Perang Senyap di Casino - Episode 7.
*----------*
Semua orang berkumpul di ruang tamu, berdiskusi dengan serius tentang rencana besar yang akan mereka jalankan. Suasana ruangan terasa tegang.
Di tengah ruangan, Charles dan Alexander masuk sambil membawa sebuah peti besar. Ketika peti itu dibuka, terlihat berbagai macam senjata api tersusun rapi di dalamnya.
Beberapa orang langsung terdiam.
"Isabella dan Gavin akan kembali menyamar sebagai tamu VIP," ujar Alexander dengan suara tegas. "Giovanna menjadi umpan. Sementara Hector dan Charles akan menyamar sebagai pelayan."
Ia menutup peti itu perlahan.
Giovanna menatapnya.
"Lalu... bagaimana denganmu?"
Alexander tersenyum tipis, senyum yang terasa sedikit misterius.
"Aku punya peran penting yang lain."
*----------*
Malam hari - Casino Privilege.
Di kasino yang gemerlap oleh lampu dan hiruk-pikuk para tamu, Charles dan Hector menggendong Giovanna dengan hati-hati. Tubuhnya tampak lemah, seolah benar-benar tidak sadar.
Mereka menyerahkan Giovanna kepada sekelompok orang yang bertugas membawa "barang" menuju arena pelelangan VIP.
Di sisi lain, Isabella dan Gavin sudah berada di ruang VIP, menyamar sebagai tamu penting.
Acara pelelangan dimulai.
Seorang wanita muda naik ke panggung, tanpa memperkenalkan dirinya. Dengan senyum profesional yang dingin, ia mulai memandu acara.
Satu per satu barang antik dilelang dengan harga yang semakin tinggi seperti lukisan mahal, perhiasan langka, hingga artefak kuno yang mencuri perhatian para kolektor kaya.
Namun akhirnya, tirai di belakang panggung terbuka.
Sebuah sangkar besar didorong ke tengah ruangan.
Di dalamnya berdiri seorang gadis cantik.
"Harga awal untuk gadis cantik ini seribu poundsterling!" teriak wanita itu lantang.
Sorak sorai langsung memenuhi ruangan. Para pria mulai saling bersaing menaikkan harga.
"Seribu dua ratus!"
"Seribu lima ratus!"
"Dua ribu!"
Teriakan penawaran semakin memanas.
Akhirnya seorang pria hidung belang dengan tawa menjijikkan memenangkan lelang dengan harga tertinggi.
Di sudut ruangan, Isabella duduk diam tanpa ekspresi.
Namun tiba-tiba...
Ia berdiri.
Gavin ikut berdiri di sampingnya.
Dengan gerakan tenang, Isabella melepas topeng yang menutupi wajahnya.
Seluruh ruangan langsung terdiam.
"Menyenangkan, bukan?" ucap Isabella dingin. "Menjual manusia seperti barang... tanpa peduli nyawa mereka."
Wanita muda di panggung langsung membunyikan lonceng dengan panik.
Tak lama kemudian, para penjaga bersenjata berlari masuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lady Whitmore (ON GOING)
ActionLondon, 1900 Keluarga Whitmore pernah menjadi simbol kehormatan dan kekuasaan. Namun setelah sebuah kecelakaan tragis merenggut kedua orang tua mereka, hanya Antonio dan Isabella yang tersisa. Di mata semua orang, Antonio adalah kakak yang sempurna...
