Pagi ini wolf Jeonghan sudah berputar heboh di dalam kepalanya. Wolf putih yang sering ia panggil angel itu sangat berisik hingga menganggu tidurnya.
Dengan malas Jeonghan membuka matanya, mendapati Seungcheol yang masih terlelap. Tentu saja, ini masih jam 6 dan semalam keduanya bergumul hingga lewat tengah malam. Ia juga masih ingin tidur sebenarnya. Tapi mengingat jam 7 ia sudah harus bangun dan membantu Luna – ibu Seungcheol – memulai pagi membuatnya urung untuk terpejam lagi.
"Sebenarnya ada apa sih, angel!" Jeonghan menggerutu sebal. Wolfnya masih berputar senang, ia bisa membayangkan ekor angel yang mengibas gembira.
Wolfnya itu tidak menjawab pertanyaannya, tapi juga tidak berhenti membuat keributan di kepalanya.
"Mungkin orang tuamu sudah sampai Alioth, sayang."
Suara Seungcheol membuat Jeonghan terkesiap, ia tak tahu kalau alpha yang memeluknya itu sudah bangun.
"Sejak kapan sudah bangun, alpha?" tanya Jeonghan. Ia mendekat kearah Seungcheol, menerima pelukan erat dari alphanya itu.
Seungcheol tersenyum, mengecup kening Jeonghan, "Baru saja. Suara angel ikut membangunkan scoups. Dan dia membangunkanku. Kurasa karena kedua orang tua dan adikmu sudah berada di Alioth."
Jeonghan mengerutkan keningnya, "ada apa mereka kemari?" tanyanya bingung. Seingatnya ia tidak meminta mereka menjenguknya di Alioth. Lagian pesan terakhir adiknya kemarin tidak mengatakan apapun tentang kedatangan mereka kesini.
"Kau lupa nanti malam upacara mating kita? Tentu saja keluargamu harus hadir, sayang."
Jeonghan membuka mulutnya, baru saja ingat upacara yang harus keduanya lakukan hari ini. Pertunangan dan pengangkatan mate. Tentu saja, mana mungkin ia lupa.
"Aku tidak lupa, hanya yah begitulah." Jeonghan terkekeh malu, yang dibalas dengan tawa yang sama oleh Seungcheol.
Keduanya masih berpelukan, bergelung di balik selimut tebal di atas ranjang. Belum berniat untuk bangun dan beranjak. Lagipula belum waktunya untuk bangun. Biasanya Jeonghan akan turun menuju dapur jam 07.00, membantu Luna untuk menyiapkan sarapan Bersama pembantu pack yang lain. Dan ini masih kurang 15 menit sebelum waktunya. Jadi mencari kehangatan di pelukan alphanya tidak salah kan?!
"Hari ini ke kantor?" tanya Jeonghan. Tangannya bermain dengan kancing piyama satin yang dipakai Seungcheol, memutarnya lalu menariknya main-main.
Seungcheol menggeleng, "Tidak. Hari ini aku bebas tugas. Ikut menyambut beberapa tamu dari luar pack yang sudah mulai berdatangan siang nanti. Kau juga tidak kemana-mana kan?"
Jeonghan mengangguk, memejamkan matanya sejenak saat tangan Seungcheol mengusap rambutnya lembut, "Hari ini libur. Kan ini Sabtu." Jawab Jeonghan. Ia mengulum bibirnya malu saat menyadari jarak keduanya yang sangat dekat. Bahkan nafas mereka bersahutan.
Seungcheol terkekeh, "Kau sangat manis, omega."
Cup
Cup
Cup
Tiga kecupan singkat ia berikan pada bibir Jeonghan, membuat omeganya bersemu sangat cantik.
"Setelah upacara mating, apakah akan ada yang berubah diantara kita?" tanya Jeonghan ragu.
"aku juga tidak terlalu paham, tapi sepertinya tidak terlalu signifikan. Kita sudah mating, upacara ini hanya untuk peresmian mate di depan tetua dan anggota pack. Tidak akan ada yang berubah diantara kita, sayang."
"Aku sedikit takut. Nanti, bagaimana jika ada yang tidak suka denganku? Bagaimana kalau ada yang menolakku sebagai mate calon The Alpha? Bagaimana kalau – "
KAMU SEDANG MEMBACA
My Pack [JEONGCHEOL]
FanfictionJust a story about Alpha Seungcheol and Omega Jeonghan with their family
![My Pack [JEONGCHEOL]](https://img.wattpad.com/cover/217659025-64-k605273.jpg)