Perebutan dimulai- Episode 33
*----------*
Villa – Setelah Makan Siang, Di Halaman Depan.
Elena sudah berdiri, bersiap pamit pulang dengan keranjang bunga di tangan.
"Aku pamit dulu ya, Nona Isabella. Terima kasih banyak untuk makan siangnya" ucap Elena dengan suara lembut.
Isabella tersenyum ramah "Tentu saja, Elena. Jangan sungkan datang kapan saja."
Namun, sebelum Elena berjalan menjauh, Hugo buru-buru berdiri dan menahan lengannya dengan sedikit canggung.
"Tunggu, Elena! Aku... aku ikut dengan mu" kata Hugo dengan suara agak terbata.
Elena tampak ragu, tapi akhirnya mengangguk pelan "Baiklah, kalau begitu."
Victor dan Isabella saling bertukar pandang, lalu Isabella tersenyum geli.
Giovanna dan Hector yang juga berdiri di dekat situ ikut tertawa kecil.
Hugo tersipu merah "Hei, aku cuma ingin Elena aman. Itu saja!"
Antonio menepuk punggung Hugo sambil bercanda "Rupanya bocah ini sudah mulai serius ya."
Mereka semua melambaikan tangan saat Hugo dan Elena berjalan keluar dari halaman villa, Hugo berusaha terlihat santai tapi matanya sesekali mencuri pandang ke Elena dengan penuh perhatian.
*----------*
Kediaman Madam Evelyn – Malam Hari.
Lampu temaram menerangi ruangan yang penuh bayangan. Evelyn berdiri di depan peta tanah yang ingin dibeli Isabel, matanya tajam menatap gambar itu. Pastor Joseph duduk di kursi sambil mengepalkan tangan.
"Murid itu sudah tak ada, tapi kematiannya justru membuat situasi makin berbahaya" ucap pastor Joseph dengan nada serius. "Wanita dari keluarga Whitmore juga bukan orang biasa, dia bisa menghancurkan rahasia kita."
Evelyn menghela napas panjang. "Kalau dia sampai tahu ada ruang bawah tanah disana, semuanya bisa hancur"
Pastor berdiri, mendekati Evelyn. "Kita harus hentikan wanita itu, sebelum dia benar-benar membeli tanah itu dan menemukan segalahnya."
Evelyn tersenyum dingin. "Aku sudah punya rencana. Kita buat agar tanah itu jadi tak berharga, penuh masalah hukum dan keuangan. Dengan begitu, wanita itu pasti mundur."
Pastor mengangguk setuju. "Dan kalau itu gagal, kita harus pakai cara lain. Cara yang lebih... meyakinkan."
Evelyn menatap pastor penuh arti. "Betul. Kita tak akan biarkan dia merusak segalanya, bangsawan kelas atas itu bisa menghancurkan kita."
*----------*
Kediaman Pemilik Tanah – Malam Hari.
Malam sunyi diselimuti kabut tipis. Di dalam rumah kayu sederhana yang sepi, Pastor Joseph berdiri di balik bayangan, matanya penuh tekad dingin. Suara detik jam dinding terdengar seperti palu kematian yang berdetak sabar.
Pemilik tanah tidur pulas, tak sadar bahwa maut tengah mendekat.
Dengan gerakan cepat dan terukur, Pastor Joseph mendekat. Di tangannya, sehelai kain basah beracun, larutan dari ramuan tak terdeteksi yang biasa digunakan untuk menidurkan hewan besar.
Ia membekap mulut korban, menahan tubuhnya yang refleks melawan. Tidak lama kemudian, pemilik tanah terkulai lemas. Napas terakhirnya hilang dalam diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lady Whitmore (ON GOING)
ActionLondon, 1900 Keluarga Whitmore pernah menjadi simbol kehormatan dan kekuasaan. Namun setelah sebuah kecelakaan tragis merenggut kedua orang tua mereka, hanya Antonio dan Isabella yang tersisa. Di mata semua orang, Antonio adalah kakak yang sempurna...
