Awal Persekutuan - Episode 4
*----------*
Flashback - Lima Tahun Lalu
Isabella saat itu baru berusia 18 tahun. Ia akhirnya berhasil melarikan diri dari cengkeraman Antonio, meski luka di hatinya belum sempat mengering.
Sementara itu, di sebuah rumah bordil terkenal di pusat kota, seorang pria muda berwajah rupawan berjalan masuk mengenakan setelan serba hitam. Sorot matanya tajam, dingin, seolah bisa membunuh hanya dengan tatapan. Ia adalah Antonio yang berusia 21 tahun dan sudah menjadi sosok yang ditakuti.
Wanita-wanita malam segera mengerumuninya, menggoda dan menarik perhatian. Salah satu dari mereka melingkarkan lengannya di bahu Antonio, sementara yang lain dengan berani menyentuh dadanya sambil tersenyum genit.
"Tuan terlihat baru di sini. Bagaimana kalau kami membuat malam Anda lebih menyenangkan?" goda seorang wanita berambut pirang.
Yang lain tertawa pelan. "Atau mungkin Anda ingin ditemani lebih dari satu?"
Namun Antonio tetap diam, tak sedikit pun mempedulikan mereka. Tatapannya dingin dan kosong, seolah keberadaan mereka sama sekali tidak berarti. Ia melepaskan diri dari kerumunan itu dan berjalan menuju lukisan sensual di tengah ruangan, lalu duduk dengan sikap tenang dan dingin.
"Kenapa tak kau nikmati saja semuanya malam ini, Tuan Antonio?" tanya Gustavo, pemilik bordil yang menghampiri dengan senyum lebar.
Antonio menyandarkan tubuhnya dengan santai, menatap para wanita yang masih berusaha menarik perhatiannya. Senyum tipis yang terasa dingin muncul di bibirnya.
"Bolehkah aku menguliti mereka satu per satu?" jawab Antonio pelan.
Para wanita tertawa, mengira itu hanya candaan gelap.
Gustavo ikut tertawa kecil, lalu menepuk bahu Antonio seolah mencoba mencairkan suasana.
"Selera Anda memang unik, Tuan. Tapi kalau mereka tidak menarik... bagaimana dengan wanita lain? Saya bisa memanggil yang terbaik di kota ini."
Antonio hanya mendengus pelan.
"Aku tidak tertarik pada mereka."
Gustavo mengangkat alis. "Oh? Jadi sebenarnya Tuan Antonio menyukai tipe seperti apa?"
Beberapa detik Antonio terdiam.
Lalu ia berkata dengan nada datar.
"Aku hanya tertarik pada satu orang."
"Benarkah?" Gustavo tersenyum penasaran. "Siapa wanita beruntung itu?"
Tatapan Antonio berubah sedikit lebih gelap.
"Adikku."
Gustavo sempat terdiam, lalu tertawa canggung, mengira itu hanya gurauan aneh keluarga bangsawan.
"Ah... maksud Anda Nona Isabella? Sudah lama saya tidak mendengar kabarnya. Apakah dia baik-baik saja?"
Wajah Antonio langsung dingin.
"Kabur"
Gustavo mengangkat alis. "Kabur? Maksud Anda... Nona Isabella?"
Antonio menatap kosong ke arah gelas di meja.
"Ya."
"Sayang sekali," ujar Gustavo sambil tertawa kecil. "Wanita muda kadang memang suka memberontak. Tapi dunia di luar sana tidak ramah. Mungkin dia akan kembali sendiri suatu hari nanti."
Antonio perlahan menyandarkan punggungnya ke kursi.
Senyum tipis muncul di wajahnya.
Senyum yang terasa lebih seperti ancaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lady Whitmore (ON GOING)
Mystery / ThrillerInggris, 1990. Keluarga Whitmore dikenal sebagai salah satu keluarga bangsawan paling terpandang. Namun sebuah kecelakaan tragis menghancurkan semuanya, menyisakan dua anak yang harus bertahan sendiri: Antonio dan Isabella. Di balik sikap lembut Ant...
