milik Mingyu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother.
FanfictionStart = 9 Juni 2021. End = 10 Februari 2022. Ketika kamu berusaha melindungi saudaramu, namun semua nya justru memberikan ketidak nyamanan untuk nya. Sebuah rahasia besar di simpan selama bertahun-tahun. Hingga satu kenyataan akan kah merubah semua...
