Memaafkan yang sebenarnya.
Saat kamu dapat berdamai dengan keadaan.
Happy Reading.
.
.
.
.
.
Berjalan menyusuri jalanan. Dimana setiap langkah nya begitu terasa ringan. Semilir angin menerpa wajah tampan miliknya. Ia tersenyum, bagai sebuah kelegaan. Menghirup udara dengan perasaan lega. Apakah ini kehidupan yang Ia inginkan sesungguhnya?.
"Kau menyukai nya?" Suara berat itu membuat Mingyu menoleh dan tersenyum bahagia dan mengangguk.
"Sangat. Terimakasih kak Wonu"
Wonu dan Mingyu kini tengah menghabiskan waktu libur mereka bersama di sebuah taman wisata alam.
"Mau makan dulu? Ini sudah jam makan siang" Tanya Wonu.
Mingyu mengangguk antusias. Ia kemudian mengikuti Wonu bejalan menuju sebuah restoran dekat sana.
Kini, Mingyu hampir 1 bulan tinggal bersama Wonu. Selama itu juga Mingyu mengabaikan pendidikan nya. Ia lebih memilih bungkam setiap kali Wonu bertanya perihal alamat keluarga nya. Dan Wonu pada akhirnya tidak ingin memaksa Mingyu lagi untuk menceritakan perihal itu.
Selama 2 Minggu belakangan ini juga, Mingyu memaksa ingin membatu Wonu di Cafe milik Wonu. Awalnya Wonu menolak, namun. Bukan Kim Mingyu namanya jika tidak bisa meluluhkan hati seseorang.
Mingyu mengatakan, Bahwa dengan cara itulah, Mingyu bisa membalas semua kebaikan Wonu selama ini.
Dan hari ini, Wonu sengaja mengajak Mingyu untuk istirahat sejenak dari dunia kerja. Dan menghabiskan waktu weekend bersama.
######
Sementara kediaman Kim. Krystal jatuh sakit semenjak kepergian Mingyu dari rumah. Krystal benar-benar merindukan sang putra. Ia sungguh tidak bernafsu makan, saat ia ingin memakan makanan yang di sediakan. Krystal justru teringat Mingyu. Kai bahkan memutuskan untuk bekerja dari rumah sembari menjaga Krystal. Kai sudah berusaha semaksimal mungkin mencari keberadaan Mingyu. Namun, semua nihil. Begitu juga Jaehyun, Mingyu adalah adik yang paling Ia sayangi, sejak kepergian Mingyu, Jaehyun merasa separuh dari nyawanya menghilang. Bahkan Skripsi yang hampir rampung dikerjakan nya. Mendadak Dia abaikan.
Rumah besar ini, terasa begitu sunyi dan dingin. Semua orang juga merindukan sang tuan muda nya itu. Tidak ada lagi keributan di pagi hari yang di timbulkan oleh Jaehyun dan Mingyu.
Jaehyun tersenyum kecut mengingat segala memori indah tentang sang adik. Jaehyun sangat merindukan nya, merindukan rengegek'an seorang Kim Mingyu. Merindukan dimana Ia selalu menggoda Mingyu dengan memanggil nya "baby".
Jaehyun memasuki kamar milik Mingyu, kamar yang bahkan masih sama, tidak berubah sedikit pun. Hampir 1 bulan Mingyu pergi. Dan Jaehyun sungguh sangat-sangat Mengkhawatirkan sekaligus merindukan sang adik.
"Kamu di mana Gyu?".
"Kakak merindukan mu" lirih Jaehyun di barengi tetesan air matanya.
#####
Wonu segera berlari menaiki bus saat mendapat kan telefon dari Hoshi ( seseorang yang bekerja pada Wonu di Cafe). Bahwa cafe Milik nya di hancurkan oleh beberapa orang.
Mingyu juga ikut panik dan mengejar Wonu.
Wonu dan Mingyu sangat terkejut saat melihat keadaan Cafe miliknya sudah hancur tak terisisa. Dan ada Hoshi di sana yang sudah sangat ketakutan.
4 orang dengan perawakan besar nan tinggi menghampiri Wonu.
Bughhh!!!
"Kak Wonu" teriak Mingyu yang melihat Wonu jatuh tersungkur setalah mendapat pukulan dari salah satu orang tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother.
FanfictionStart = 9 Juni 2021. End = 10 Februari 2022. Ketika kamu berusaha melindungi saudaramu, namun semua nya justru memberikan ketidak nyamanan untuk nya. Sebuah rahasia besar di simpan selama bertahun-tahun. Hingga satu kenyataan akan kah merubah semua...
