Pulang Yang Tak Lagi Sama - Episode 28.
*----------*
Derap lembut mobil listrik yang meluncur hampir tanpa suara tak mampu menenangkan gejolak di dada Isabella. Lampu jalan berpendar di kaca jendela, memantulkan wajahnya yang pucat. Di sampingnya, Victor duduk tenang dengan tangan di setir, namun rahangnya menegang. Keduanya sama-sama gelisah.
"Victor..." suara Isabella lirih, nyaris tenggelam oleh dengung halus mesin. "Apa tujuan Antonio sebenarnya? Kenapa Luke... kenapa dia menyamar menjadi Gavin?"
Victor menatap wajah Isabella yang dipenuhi tanda tanya dan luka tak tersembuhkan.
"Dia ingin menjagamu," jawabnya pelan. "Sederhana itu. Tapi Luke memilih caranya sendiri."
Isabella tertawa kecil, getir. "Menjaga? Dia bangsawan, Victor. Mereka tidak menjaga, mereka menguasai. Mereka menganggap kita, aku sebagai pion. Dia tak berbeda dari yang lain..."
"Dia punya masa lalu, Isabel. Luka yang tidak kalah dalam dari milikmu. Dia mungkin salah, tapi dia tetap kakakmu."
Isabella mengalihkan pandangan ke luar jendela, dan di sanalah... sosok itu berdiri. Di bawah pohon rindang, Luke tengah merokok, wajahnya lebam, tatapannya kosong.
"Berhenti!" seru Isabella pada kusir.
Ia turun dari kereta sebelum Victor sempat menahan. Isabella berlari menghampiri Luke, tak peduli pada asap rokok yang Luke hembuskan tepat ke arahnya. Ia berlutut, menyentuh luka di wajahnya dengan gemetar.
"Siapa yang melakukan ini padamu... siapa?!" suaranya pecah. "Jangan diam, kumohon..."
Luke sempat hendak membelai wajah Isabella gerakan yang begitu lembut tapi berhenti saat melihat Victor berdiri tak jauh dari mereka.
"Kenapa kau peduli?" gumamnya dingin. "Berapa kali harus kukatakan... aku bukan Gavin. Dia tidak pernah ada. Hanya sebuah ilusi untuk gadis kesepian sepertimu."
Isabella mundur selangkah, matanya berkaca-kaca.
"Jangan katakan itu... jangan kau hancurkan satu-satunya hal yang membuatku bertahan selama ini..."
Victor menarik lengan Isabella dengan hati-hati, menatap matanya penuh kekhawatiran.
"Kita pulang, Isabel. Cukup sudah... jangan biarkan dia mengacaukan pikiranmu" ucap Victor pelan tapi tegas.
Namun langkah mereka terhenti saat Luke menyeringai, suaranya menusuk seperti duri di hati.
"Pulang? Ke mana? Kalian tidur bersama sekarang? Menyedihkan. Kalau kau sangat merindukanku, Isabel, aku bisa.."
Bugh!
Tinju Victor menghantam wajah Luke. Satu pukulan, lalu dua, lalu tiga.
"Kau pikir kau bisa bicara seperti itu tentang dia?!"
Luke tak melawan. Ia hanya tersenyum, darah mengalir dari hidungnya. Tapi senyuman itu berubah ketika suara Isabella menggema.
"Berhenti, Victor! Kumohon... jangan lebih jauh dari ini..."
Victor menghentikan tangannya. Luke tertawa kecil.
"Kau takut pada wanita itu?"
Plak!
Tamparan Isabella membuat senyum Luke lenyap. Mata mereka bertemu.
"Aku tidak tahu bagaimana bisa aku mencintaimu... bahkan setelah semua ini, aku tetap berharap Gavin itu nyata. Tapi kau membunuh dia... dan membunuh harapanku bersamanya." Suara Isabella bergetar.
"Tapi mulai sekarang... aku akan belajar membencimu. Bahkan jika itu menyakitkan."
Luke hanya berdiri diam. Asap rokok kembali membumbung, namun kali ini tak mampu menutupi luka di matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lady Whitmore (ON GOING)
Mystery / ThrillerInggris, 1990. Keluarga Whitmore dikenal sebagai salah satu keluarga bangsawan paling terpandang. Namun sebuah kecelakaan tragis menghancurkan semuanya, menyisakan dua anak yang harus bertahan sendiri: Antonio dan Isabella. Di balik sikap lembut Ant...
