Darah di Malam Hujan

25 13 12
                                        

Darah di Malam hujan - Episode 35

*----------*

Hujan masih turun tipis ketika pintu rumah tua itu kembali terbuka.

Seorang pria masuk dengan langkah cepat. Itu Charles, ia berhenti di tengah ruangan yang gelap. Matanya langsung menangkap lampu minyak yang terjatuh di lantai.

"Tuan Antonio?" panggilnya.

Tidak ada jawaban.

Namun beberapa detik kemudian ia mendengar suara samar dari bawah lantai. Seperti seseorang mengerang. Charles langsung menemukan papan lantai yang terbuka dan turun ke ruang bawah tanah.

Saat lampu minyaknya menerangi ruangan...

Ia langsung melihat Antonio tergeletak di lantai batu dengan darah di dadanya.

"Ya Tuhan..."

Charles segera berlutut di sampingnya.
"Tuan! Bangun!"

Antonio mengerang pelan, matanya terbuka sedikit.

"Isabella..." gumamnya lemah.

Charles merobek sebagian kemeja Antonio untuk melihat lukanya.

"Peluru masih di dalam" gumamnya.

Ia menekan luka itu dengan kain untuk menghentikan darah.

"Aku harus membawamu ke dokter sekarang."

Antonio mencoba meraih lengannya.
"Isabella..."

"Tenangkan dirimu tuan" kata Charles tegas.

"Aku harus segera menemukan Isabella"

Charles menatap luka tembak itu sekali lagi.

"Pelurunya masih di dalam" gumamnya.

Ia lalu menyelipkan lengan Antonio ke bahunya dan membantu pria itu berdiri.
"Kita harus keluar sekarang"

Dengan susah payah Charles memapah Antonio menaiki tangga kayu yang sempit. Setiap langkah membuat Antonio terengah menahan sakit. Ketika mereka akhirnya sampai di lantai atas, angin malam yang dingin langsung menyambut mereka dari pintu yang terbuka.

Hujan masih turun tipis. Charles membawa Antonio keluar rumah dan mendudukkannya di dalam mobil. Antonio mencengkeram lengan Charles dengan sisa tenaganya.

"Jangan... biarkan mereka..."

Charles menatapnya dengan mata tajam.
"Aku tidak akan."

Ia mengikat kain di dada Antonio untuk menahan darah.

"Pertama, kita harus ke dokter"
Ia berhenti sejenak lalu melanjutkan dengan suara rendah.

"Setelah itu... kita akan mencari nona"

Mesin mobil akhirnya menyala dengan suara berat.

Charles langsung memacu kendaraan itu melewati jalan tanah yang basah oleh hujan. Lampu mobil menembus kabut tipis malam itu. Antonio duduk bersandar di kursi dengan napas berat. Tangannya masih menekan luka di dadanya.

"Charles..." gumamnya pelan.

"Aku di sini, tuan. Jangan bicara dulu."

Namun Antonio menggeleng lemah.

"Mereka... membawa Isabella..."

Charles tidak menjawab. Rahangnya mengeras.

Beberapa menit kemudian mobil berhenti di depan sebuah rumah dokter tua di pinggir kota.

The Lady Whitmore (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang