Jerat yang Membakar

102 49 67
                                        

Jerat yang Membakar - Episode 11.

*----------*

Dermaga.

Sebuah kapal tak terlalu besar berlabuh tepat di depan seorang pria bertopeng. Ia berdiri sendiri, matanya tajam memandangi kapal yang kini menurunkan satu per satu anak buah beserta peti besar dari dalamnya. Seorang wanita mendekat dan menyapanya.

"Tuan Luke, lama tidak berjumpa" ucap sang wanita.

"Bagaimana dengan barangnya?" tanya Luke tanpa basa-basi.

"Dalam kondisi sangat baik, Tuan. Kualitasnya terbaik."

"Aku percaya padamu. Tapi ingat, jika ada satu kesalahan saja... kalian semua akan kubakar hidup-hidup" ucap Luke sambil memberikan senyum tipis yang mengerikan.

Ia berbalik dan berjalan pergi, meninggalkan mereka yang terdiam kaku.

*----------*

Kediaman Alexander.

Di dapur, Charles dan Giovanna sibuk mengajari Isabella membuat kue. Hari ini ulang tahun Gavin, dan Isabel ingin memberikan kejutan.

Namun, suasana dapur lebih mirip medan perang. Tepung berserakan di mana-mana, dan adonan Isabel selalu gagal.

"Sudahlah! Aku menyerah!" teriak Isabella, frustrasi.

"Bukannya kau ingin berterima kasih pada Gavin? Jangan menyerah begitu saja" ucap Giovanna lembut.

"Ini percobaanku yang terakhir! Kalau gagal, aku tidak peduli lagi!" gumamnya.

Setengah jam kemudian, kue itu akhirnya jadi. Bentuknya aneh, tapi Isabella tersenyum bangga meski ragu soal rasanya.

"Siapa yang buat kue ini? Baunya seperti racun" cibir Alexander.

Charles dan Giovanna kompak menunjuk ke Isabella.

"Kau mau bunuh seseorang, Isabel? Siapa orang tidak beruntung itu?"

"aku berubah pikiran, kau saja yang makan ini paman" jawab Isabella menyeringai.

Alexander langsung kabur.

*----------*

Beberapa jam sebelumnya

Gavin tengah duduk membaca koran, lalu ia berdiri hendak keluar.

"Mau ke mana?" tanya Isabella cepat.

"Aku harus melakukan hal yang sangat penting... yaitu tidur" jawab Gavin santai.

"Biarkan saja, dia memang suka tidur di tempat sepi, apalagi ini ulang tahunnya" ujar Hector sambil tertawa.

"A-apa?! Ini hari ulang tahunnya?!" seru Isabella panik.

*----------*

Mansion Antonio.

Hugo tampak kacau, tubuhnya gemetar hebat. Ia mengamuk, jelas sakau karena semua narkobanya dibakar Antonio saat pesta kemarin malam.

Emma panik, mencoba menenangkan Hugo. "Tuan Victor! Dia bisa melukai dirinya sendiri!"

Victor melangkah cepat, menatap Hugo yang mulai meronta. "Cari Antonio! Aku tak tahu kenapa dia membakar semuanya, tapi pasti ada rencana di balik ini."

Dalam sekejap, Victor memukul kepala Hugo dengan vas bunga hingga pria itu pingsan. Emma terkejut, tapi tak bisa berbuat banyak.

Antonio muncul dari balik tirai, tepuk tangan pelan terdengar. "Sepertinya kalian masih terlalu lambat menangani situasi," ucapnya dingin.

The Lady Whitmore (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang